Orang tua menginap di pinggir jalan dekat Kantor Telkom Gladak Solo demi menemani anaknya mendaftar PPBD online, Minggu (30/6/2019) malam. (Solopos/Tamara Geraldine)

Solopos.com, SOLO -- Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Solo online baru dibuka Senin (1/7/2019) pagi. Namun, ratusan orang tua dan calon siswa terlihat sudah memadati Kantor Telkom Gladak di Jl. Mayor Kusmanto No. 1 Kedunglumbu, Pasar Kliwon, Solo, sejak Minggu (30/6/2019) malam.

Mereka menunggu di Kantor Telkom agar bisa menggunakan layanan Internet di Wilayah Usaha Telekomunikasi Indonesia (Witel Telkom) Solo. Hawa dingin tak menyurutkan tekad orang tua dan calon siswa untuk menunggu pendaftaran online PPDB jenjang SMA dan SMK dibuka.

Pantauan Solopos.com, mereka mulai berdatangan untuk membeli voucher wifi.id di Kantor Telkom Gladak pukul 19.00 WIB, Minggu (30/6/2019). Beberapa orang tua rela bahkan tidur di depan Kantor Telkom Gladak agar anaknya bisa mendaftar PPDB online 2019.

Hal itu mereka lakukan lantaran tak ingin anaknya terlempar dari sekolah pilihannya. Mereka berpendapat PPDB Online 2019 akan mengutamakan siswa yang mendaftar lebih dahulu.

Salah satu orang tua calon siswa asal Pajang, Laweyan, Solo, Siti Khorima, datang bersama kedua anaknya. Ia mencari lokasi yang bisa menjangkau layanan wifi.id.

Kantor Telkom Gladak menjadi sasaran utama untuk mendapat layanan tersebut. Setibanya di Kantor Telkom Gladak, tempat tersebut sudah penuh dengan calon siswa yang mengakses situs pendaftaran.

Siti menyuruh kedua anaknya duduk di lantai depan Kantor Telkom Gladak yang masih kosong. Kemudian Siti berjalan menuju salah satu staf Kantor Telkom Gladak untuk membeli voucher wifi.id.

Siti bercerita sejak pukul 18.00 WIB sudah mencari warung Internet (warnet) yang buka 24 jam. “Saya sudah mencari sejak tadi sebelum azan Magrib. Beberapa warnet yang buka 24 jam sudah penuh. Beberapa orang tua sudah memesan terlebih dahulu,” ujarnya saat ditemui Solopos.com di Kantor Telkom, Senin.

Ia mengaku terpaksa meminjam laptop milik juragannya karena dirinya tak mempunyai laptop. Dia meminjam laptop pada anak juragan untuk mendaftarkan anaknya di PPDB.

Pinjam Laptop

“Ini tadi saya datang ke rumah juragan saya untuk meminjam laptop milik anaknya. Alhamdulilah saya bisa dipinjami laptop oleh juragan saya. Nantinya ini [laptop] digunakan secara bergantian,” ujarnya.

Hal sama disampaikan warga Gandekan, Jebres, Dyah Utami. Ia mengaku datang ke Kantor Telkom Gladak sejak pukul 18.00 WIB, Minggu. Dia kemudian menginap di depan kantor itu.

Ia mengaku pada Senin dini hari, tepatnya pukul 00.00 WIB, sudah berencana mendatangi Kantor Telkom Gladak bersama orang tua lainnya untuk mendaftar PPDB online. Ia mengaku sudah janjian akan datang dengan orang tua siswa lainnya.

“Mereka membawa tikar dan termos berisi air panas untuk membuat minuman hangat,” ujarnya.

Ia juga telah menyuruh anaknya membeli voucher wifi.id di Kantor Telkom Gladak sebelum pendaftaran. Menurut dia, PPDB Online 2019 akan mengutamakan siswa yang mendaftar lebih dulu.

“Pendaftar pertama akan lebih diterima dibandingkan pendaftar pada hari terakhir,” kata dia.

Ia meyakini banyak orang tua dan siswa yang ingin mendaftar di hari pertama. Dia berharap ketika pendaftaran situs PPDB online tidak error.

“Pendaftar banyak di hari pertama pastinya ada lonjakan pendaftar dibandingkan hari sesudahnya,” ujarnya.

Hal serupa terlihat di restoran cepat saji McDonald's Jl. Slamet Riyadi No. 112, Keprabon, Banjarsari. Beberapa siswa dan orang tua sengaja mencari kafe atau tempat makan yang memiliki akses Internet lancar.

Ada beberapa siswa yang duduk di dalam mobil karena tidak mendapatkan kursi di restoran tersebut. Pukul 02.00 WIB, Minggu, restoran tersebut ramai dipadati siswa dan orang tua siswa yang membawa laptop.

Di depan terlihat beberapa orang tua membacakan angka demi angka yang tertulis di lembaran fotokopian kartu keluarga (KK). Beberapa orang tua sibuk membacakan dan menata lembaran fotokopian yang mereka bawa.

“Di sini [McDonald's Slamet Riyadi] sudah bisa mengakses Internet melalui wifi.id tetapi juga tersedia layanan Internet kencang. Saya sudah membeli voucher wifi.id takutnya nanti Internet lemot saya bisa gunakan itu voucher Internet. Kalau di Telkom Gladak dipastikan penuh dengan siswa yang mengakses pendaftaran. Saya yakin nanti server-nya lemot. Akhirnya saya dan anak saya mencari kafe yang memiliki layanan Internet cepat,” kata warga Baturan, Colomadu, Karanganyar, Hanung Kumalasari.

Ia mengaku rela tidak tidur untuk menemani anaknya yang ingin mendaftarkan sekolah ke jenjang SMAN. “Ini perjuangan orang tua, tahun ini mencari sekolah anak lebih ribet dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Ia mengaku sudah mendapatkan info mengenai sistem zonasi. Kemudian, ia akan menghitung jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah yang dituju.

Menurut dia, sistem pendaftaran akan memprioritaskan peserta didik yang mendaftar lebih awal. “Katanya sistem PPDB online lebih memprioritaskan peserta didik yang mendaftar lebih dahulu. Makanya banyak orang tua yang rela malam-malam keluar seperti ini,” ujarnya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten