Teori Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman, Tuai Kontroversi tapi Raih Apresiasi

Berdasar bukti sejarah, Candi Borobudur bukan peninggalan Nabi Sulaiman. Alasannya, Nabi Sulaiman hidup pada masa sebelum masehi, sedangkan Syailendra hidup setelah masehi. Namun, Fahmi Basya tidak menggunakan waktu sebagai ukuran untuk menyampaikan teori.

 Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. (Freepik)

SOLOPOS.COM - Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. (Freepik)

Solopos.com, MAGELANG  – Sejarah nasional mencatat Candi Borobudur didirikan oleh Dinasti Syailendra dari Kerajaan Mataram Kuno pada akhir abad ke-8 masehi atau sekitar 1.200 tahun yang lalu. Sejarawan menyebut Candi Borobudur dibangun untuk memuliakan agama Buddha Mahayana. Pendapat itu berdasarkan interpretasi Prasasti Sri Kahulunan yang berangka 842 masehi.

Namun, buku Borobudur dan Peninggalan Nabi Sulaiman karya Fahmi Basya berusaha mematahkan teori para sejarawan. Melalui bukunya, Fahmi Basya yang dikenal sebagai ahli matematika Islam dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyebut Candi Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang diperkirakan hidup pada abad ke-9 sebelum masehi (SM) atau sekitar 3.000 tahun yang lalu. Berdasar teori ini, konon penamaan Kabupaten Sleman berasal dari kata Sulaiman.

Buku Borobudur dan Peninggalan Nabi Sulaiman karya Fahmi Basya (Bukalapak.com)

Jika mengacu pada buku sejarah itu, Candi Borobudur bukanlah peninggalan Nabi Sulaiman. Sebab, rentang waktu antara pendirian Candi Borobudur dengan era Nabi Sulaiman terlalu jauh. Nabi Sulaiman hidup pada masa sebelum masehi, sedangkan Syailendra setelah masehi.

Espos Plus Lainnya

+ PLUS Para Pahlawan Berhidung Tajam di Tanah Bencana

Anjing pelacak dari Polri ikut ambil bagian sebagai pahlawan berhidung tajam dalam proses pencarian jenazah korban gempa Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

+ PLUS Harta Karun Pasir Besi Lumajang dari Gunung Semeru

Erupsi Gunung Semeru menyisakan harta karun berupa pasir besi yang melimpah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

+ PLUS Nasi Rames, Sega Khas Jawa Sing Ora Mesti

Nasi rames adalah makanan khas Jawa Tengah yang kemungkinan sudah muncul sejak zaman penjajahan Belanda di Indonesia.

+ PLUS Alasan Upah Minimum Dinilai Kecil buat Tenaga Kerja di Indonesia

Upah minimum selalu menjadi perdebatan menjelang akhir tahun, karena menyangkut hajat hidup para pekerja.

+ PLUS Erupsi Gunung Semeru Sejak 1818 Sampai Sekarang

Gunung Semeru merupakan salah satu gunung api aktif tipe A yang tercatat mengalami erupsi kali pertama pada 1818.

+ PLUS Enam Sesar Aktif di Jawa Barat Simpan Potensi Gempa Bumi Magnitudo Besar

Jawa Barat memiliki enam sesar aktif yang berpotensi menyebabkan gempa bumi berkekuatan besar, salah satunya yang baru terjadi di Garut, Sabtu (3/12/2022).

+ PLUS Berhulu di Gunung Gajah Mungkur Wonogiri, Kali Oyo Surga Artefak Purba

Kali Oyo atau Oya berhulu di lereng barat Perbukitan Gunung Gajah Mungkur - Kukusan, Kecamatan Manyaran, Wonogiri, yang termasuk sungai purba dan mengandung artefak arkeologis yang kaya. 

+ PLUS Opioid Fentanil Ubah Jalanan Los Angeles bak Kota Zombie

Jalanan Los Angeles dipenuhi manusia mabuk bak zombie atau mayat hidup yang kecanduan fentanil.

+ PLUS Candi Borobudur Dikepung Empat Sungai, Empat Gunung, dan Sesar Gempa Aktif

Candi Borobudur memiliki potensi ancaman bencana alam tak sedikit, karena dikepung empat sungai, empat gunung, dan satu sesar aktif. 

+ PLUS Menjelajahi Geopark Dunia di 7 Geosite Wonogiri

Wonogiri menyimpan keindahan situs taman Bumi yang indah serta kekayaan arkeologi di zaman purbakala.

+ PLUS Jadi Video Terpopuler Youtube, Joko Tingkir Ngombe Dawet Penuh Kontroversi

Video musik Joko Tingkir Ngombe Dawet versi Yeni Inka dan Farel Prayoga berada di urutan ketiga video musik terpopuler Youtube tahun ini, meski liriknya penuh kontroversi.

+ PLUS Pengendalian IMEI Bikin Handphone Batangan Black Market Hilang di Pasaran

Penerapan pengendalian IMEI nasional membuat handphone atau ponsel batangan black market menghilang di pasaran.

+ PLUS Ladosan, Jamuan Makan Bak Raja di Pernikahan Wong Solo

Jamuan makan di pernikahan warga Kota Solo, Jawa Tengah, memiliki ciri khas tersendiri yang unik, yaitu melayani tamu seperti raja.

+ PLUS Menyusuri Rel Berusia 100 Tahun Rute Solo-Wonogiri

Sejarah mencatat jalur rel Solo-Wonogiri yang sampai saat ini masih berfungsi berusia sekitar 100 tahun.

+ PLUS Masa Depan Indonesia Cerah dari Energi Bersih

Sumber energi terbarukan yang lebih bersih di Indonesia sangat berlimpah dan belum dimanfaatkan dengan maksimal.

+ PLUS Poerwosariweg Kini Jl. Slamet Riyadi Belah Wilayah Mangkunegaran dan Kasunanan

Jalan Slamet Riyadi yang dahulu bernama Poerwosariweg membelah wilayah kekuasaan Kadipaten Mangkunegaran dan Kasunanan Keraton Surakarta.

+ PLUS Cianjur Sudah Sering Hancur Diguncang Gempa

Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merupakan zona rawan gempa yang telah sering kali rusak akibat bencana alam.

+ PLUS Gapura Mangkunegaran dan Kasunanan Surakarta Bertemu di Koridor Ngarsopura

Dua gapura baru bergaya Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran saling bertemu di perempatan Kawasan Ngarsopura dan Koridor Gatot Subroto Solo.

+ PLUS Deretan Penghuni Pertama IKN Nusantara

Inilah deretan orang yang akan menjadi penghuni pertama Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada 2024 mendatang.

+ PLUS Kupu-Kupu Malam Berperan di Era Revolusi Kemerdekaan

Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno, menganggap jasa kupu-kupu malam sangat besar dalam revolusi kemerdekaan Indonesia.