Tempat Ngetem Angkutan Umum Wonogiri akan Dibangun Permanen

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, WONOGIRI—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri akan membangun tempat ngetem angkutan umum di Sanggrahan, Giripurwo, Kecamatan Wonogiri secara permanen, tahun ini. Proyek diperkirakan menelan anggaran Rp1,5 miliar.

Kepala Dishub Wonogiri, Ismiyanto, saat ditemui Solopos.com di Sekretariat Daerah (Setda), Kamis (12/4/2018), mengatakan tempat ngetem yang akan dibangun separuh dari total luas lahan 3.630 m2. Lahan bekas pabrik jamu itu akan diberi bangunan beratap sebagai tempat tunggu bagi penumpang. Lokasi juga akan dibangun beberapa median sebagai tempat pemberangkatan angkutan desa (angkudes). Lahan akan dipadatkan menggunakan bebatuan lalu diaspal.

“Tempat ngetem akan dibangun semacam selter untuk pedagang dan WC juga. Selama ini para sopir dan penumpang menggunakan WC yang dikelola warga,” kata Ismiyanto.

Dia melanjutkan pembangunan tempat ngetem angkutan diproyeksikan menelan anggaran Rp1,5 miliar. Pihaknya akan mengusulkan anggaran tersebut kepada Bupati. Dia berharap anggaran bisa digunakan mendahului APBD perubahan.

“Setelah usulan anggaran disetujui, kami segera melelang paket pekerjaan,” imbuh Ismiyanto.

Salah satu sopir angkudes, Yoyok, 41, bersyukur jika benar tempat ngetem di Sanggrahan, Giripurwo dibangun permanen. Dia meminta Pemkab juga membangun musala. Selama ini para sopir dan penumpang yang ingin beribadah harus ke Masjid Agung At Taqwa dekat Alun-Alun Giri Krida Bakti. Padahal, jarak tempat ngetem dan masjid cukup jauh jika ditempuh dengan jalan kaki, yakni lebih kurang 300 meter.

“Kalau ada musala di sini [tempat ngetem] kan kami tidak perlu jauh-jauh kalau mau ibadah,” kata sopir angkudes jurusan Wonogiri-Tirtomoyo-Baturetno itu.

Sopir angkudes lainnya, Hardi, 34, meminta Dishub mengatur lamanya bus antarkota dalam provinsi (AKDP) yang ngetem. Banyak bus yang ngetem lebih dari 30 menit. Semakin lama bus ngetem, angkudes akan sepi penumpang. Hal itu karena para penumpang memilih menumpang bus dari pada angkudes. Dia tak mempermasalahkan bus ngetem, tetapi akan lebih baik jika waktunya diatur, misalnya paling lama 10 menit.

“Kalau tidak diatur bus akan ngetem lama terus. Hla kami mau mendapat penumpang bagaimana. Kalau mau ngetem lama bisa di terminal, bukan di sini,” ulas Hardi.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Waduh! Antrean Warga Mengular di Sentra Vaksinasi XT Square

Pendeknya durasi di hari Jumat akibat ibadah salat membuat warga berlomba datang lebih dulu hingga antrean mengular.

Sponsor Berlimpah, Persis Solo Kewalahan Terima Tawaran Kerja Sama

Jelang peluncuran tim dan jersey pekan depan, terhitung sudah 14 perusahaan yang mendukung Persis Solo musim ini.

Pelepasan Atlet PON XX Papua Kontingen Jawa Tengah asal Kota Solo

Pemkot Solo melepas 45 atlet, 9 pelatih

Total Dana IPO Tembus Rp32,14 Triliun, Kontribusi Bukalapak Rp21,9 Triliun

Dana hasil penawaran umum yang telah terkumpul hingga 16 September 2021 sebesar Rp32,14 triliun. Total dana itu berasal dari 38 perusahaan yang baru tercatat tahun ini.

Pemerintah Targetkan Ekspor Mobil Listrik di Tahun 2022

Infrastruktur dasar KIT Batang selesai sejak Mei 2021, pembangunan fasilitas recycle, cathode, dan precursor dimulai akhir tahun ini.

Dibujuk Bupati Sukoharjo, Sekeluarga Tidur di Kolong Meja Wedangan Tetap Tolak Tempati Rusunawa

Bupati Sukoharjo Etik Suryani membujuk satu keluarga pasutri Cahyo Yulianto dan Wiwin Haryati yang terpaksa tinggal dan tidur di kolong meja wedangan di Kartasura untuk menempati rusunawa.

1.681 Ibu Hamil di Kendal Sudah Ikut Vaksinasi Covid-19

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal, Wynee Frederica meminta ibu hamil yang ada di wilayahnya untuk tidak takut vaksinasi.

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Mendarat di Gurun Gobi, 3 Astronaut China Ditandu

Tiga astronaut China berhasil mendarat di Gurun Gobi, Jumat (17/9/2021), setelah perjalanan luar angkasa 90 hari.

5 Rumah Sakit di Sragen Punya Rapor Merah, Bupati Mencak-Mencak

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, meluapkan kemarahannya setelah mendapati lima dari 10 rumah sakit di Bumi Sukowati mendapat rapor merah dari BPJS Kesehatan.

Antisipasi Lonjakan Kasus Akhir Pekan, Pemkot Jogja Siapkan Isoter

Penyiagaan isoter itu sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan kasus di akhir pekan saat mobilitas masyarakat meningkat.

RSUD Sragen Kini Punya Generator Oksigen Mandiri, Nilainya Rp6,4 Miliar

RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen kini memiliki generator oksigen secara mandiri yang dipasang dengan anggaran senilai Rp6,4 miliar.

Evakuasi Tenaga Kesehatan Korban Penyerangan KKB di Pegunungan Bintang Papua

Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang diserang KKB

Pencemaran Bengawan Solo, Pelaku Ngaku Buang Ribuan Liter Limbah Ciu Ke Sungai Samin Setiap Hari

Polres Sukoharjo menggelar perkara kasus buang limbah ciu yang mencemari Sungai Bengawan Solo dengan peragaan oleh dua pelaku.

Tingkatkan Awareness Masyarakat Terkait Keamanan Bertransaksi Digital, BI Lakukan Ini

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo mengadakan webinar Interoperabilitas Sistem Pembayaran dan Keamanan Bertransaksi di Era Digital.

KKN UNS Tim 361 Edukasi Warga Ngargosari Sragen Hidup Sehat di Masa Pandemi

Tim 361 KKN UNS kemudian berinisiatif mengadakan sosialisasi pola hidup sehat di Desa Ngargosari, Sumberlawang, Kabupaten Sragen.