TENTANG ISLAM : Makan Sahur dan Puasa Ramadan
Kirab Ramadan (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto/ilustrasi)

Tentang Islam diasuh oleh H. Muhammad Amir, S.H., C.N., Ketua Majelis Pembina Yayasan Pendidikan Islam Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo. Tentang Islam juga dimuat di  subrubrik Ustaz Menjawab Khazanah Keluarga Harian Umum Solopos, setiap Jumat.

Solopos.com, SOLO — Tanya jawab tentang Islam kali ini dimuat di halaman Harian Umum Solopos edisi, Jumat (19/6/2015). Bahasan kali ini tentang pelaksanaan puasa Ramadan.

Simak pertanyaan dari Endang berikut jawaban dari Ustaz;

Pertanyaan
Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Pak Ustaz, saya masuk Islam baru kurang lebih lima bulan. Saya menjalankan puasa Ramadan kali pertama. Saya baru melakukan salat dan membaca syahadat, padahal rukun Islam ada lima.

Pertanyaan saya Pak Ustaz, saya perawan umur 32 tahun dan belum dapat jodoh sampai sekarang. Kalau saya sedang mengalami haid (menstruasi), apa saja yang tidak boleh saya dilakukan?

Apa hukumnya makan sahur? Waktu yang paling baik untuk makan sahur jam berapa? Agama saya Islam (mualaf) dan tidak kaya (miskin) apa saya harus membayar zakat? Terima kasih atas jawabannya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Endang P./Nogosari]

Jawaban Ustaz
Waalaikumsalam warahmatullaahi wabarakaatuh.

Ibu Endang yang mendapat hidayah dari Allah SWT, Ustaz ikut bersyukur Anda masuk Islam walau baru lima bulan yang lalu. Setelah masuk Islam, insya Allah dosa dan kesalahan Anda dihapus/diampuni oleh Allah SWT.

Seorang perempuan yang sedang haid (menstruasi) menurut ajaran Islam dilarang melakukan salat, puasa, dilarang melakukan tawaf, dan dilarang bersetubuh dengan suami (bagi yang sudah bersuami).

Puasa Ramadan hukumnya wajib bagi seorang muslim/muslimat yang sudah dewasa dan berakal sehat. Allah berfirman dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 183, yang artinya diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat sebelum kamu, agar kamu sekalian menjadi orang yang bertakwa.

Di samping puasa yang diwajibkan, ada puasa yang hukumnya hanya sunah saja, yaitu puasa hari Senin, Kamis, puasa bith (putih), puasa Arofah, dan sebagainya.

Nabi Muhammad SAW bersabda, ”Barang siapa yang berpuasa pada bulan Syawal sebanyak enam hari maka pahalanya seperti berpuasa setahun penuh. Dan barang siapa senang berpuasa maka dijamin sehat. Puasa bisa membersihkan jiwa, membersihkan badan, membersihkan harta dan membersihkan cita-cita.”

Seorang muslim/muslimat wajib membayar zakat apabila mempunyai harta cukup genap satu nisab (senilai 85 gram emas murni). Bagi mualaf dan miskin tidak berkewajiban membayar zakat.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom