Tepergok Pemilik Rumah Saat Curi Uang, Kurir di Grobogan Ditangkap

Berdalih sedang tertilit utang, seorang kurir barang nekat mencuri uang di rumah pemilik paketan barang di Desa Bendoharjo, Kecamatan Gabus, Grobogan.

 Pelaku pencurian uang, Muhlis warga Wirosari sedang menjalani pemeriksaan di Polsek Gabus, Sabtu (15/1/2022) siang. (Solopos.com-Polsek Gabus)

SOLOPOS.COM - Pelaku pencurian uang, Muhlis warga Wirosari sedang menjalani pemeriksaan di Polsek Gabus, Sabtu (15/1/2022) siang. (Solopos.com-Polsek Gabus)

Solopos.com, PURWODADI – Berdalih sedang tertilit utang, seorang kurir barang bernama Muhlis Dwi Purnomo, 26, warga Kelurahan/Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan nekat mencuri uang di rumah pemilik paketan barang.

Aksi pelaku pada Jumat (14/1/2022) sekira pukul 18.30 WIB tepergok pemilik rumah, Siswati, di Desa Bendoharjo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan. Pelaku sempat kabur ketika diteriaki maling oleh pemilik rumah.

PromosiSemangat Merdeka Belajar untuk Pemulihan Pendidikan Asia Pasifik

Informasi yang dihimpun Solopos.com, setelah diamankan warga dari tangan pelaku diamankan barang bukti berupa uang tunai Rp4.717.000 milik Siswati. Selain itu polisi juga menyita kunci rumah korban dan sepeda motor milik pelaku.

Kejadian pencurian tersebut bermula ketika pada Selasa (11/1/2022) pelaku sebagai kurir mengantarkan paketan ke rumah Siswati. Namun saat itu pemilik rumah sedang tidak di rumah, bukannya menaruh barang atau segera pulang, pelaku justru mengambil kunci yang rumah yang ada di rak sepatu korban.

Baca juga: Geger! Mayat Misterius Ditemukan di Pantai Pungkruk Jepara

Hanya saja, saat itu pelaku tidak menggunakannya namun membawanya pulang. Kemudian pada Jumat (14/1) pelaku datang lagi ke rumah korban untuk mengantarkan barang. Pelaku sempat mencoba membuka pintu rumah Siswati dengan kunci yang diambilnya tiga hari lalu.

Pelaku berhasil membukanya, namun ditutup kembali dan meneruskan mengantar barang ke tujuan atau konsumen lainnya. Barulah pada petang harinya pelaku bermaksud mendatangi rumah korban lagi.

“Pelaku kemudian memarkirkan sepeda motor miliknya di masjid tak jauh dari rumah korban. Kemudian sekitar pukul 18.00 WIB pelaku berjalan kaki ke rumah korban dan membuka pintu dengan kunci yang diambilnya,” jelas Kapolsek Gabus, AKP Sunarto.

Baca juga: Buron 16 Tahun, Mantan Kades Ringinharjo Ditangkap Kejari Grobogan

Setelah berhasil masuk, pelaku langsung ke kamar korban dan mendapatkan uang Rp4.717.000. Uang tersebut segera diambilnya dan bergegas ke luar kamar korban. Rupanya pelaku tidak tahu jika pemilik rumah sudah pulang.

Siswati yang baru selesai mandi dibuat terkejut ketika melihat seorang laki-laki keluar dari kamarnya. Kontan dia bertiak maling, sehingga mengundang perhatian warga sekitar. Begitu diteriaki korban, pelaku langsung kabur ke sawah.

Pelaku bahkan sempat meminjam baju ke salah satu warga karena bajunya kotor gara-gara masuk sawah. Dia mengira dengan berganti baju warga tidak akan mengenalinya, sehingga kembali ke masjid untuk mengambil motor miliknya.

Baca juga: Dibakar Api Cemburu, Pemuda Magelang Tebas Kepala Selingkuhan Pacar

Ternyata warga ada yang mengetahui jika sepeda motor pelaku diparkirkan di masjid. Sehingga mereka menunggu pelaku kembali. Begitu pelaku terlihat di sekitar masjid warga dibantu polisi langsung menangkapnya.

“Dari penggeledahan yang dilakukan anggota Polsek Gabus, ditemukan barang bukti uang di saku celana pelaku. Uang senilai Rp4.717.000 adalah milik korban,” kata Kapolsek Gabus.

Pelaku beserta barang bukti kemudian dibawa ke Polsek Gabus untuk proses penyidikan. Pelaku, lanjut AKP Sunarto, dijerat dengan pasal 363 Ayat (1) ke 3e KUH Pidana tentang pencurian pada malam hari dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun.

 

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

5 Abad Perjalanan Panjang Inggris Legalkan LGBT Melalui Reformasi Hukum

+ PLUS 5 Abad Perjalanan Panjang Inggris Legalkan LGBT Melalui Reformasi Hukum

UU Buggery yang disahkan parlemen Inggris pada masa pemerintahan Henry III pada 1533 menyatakan homoseksual merupakan perbuatan ilegal. Lima abad kemudian, tepat pada 17 Juli 2013, Inggris melegalkan pernikahan sesama jenis melalui reformasi undang-undang.

Berita Terkini

Luasnya Hanya 8 Km Persegi, Ini Kecamatan Terkecil di Cilacap

Meski menjadi kabupaten terluas di Jateng, namun Cilacap memiliki kecamatan sangat kecil yaitu hanya 8 kilometer (km) persegi.

Tahukah Kamu? Ini Alasan Lasem di Rembang Disebut Little Tiongkok

Ini dia alasan kenapa Lasem di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng), mendapat julukan sebagai Little Tiongkok atau Tiongkok Kecil.

Ternyata Bus Bumel di Jateng Paling Banyak Ada di Daerah Ini

Data Dinas Perhubungan Jawa Tengah pada 2021 menyebutkan bus dalam provinsi dengan kategori lambat atau bumel mencapai 3.759 unit bus.

Sip! Pati Tambah 12 Desa Wisata Baru

Sebanyak 12 desa wisata baru di Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), resmi dikukuhkan.

Punya Penumpang Setia, Segini Jumlah Bus Bumel di Jateng

Populasi bus bumel di Jateng tergolong masih banyak. Bahkan, Jateng merupakan daerah dengan jumlah bus AKAP terbanyak di Indonesia.

Sesaji Rewanda Semarang, Saatnya Para Kera Berpesta

Sesaji Rewanda, pesta untuk para kera yang dilaksanakan tiap tanggal 3 Syawal oleh warga kampung Talun Kacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunung Pati, Semarang.

Gantikan Yuliyanto, Sinoeng Jabat Pj Wali Kota Salatiga

Kepala Disporapar Jateng, Sinoeng N. Rachmadi, diangkat sebagai Pj Wali Kota Salatiga menggantikan Yuliyanto yang masa jabatannya berakhir pada 22 Mei 2022.

Heboh! Kawanan Harimau Dikabarkan Muncul di Area Sawah Banjarnegara

Masyarakat Desa Penawaran, Banjarnegara, dihebohkan dengan kemunculan kawanan harimau di areal persawahan.

Epilepsi Kambuh, Remaja Batang Tenggelam di Sungai Sambong

Peristiwa tragis menimpa remaja penderita epilepsi asal Batang yang tenggelam di Sungai Sambong.

Pedasnya Nagih, Warung Makan Mangut Beong Magelang Ini Paling Legend

Kuliner khas Magelang yaitu mangut beong menawarkan sensasi pedas dalam masakannya. Bahkan, rasa pedas dari kuliner ini benar-benar bikin nagih.

Museum Lawang Sewu Tetap Minta Pengunjung Kenakan Masker

PT KAI Wisata selaku pengelola Museum Lawang Sewu di Semarang dan Museum Kereta Api Ambarawa belum menerapkan pelonggaran aturan penggunaan masker.

Cabuli Santri 9 Kali, Ustaz Ponpes Magelang Terancam 15 Tahun Penjara

Seorang ustaz sekaligus pengasuh ponpes di Kabupaten Magelang melakukan pencabulan kepada santrinya sebanyak 9 kali.

Tak Hanya Jateng, Semarang Juga Termasuk Kota Terpanas di Indonesia

Bukan hanya di Jawa Tengah saja, Kota Semarang juga termasuk kota terpanas di Indonesia dengan suhu 35 derajat Celcius.

Langka di China, Akar Tunjuk Langit asal Jawa Tengah Diekspor ke Taiwan

Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Semarang melepas 575 kilogram akar tunjuk langit asal Jawa Tengah untuk diekspor ke Taiwan, Jumat (13/5/2022), yang tergolong spesies langka hampir punah di China karena terlalu banyak yang menggunakan untuk pengobatan tradisional.

Bukan Hewan, Kethek Jadi Nama Makanan Unik Khas Kebumen

Kethek adalah nama salah satu makanan unik di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang dibuat dari ampas minyak kelapa.