Teori Bumi Kotak di Antara Perdebatan Kaum Datar vs Bulat
ilustrasi bumi kotak (istimewa)

Solopos.com, SOLO– Di antara serunya perdebatan bentuk Bumi bulat Vs datar, muncul teori baru yang menyebut bumi berbentuk kotak, kubus lebih tepatnya. Konon teori ini diperkenalkan oleh sorang pensiunan NASA, Profesor Keith Loore.

Prof Keith Loore, dalam beberapa artikel disebutkan memaparkan teori bumi kotak berdasarkan penelitian yang ia dalami selama bertahun-tahun. Saat ditanya mana sudut-sudut Bumi, maka jawabannya ialah deretan pegunungan yang menjulang tinggi ke cakrawala.

Prof Keith Loore percaya bahwa Bumi tidak mungkin berbentuk bulat. Katanya jika bumi bulat tanpa sudut maka perputaran pada poros akan lebih cepat daripada umumnya. Hal ini terjadi akibat dari sedikitnya gaya gesek Bumi dengan ruang angkasa.

Perputaran yang sangat cepat ini tentu bisa mengakibatkan kehidupan di Bumi terlempar ke luar angkasa. Begitu juga dengan gesekan oksigen di atmosfer terhadap udara yang akan mengakibatkan radiasi nuklir dan menghanguskan dunia dengan hitungan detik.

Sayangnya cerita soal Keith Loore sulit dikonfirmasi. Selain sosok Keith Loore yang enggan membuka identitasnya, teori bumi kotak terkesan sekadar guyonan. Cerita-cerita ini beredar lewat satu blog ke blog yang lain dan dikutip sejumlah situs berita. Belum ada sumber asli yang memuat langsung pernyataan sosok bernama Keith Loore.

Selain teori bumi kotak, teori aneh unik tentang bentuk bumi adalah bumi berongga. Teori ini didukung oleh Edmund Halley dan diperjuangkan oleh John Cleves Symmes. Tokoh filsuf dunia Aristoteles bahkan pernah mengemukakan teori serupa meski tak sama dengan teori-teori yang berkembang belakangan ini.

persamaan yang tetap sama dari waktu ke waktu ialah bahwa bentuk Bumi bulat berongga dan adanya lubang untuk masuk di dalamnya. Digambarkan pula Bumi yang ditinggali manusia mirip dengan cangkang kerang.

Cerita Pedagang Di Selter Manahan Solo Waswas Diteror Ular Muncul Dari Atap

Bumi Bulat dan Datar

Teori bentuk bumi paling umum adalah bulat dan datar. Dua teori ini sudah diperdebatkan sejak ribuan tahun dan menemui puncaknya saat Amerika Serikat mengumumkan bentuk bumi pada 1947.

Militer Amerika Serikat mengambil foto bumi di tahun 1947 dengan V-2 rocket dan mengumumkan hasil foto yang menunjukkan bumi berbentuk bulat.

Bukti ini tak dipercayai seorang ilmuwan dan politisi Inggris Samuel Shenton. Dia lalu mendirikan komunitas Flat Earth Society tahun 1956 dan anggotanya percaya bahwa bumi berbentuk datar karena terlihat datar dan terlihat datar. Inilah asal muasal Komunitas Bumi Datar.

Di tahun 1990-an, Flat Earth Society bangkrut. Namun Internet membuat orang yang percaya dengan bumi datar kembali berkumpun dan menyebarkan kembali teori tersebut.

Pada 2004, Flat Earth Society kembali menjadi forum tanya jawab dan wadah di mana mereka mengumpulkan teori dan bukti bumi datar.

Secara kebetulan, di tahun yang sama Facebook hadir di dunia perinternetan. YouTube diluncurkan setahun kemudian menyusul di belakangnya, Twitter. Flat Earth Society memiliki situs web sendiri pada 2009, dan media sosial sudah mulai mendominasi.

Media sosial pun mempopulerkan Flat Earth ke netizen yang lebih luas. Meski berulang kali dibantah para ilmuwan, komunitas ini selalu bergeming.

Melansir Medium, Selasa (31/12/2019), menurut gagasan Flat Earth Society, Bumi adalah piringan datar dengan Arktik di pusatnya dan dinding es yang menjulang di sekelilingnya. Matahari, bulan, dan bintang-bintang disebut berada tidak jauh dari New York dan dari London.

Tak lama setelah orang-orang yang pertama kali berjalan di bulan, pendiri asli Bumi datar Society meninggal. Anggota yang berdedikasi menjaga teori ini agar tetap hidup. Selama bertahun-tahun, yang percaya semakin tumbuh dan menyebar, akhirnya mengumpulkan anggota sekitar 3.500 flat earthers di tahun 1990-an.

PLN Tegaskan Tarif Listrik Tidak Naik Selama Pandemi Covid-19

Bumi Bulat Paling Dominan

Sedangkan teori bumi bulat seolah paling dominan. Astronaut Arab, Hazza Al Mansouri baru saja kembali dari stasiun luar angkasa International Space Station (ISS). Dia membuktikan tak ada bentuk bumi datar. Dia melihat sendiri bahwa bumi bulat.

Pada 3 Oktober 2019 lalu, astronot ini kembali ke Kazakhstan setelah 8 hari berada di stasiun luar angkasa International Space Station (ISS). Ia menjadi orang pertama dari Uni Emirat Arab yang menjelajah antariksa.

Terkait bentuk bumi bulat sudah lama dijelaskan dalam Alquran. Salah satu sains Alquran yang memastikan bentuk bumi bulat adalah tentang terjadinya malam dan siang.

Dilansir Detik.com, dalam buku berjudul “40 Sumpah Terdahsyat Dalam Alquran: Mengungkapkan Rahasia Ayat-ayat sumpah oleh Muhammad Hatta al-Fattah, Lc. MA menyebutkan sesungguhnya perubahan siang dan malam di belahan bumi secara terus menerus merupakan simbol atas bentuk bumi.

Kalau bumi tidak bulat pasti fenomena-fenomena tersebut tidak akan terjadi dan bukti paling sederhana adalah pergantian malam dan siang. Informasi ilmiah ini telah diisyaratkan Alquran lebih dari 14 abad lalu, pada saat manusia masih beranggapan bumi datar, sekalipun sebagian ulama zaman dulu sudah berpikiran maju.

Dalil Al-Qur’an

Jika bumi datar atau tidak bulat dan tidak berputar serta beredar mengorbit matahari, maka tidak ada terjadinya pergantiang siang dan malam. Salah satu bukti yang menunjukkan bumi berbentuk bulat terdapat pada Al-Qur’an surat Az-Zumar ayat 5.

Selain itu, beberapa ayat Alquran tentang bumi bulat juga mengibaratkan bumi sebagai malam dan siang, seperti pada ayat: “Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS: al-Anbiyaa’ [21]:33)

Al Qu'ran telah lebih dulu menjelaskan hakikat ilmiah ini sejak 14 abad lalu, sebagaimana dalam firman Allah: “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam, Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.” (QS: Yaasiin [36]: 37).

Ayat-ayat yang menjelaskan tentang malam dan siang juga merupakan isyarat bahwa bumi dahulu kala pada awal penciptaan pernah menerangi beberapa fenomena alam, seperti dalam firman Allah:

“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari karunia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.” (QS. al-Israa’ (17): 12).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho