TEMON HOLIC : Ini 3 Pantangan Bagi Anggota Temon Holic

TEMON HOLIC : Ini 3 Pantangan Bagi Anggota Temon Holic

SOLOPOS.COM - Komunitas Temon Holic berjoget saat pentas dangdut Sera di THR Sriwedari, Rabu (6/5/2015) malam. (Sunaryo HB/JIBI/Solopos)

Temon Holic menjadi komunitas joget di Soloraya, DI Yogyakarta hingga Jawa Timur. Ada aturan yang harus ditaati anggot Temon Holic.

Solopos.com, SOLO – Temon Holic tidak hanya menjadi komunitas pencinta joget di wilayah Klaten. Jogetan Temon Holic memang unik.

Selain antimabuk, jogetan Temon Holic juga menggerakkan semua anggota tubuh. Di situs berbagi video Youtube, bertebaran video Temon Holic, jika menuliskan kata kunci Temon Holic pada kolom search di Youtube. (Baca: Joget Antimabuk Temon Holic)

Ketua Temon Holic Pusat, Teguh Riyanto, kepada Solopos.com, Rabu (6/5/2015) mengatakan ada komitmen bagi anggota Temon Holic. Komitmen itu dicantumkan dalam aturan resmi organisasi.

Ada tiga pantangan yang harus dihindari para anggota Temon Holic, yaitu mabuk saat joget, melakukan tindakan anarkis dan main perempuan. Mereka juga berkomitmen untuk tidak merokok saat berjoget.

Larangan itu memang disesuaikan dengan visi-misi yang hendak mereka capai. Mereka mengklaim kelebihan Temon Holic adalah berjoget secara kompak sesuai gerakan leader.

Leader itu tak harus Temon alias Muctar Setyo Wibowo, pelopor Temon Holic. Dengan konsep itu, leader joget bisa dilakukan bergantian. Hal itu diharapkan menumbuhkan rasa percaya diri untuk berjoget.

"Temon membuat filosofi kreasi, imajinasi/inspirasi, seni atau biasa disingkat K.I.S. Ada spontanitas dalam joget yang kami lakukan," ungkapnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Singapura Lockdown, Restoran Hanya Terima Take Away

Pemerintah Singapura mengumumkan lockdown pada pertemuan sosial dan kegiatan publik pada Jumat (14/5/2021).

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).

Ketua LHKP-PWM Jateng Sesalkan Pernyataan Ali Mochtar Ngabalin, Desak Minta Maaf

Pernyataan Ali Muktar Ngabalin, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden terkait Busro Muqodas disesalkan Khafid Sirotudin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jateng.

Bhabinkamtibmas Catat ada 1.241 Pemudik Tiba Sragen

Kebanyakan pemudik tiba di Sragen sebelum larangan mudik Lebaran diberlakukan.

Wuih! Ada Wahana Baru di Gunung Pegat Sukoharjo Loh

Gunung Pegat Sukoharjo kini dilengkapi sejumlah wahana baru.

Korban Tewas Karena Jebakan Tikus Di Sragen Tembus 17 Orang, Ini Daftarnya!

Korban meninggal dunia akibat tersengat jebakan tikus beraliran listrik terus berjatuhan di Kabupaten Sragen.

H+1 Lebaran, Pengunjung Wisata Air di Klaten Sepi

Disparbudpora Klaten memprediksi puncak kunjungan ke objek wisata air di Kabupaten Bersinar berlangsung, Sabtu (15/5/2021).