Tutup Iklan

Temuan HIV/AIDS di Sragen Bertambah 38 Kasus Dalam 2 Bulan

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sragen menemukan 38 kasus baru HIV/AIDS selama dua bulan yakni April-Mei. Sementara jika dihitung sejak Januari-Mei, ditemukan ada 91 kasus baru HIV/AIDS.

Temuan HIV/AIDS di Sragen Bertambah 38 Kasus Dalam 2 Bulan

SOLOPOS.COM - Ilustrasi HIV/AIDS. (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SRAGEN -- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sragen menemukan 38 kasus baru HIV/AIDS selama dua bulan yakni April-Mei. Sementara jika dihitung sejak Januari-Mei, ditemukan ada 91 kasus baru HIV/AIDS.

Koordinator Pengelola Program KPA Sragen, Wahyudi, mengatakan sejak 2000 hingga akhir Mei 2019, total ada 1.097 temuan kasus HIV/AIDS di Sragen. Sebanyak 567 kasus di antaranya merupakan HIV, sementara 530 kasus sisanya AIDS.

Dalam kurun waktu 19 tahun itu, total terdapat 116 warga Sragen yang meninggal dunia karena AIDS. Pada 2019 ini, terdapat satu warga yang meninggal dunia karena penyakit mematikan itu.

Dari tahun ke tahun, jumlah temuan kasus HIV/AIDS di Bumi Sukowati terus meningkat. Pada 2016 terdapat 163 temuan kasus HIV/AIDS, 2017 terdapat 187 temuan, pada 2018 terdapat 227 temuan.

“Memang PR [pekerjaan rumah] kami ibarat membongkar fenomena gunung es. Sekarang yang dulunya tidak terlihat mulai tampak,” jelas Wahyudi kepada Solopos.com, Rabu (19/6/2019).

Wahyudi menjelaskan berdasar data yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), estimasi jumlah temuan HIV/AIDS di Sragen pada 2012 sebesar 1.595 kasus. Namun, pada 2016, Kemenkes sudah merilis data baru temuan pengidap HIV/AIDS di Sragen mencapai sekitar 2.000 kasus.

Estimasi itu didapat berdasar hasil survei yang dilakukan Kemenkes yang diperbarui setiap lima tahun. Angka estimasi yang dirilis Kemenkes itu menjadi tolok ukur atau indikator untuk mengetahui tingkat keberhasilan program penanggulangan HIV/AIDS di masing-masing daerah.

Berdasar angka estimasi pada 2012, jumlah kasus HIV/AIDS yang ditemukan di Sragen baru 60%. Sementara berdasar angka estimasi pada 2016, jumlah kasus HIV/AIDS yang ditemukan di Sragen baru sekitar 50%.

"Jadi, walau sudah ada 1.097 temuan kasus HIV/AIDS di Sragen sejak 2000, itu baru 50% dari angka estimasi yang dirilis Kemenkes pada 2016,” papar Wahyudi.

Ditemui terpisah, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengatakan penanggulangan HIV/AIDS harus dibarengi dengan komitmen kuat dan konsistensi dalam melaksanakan program. Kegiatan penanggulangan penyebaran virus mematikan tersebut diharapkan bisa dimaksimalkan di tempat-tempat yang disinyalir menjadi sarang menyebaran HIV/AIDS.

“Pasar Nglangon, Gunung Kemukus, dan lain-lain adalah tempat yang rentan ditemukan kasus penderita baru. Harus ada sesuatu yang baru. Pemahaman masyarakat di sekitar tempat-tempat itu harus bisa diubah supaya penularan HIV/AIDS bisa dicegah,” ucapnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Underpass Makamhaji Rusak Lagi, Pemkab Sukoharjo Mikir Ulang Terima Aset Dari Pusat

Pemkab Sukoharjo berpikir ulang untuk menerima aset underpass Makamhaji, Kartasura, karena kondisinya rusak lagi setelah diperbaiki Maret.

Jokowi Selamatkan 75 Pegawai KPK Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan

Jokowi tidak setuju 75 pegawai yang tidak lolos TWK itu diberhentikan. Menurutnya, masih ada opsi lain, yaitu pendidikan kedinasan.

2 Air Terjun di Lereng Gunung Muria Layak untuk Dikunjungi

Air Terjun Sekar Gading di Kabupaten Kudus masih sangat alami di mana air mengalir dari sisi kanan dan kiri seakan menambah keeksotisannya.

Klaster Corona Sumber Dipicu Acara Kumpul-Kumpul

Klaster di Sumber, Solo dipicu kegiatan buka bersama yang diselenggarakan salah satu warga yang bekerja di luar daerah dan sudah mengalami gejala tanpa rasa.

Dipastikan Aman, Pengemudi Perahu Wisata di WGM Wonogiri Punya Lisensi

Operator perahu wisata di WGM Wonogiri dipastikan sudah berlisensi dan mengerti standar keselamatan.

Masih Tinggi, Harga Daging Ayam di Solo Capai Rp45.000/Kg

Harga sejumlah komoditas harga pangan, termasuk daging ayam, masih tinggi di pasar tradisional di Kota Solo setelah momen Lebaran.

Sejarah Kelam Waduk Kedung Ombo hingga Jadi Tempat Wisata

Waduk Kedung Ombo yang membentang di tiga kabupaten di wilayah Jawa Tengah yakni Sragen, Boyolali, dan Grobogan, memiliki sejarah panjang.

87 Kasus Positif Covid-19 Muncul Sepekan Terakhir Di Sukoharjo, Mayoritas Klaster Keluarga

Sebanyak 87 kasus konfirmasi positif Covid-19 muncul di Sukoharjo dalam sepekan terakhir atau saat libur Lebaran dengan dominasi klaster keluarga

Dagangan Sepi, Bakul Siomai Nekat Bobol 5 Sekolah di Grobogan

Bakul siomai ini mengaku barang curian dari sekolah dasar tersebut dijual secara online.

Mengenal Glass Block, Material Penerang Ruangan dan Penjaga Privasi 

Glass block atau disebut juga dengan blok kaca merupakan material yang terbuat dari kaca tebal, tapi tampilannya tidak tembus pandang sehingga berbeda ketimbang kaca biasa.

Hari Pertama Buka Setelah Lebaran, Wisata WGM Wonogiri Langsung Ramai Pengunjung

Pengunjung objek wisata Waduk Gajah Munngkur atau WGM Wonogiri terpantau ramai ada hari pertama buka setelah Lebaran, Senin (17/5/2021).

Tidak Sekadar Gaya, Øje Eyewear Bagikan 4 Manfaat Kacamata Hitam bagi Kesehatan Mata

Øje Eyewear menghadirkan sederet koleksi kacamata hitam stylish dengan harga yang terjangkau.