Tempat Ritual Cagar Budaya Milik Disbud Boyolali Terbakar, Api Diduga Dari Pembakaran Dupa
Petugas damkar memadamkan api di lahan pohon pinus Desa Rogobelahan RT 001/RW 001, Suroteleng, Selo, Boyolali, Minggu (1/9/2019). (Istimewa)

Solopos.com, BOYOLALI -- Lahan pohon pinus dan tempat ritual cagar budaya milik Dinas Kebudayaan Boyolali terbakar pada Minggu (1/9/2019). Lokasi kebakaran tersebut berada di Rogobelahan RT 001/RW 001 Suroteleng, Selo.

Api yang berkobar di lahan pohon pinus itu diduga berasal dari pembakaran dupa dan menyan oleh warga. Kencangnya angin dan kondisi lahan yang ditumbuhi ilalang membuat api dengan cepat menyebar dan membakar lahan pinus tersebut.

Kepala Seksi (Kasi) Pemadam Kebakaran Satpol PP Boyolali, Dono Rumekso, mengatakan mendapat laporan dari warga mengenai kejadian kebakaran itu pukul 10.17 WIB.

“Kebakaran diduga berasal dari dupa dan meyan di lokasi tersebut. Lokasi tersebut kerap digunakan untuk ritual warga sekitar. Kerugian diperkirakan Rp14 juta,” kata dia kepada Solopos.com saat melalui telepon, Senin (2/9/2019).

Dono mengatakan embusan angin cukup kencang membuat api yang membakar dupa merembet hingga menyebabkan kebakaran hutan dan api sulit dijinakkan. Api cepat membesar karena tanaman yang ada mulai mengering akibat musim kemarau.

“Lahan seluas 10 m x 15 m hangus dilalap si jago merah. Beberapa warga yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha memadamkan api secara manual. Selain itu sebagian warga lain melaporkan kebakaran pemerintah desa dan ditindaklanjuti ke Pemadam Kebakaran Boyolali. Api berhasil dijinakkan pukul 13.20 WIB,” kata dia.

Avatar
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho