Temuan Baru, Peneliti China Ungkap Bukti Asal-Usul Covid-19
Wuhan China telah menekan penyebaran virus corona di saat angka pasien Positif Covid-19 Amerika Serikat melonjak, 1 April 2020. (Reuters/Aly Song)

Solopos.com, BEIJING - Kelompok ilmuwan di China menemukan clade virus corona Covid-19 baru. Clade ini berbeda dari yang dibagikan di antara pasien yang terhubung dengan pasar makanan laut Huanan di Wuhan.

Pemerintah Klaim RS di Jakarta Mulai Sepi Pasien Covid-19, Faktanya?

Clade adalah istilah untuk kelompok taksonomi yang memiliki satu leluhur bersama dan semua keturunannya juga berasal dari moyang tersebut. Hasil tersebut memberikan bukti baru bahwa pasar di CHina mungkin bukan asal dari virus yang menyebabkan pandemi Covid-19 yang mematikan.

Dilansir Global Times, Selasa (26/5/2020), dalam penelitiannya, merek mengumpulkan sampel genom virus dari 326 pasien di Shanghai antara 20 Januari dan 25 Februari.

Mereka mengidentifikasi dua clades utama. keduanya termasuk kasus yang didiagnosis pada awal Desember 2019. Ini menurut sebuah makalah pre-review yang diterbitkan online oleh majalah Nature pada 20 Mei.

Jumlah Kasus Baru Covid-19 Naik Lagi, Inikah Normal Baru Indonesia?

Mereka memperhatikan bahwa genom dari enam pasien dengan riwayat kontak yang terkait dengan pasar makanan laut Huanan jatuh ke dalam satu jenis clade.

Perkembangan Penelitian Covid-19 di China

Sementara tiga pasien lainnya didiagnosis pada periode yang sama tetapi tanpa paparan ke pasar yang dikelompokkan ke dalam clade lainnya. Ini menunjukkan berbagai asal-usul penularan di Shanghai.

Dua garis keturunan utama dari virus yang berasal dari satu nenek moyang yang sama mungkin berasal secara independen dari Wuhan pada Desember 2019.

Balik ke Jakarta Wajib Miliki SIKM, Ini Kata Bupati Wonogiri

Itulah yang berkontribusi terhadap pandemi saat ini, meskipun tidak ada perbedaan besar dalam manifestasi klinis atau penularan yang ditemukan di antara mereka.

Penelitian Covid-19 ini dilakukan bersama oleh tim peneliti dari Shanghai Public Health Clinical Center and the National Research Center for Translational Medicine, China.

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho