Tempat Karaoke Boyolali Masih Buka Setelah Pukul 21.00 WIB, Koalisi KMSB: Pemkab Jangan Tebang Pilih!

Pemkab Boyolali diminta tidak tebang pilih terkait aturan PPKM khusus untuk tempat karaoke yang masih buka hingga lewat pukul 21.00 WIB.

 Waspadai klaster tempat karaoke (ilustrasi/Freepik)

SOLOPOS.COM - Waspadai klaster tempat karaoke (ilustrasi/Freepik)

Solopos.com, BOYOLALI -- Koalisi Masyarakat Sipil Boyolali (KMSB) mempersoalkan operasional tempat karaoke yang dinilai tidak sesuai ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Mereka berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali tidak tebang pilih dalam menegakkan peraturan dan bisa menertibkan jam operasional tempat karaoke di Boyolali yang juga berpotensi menjadi sumber penularan Covid-19.

Koordinator Advokasi KMSB, Sa’adah Assalamah, mengatakan Surat Edaran (SE) Bupati Boyolali Nomor 300/1949/5.5/2021 terkait PPKM berpotensi gagal melindungi warga dari Covid-19 jika dalam pelaksanaaanya ada diskriminasi.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Boyolali Perketat PPKM Mikro

Lewat siaran pers yang diterima Solopos.com, Sa'adah menyebutkan tempat karaoke di Boyolali masih ada yang buka hingga lewat pukul 21.00 WIB. Padahal tempat-tempat kegiatan ekonomi lain seperti restoran, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima yang beroperasi malam hari sudah tutup pada jam itu.

Begitu juga pusat pembelanjaan dan angkringan sudah tidak ada lagi yang beroperasi selewat pukul 21.00 WIB, khususnya pada jalur utama perkotaan.

"Hal tersebut sangat berbeda dengan tempat hiburan malam yang notabene juga jadi sasaran pembatasan sesuai surat edaran Bupati Nomor 300/1949/5.5/2021. Kami masih melihat pusat pusat hiburan malam khususnya karaoke di Boyolali masih menjadi pusat kerumunan yang masif," katanya.

Baca Juga: Covid-19 Klaster Hajatan di Simo Boyolali: 30 Warga Positif, 2 Dusun Lockdown

Bisa Berdampak Hukum

Ia mengatakan kegagalan pemerintah menegakkan aturan PPKM pada tempat karaoke di Boyolali itu bisa berdampak hukum. Setiap orang yang harus dipenuhi dan dijamin hak atas kesehatannya juga memiliki hak menggugat pemerintah baik lewat mekanisme hukum nasional maupun internasional.

Hal itu sebagaimana diatur dalam UU No 12/2005 tentang Pengesahan Konvensi Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya khususnya Pasal 12 terkait Hak atas Kesehatan.

Untuk itu KMSB mendesak Pemkab Boyolali untuk memastikan tidak adanya diskriminasi dalam penindakan pelanggaran PPKM. KMSB juga meminta Pemkab Boyolali menindak tempat hiburan malam/karaoke yang masih jadi tempat kerumunan massa.

Baca Juga: 4 Bulan Kosong, Bangsal Covid-19 Brotowali II Di Rusunawa Boyolali Terisi Lagi

Selain itu KMSB meminta Pemkab Boyolali menindak tempat hiburan malam atau karaoke yang masih beroperasi di atas pukul 21.00 WIB. Juga memberikan sanksi yang tegas terhadap siapa pun yang melanggar aturan PPKM tanpa diskriminasi.

Sementara itu, Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali, Tri Joko Mulyono, mengatakan terkait SE Bupati Boyolali mengenai PPKM, Satpol PP sudah menindaklanjuti dengan kegiatan sosialisasi. Termasuk penertiban nantinya.

Ia juga menyampaikan dalam melakukan tugasnya, tidak ada tebang pilih. Semua lapisan masyarakat dan pelaku usaha harus mematuhi ketentuan PPKM.

Baca Juga: Keren! Warga Lereng Merapi-Merbabu Boyolali Kirim Bantuan 1,5 Ton Sayur Untuk Warga Yang Isolasi Mandiri

Surat Peringatan

"Kami tidak tebang pilih. Tapi kami sangat berterima kasih dengan adanya pernyataan dari kelompok masyarakat tersebut. Artinya ada perhatian atas kinerja kami. Ini tentu menjadi penyemangat kami untuk lebih baik dalam melaksanakan tugas," katanya, Jumat.

Terkait pengawasan untuk tempat karaoke di Boyolali, ia mengatakan sudah dilakukan sesuai prosedur standar operasional. "Bisa dilihat di lokasi karaoke pasti sudah ada tempelan-tempelan yang kami edarkan. Ada beberapa kegiatan pembubaran yang juga pernah kami lakukan pada tempat karaoke," katanya.

Tri Joko mengatakan surat peringatan juga sudah beberapa kali dilayangkan kepada pengelola tempat karaoke yang melanggar aturan. Itu semua terdokumentasi.

Baca Juga: Ratusan Pemasok Tekstil Dari Zona Merah Covid-19 Masih Berdatangan Ke Kawasan Pasar Klewer Solo

"Misalnya mau dicek semua ada dokumentasinya. Kami mungkin tidak sempurna, tapi kami berupaya untuk melakukan semaksimal mungkin, disesuaikan dengan jumlah personel yang ada," ujarnya.

Terkait SE Bupati Boyolali yang berlaku 15-28 Juni, Tri Joko memastikan sudah diedarkan ke masyarakat termasuk pelaku usaha. "Sosialisasi dulu baru penertiban. Sosialisasi sudah berjalan tiga hari ini. Kalau ada kesan tebang pilih, sebenarnya tidak. Itu bisa diklarifikasi langsung kepada kami," lanjutnya.

Selain kegiatan evaluasi dan monitoring di tempat karaoke, belum lama ini Satpol PP Boyolali juga melakukan tes swab antigen kepada pengunjung dan pegawai karaoke.


Berita Terkait

Berita Terkini

Peringatan Maulid Nabi ala SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen

Siswa SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menulis sosok kisah Nabi Muhammad dan akan membukukan karya murid tersebut.

Tak Ada Temuan Siswa Positif Covid-19 saat PTM di Sragen

Disdikbud Sragen mengusulkan menambah durasi jam pelajaran untuk PTM yang semula tiga jam menjadi empat jam/hari untuk mengejar ketertinggalan materi.

Keren, STT Warga Vaksinasi Ribuan Warga Sukoharjo

STT Warga mendapat apresiasi dari Polres Sukoharjo karena membantu percepatan vaksinasi Covid-19, tidak hanya warga kampus tapi juga masyarakat umum.

Pemkab Wonogiri Atur Strategi Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 Akhir Tahun

Selain masalah kesehatan, Pemkab Wonogiri perlu memperhatikan aspek ekonomi, pendidikan, budaya, dan sosial.

Event Pameran Dongkrak Transaksi Solo Great Sale 2021

Penyelenggaraan event pameran seperti Ekraf Mart 2021 dan BUMN-UMKM Great Sale 2021 turut mendongkrak transaksi Solo Great Sale.

PTM SMA/SMK di Wonogiri Pedomani Prosedur Provinsi

Di Kabupaten Wonogiri ada empat SMA yang sudah pernah menggelar uji coba, yakni SMAN 1-3 Wonogiri dan SMAN 1 Wuryantoro.

Rock in Solo Digelar Indoor, Down for Life Dipastikan Tampil

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menegaskan event Rock In Solo 2021 akan digelar Indoor namun masih merahasikan lokasinya.

Ketemu Atta Halilintar Seusai Laga PSG Pati Vs PSIM, Gibran Bilang Gini

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ketemu Atta Halilintar seusai pertandingan AHHA PS Pati vs PSIM Jogja di Stadion Manahan Solo, Selasa.

Ingin Toilet Umum Sebersih di Hotel, Ini Langkah The Sunan Hotel Solo

Toilet umum seringkali menjadi titik lemah dari kawasan pariwisata. Padahal toilet memiliki pengaruh yang cukup besar bagi citra pariwisata daerah.

Muncul Klaster Covid-19, Aturan PTM di Sekolah Solo Berubah?

Pemkot Solo menerbitkan SE Wali Kota terbaru tentang PPKM level 2 yang berlangsung mulai 19 Oktober hingga 1 November, aturan PTM berubah?

Bos Arisan Online asal Mojolaban Sempat Ngumpet di DIY Sebelum Terciduk

Ibu rumah tangga asal Cangkol, Mojolaban, Sukoharjo, yang menjadi pelaku penipuan berkedok arisan online sempat sembunyi di Sleman, DIY.

AHHA PS Pati Kalah Lagi, Reaksi Atta Halilintar di Luar Dugaan

Klub AHHA PS Pati atau PSG Pati kembali menelan kekalahan melawan PSIM Jogja dalam laga lanjutan kompetisi Liga 2 di Stadion Manahan Solo, Selasa.

Polisi Wonogiri pun Dilatih Berkendara yang Aman

Polisi yang sudah dilatih diminta melatih warga di wilayah tugas masing-masing untuk meminimalisasi kecelakaan lalu lintas.

Klaten Hari Ini: 19 Oktober 2013, Diler Terbakar, 13 Motor Hangus

Delapan tahun lalu, 13 sepeda motor hangus dalam insiden kebakaran sebuah diler yang ada di Sutran, Bolali, Wonosari, Klaten ludes dilalap api, Jumat (18/10/2013) malam.

Bupati Pastikan Atlet Klaten Peraih Medali PON XX Papua Dapat Tali Asih

KONI Klaten sudah menyiapkan dana tali asih itu masing-masing Rp12,5 juta untuk peraih medali emas, Rp7,5 juta untuk peraih perak, dan Rp5 juta untuk peraih perunggu.