Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kudus Joko Susilo. (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Solopos.com, KUDUS — Tepat pada Hari Guru Nasional, Senin (25/11/2019), seorang guru sekolah dasar (SD) meninggal dunia di hotel melati Kudus, Jawa Tengah. Ia diduga baru saja berkencan dengan seseorang yang siduga juga seorang guru.

Pernyataan keprihatinan atas aib itu justru datang dari Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (26/11/2019). Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo menyesalkan peristiwa tersebut.

"Seharusnya kejadian seperti itu, tidak perlu terjadi. Kami sangat prihatin karena saat perayaan Hari Guru Nasional pada Senin (25/11/2019) justru terjadi peristiwa ada seorang guru yang meninggal di hotel," kata Joko Susilo.

Atas peristiwa tersebut Joko Susilo menegaskan jika nantinya ditemukan guru selingkuh, terutama yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS), maka akan diberikan sanksi tegas. Demikian pula, lanjutnya, jika benar teman kencan guru yang meninggal dunia itu juga sama-sama berprofesi sebagai guru.

Guru teman kencan guru yang meninggal dunia itu juga akan dijatuhi sanksi karena dianggap melanggar disiplin. Adapun bentuk sanksinya, kata dia, akan diserahkan kepada badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (baperjakat) aparatur sipil negara (ASN).

Sementara itu, Kapolsek Jati AKP Bambang Sutaryo membenarkan bahwa Senin lalu, pukul 11.00 WIB, ada tamu hotel kelas melati di Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus yang meninggal dunia. Korban meninggal itu berinisial HW, 58, yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) asal Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Berdasarkan informasi dari pihak hotel, disebutkan korban bersama temannya berinisial PSH, 42, masuk hotel sekitar pukul 10.00 WIB. Akan tetapi, pada pukul 11.00 WIB, teman korban meminta tolong salah seorang karyawan hotel untuk membawa korban ke rumah sakit karena pingsan.

Korban selanjutnya dilarikan ke RSUD Loekmono Hadi Kudus menggunakan mobil milik hotel. Namun, dalam perjalanan korban justru meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan dokter jaga RSUD Loekmono Hadi tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekerasan dan kondisi badan jenazah masih hangat yang diperkirakan meninggal kurang dari satu jam. Polisi juga tidak menemukan barang-barang mencurigakan yang biasanya digunakan pasangan kencan di hotel, seperti obat kuat maupun alat kontrasepsi.

Pada pukul 14.30 WIB, korban langsung dibawa pulang keluarga untuk dilakukan pemakaman.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten