Ilustrasi operasi pasar. (Antara-Diskominfo Kota Madiun)

Solopos.com, TEMANGGUNG Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kabupaten Temanggung mempersiapan operasi pasar (OP) beras untuk daerah-daerah yang tidak ada panen sejak musim kemarau lalu.

"Kami tengah mempersiapan untuk melakukan OP beras, di daerah yang memang tidak ada panen seperti di Kecamatan Tretep dan Wonoboyo," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Temanggung Rony Nurhastuti di Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (28/12/2018).

Ia mengatakan OP tersebut untuk mengantisipasi kenaikan harga beras di daerah tersebut yang memang lahan sawahnya sangat kecil. Ia menuturkan pihaknya kini tengah melakukan pendataan berapa kebutuhan beras di daerah tersebut.

"Kami minta data ke desa atau kecamatan berapa kebutuhan beras, setelah itu baru kami sampaikan ke Bulog untuk mengadakan OP beras," katanya.

Ia mengatakan kenaikan beras di Temanggung secara umum tidak begitu signifikan, sekitar Rp500/kg. Namun, karena di daerah Tretep dan Wonoboyo itu tidak ada panen padi maka perlu dilakukan OP agar harga beras tetap stabil.

Berdasarkan pengalaman awal tahun 2018, katanya saat dilakukan OP beras di beberapa pasar tradisional wilayah Kabupaten Temanggung, permintaan beras di daerah tersebut cukup tinggi, khususnya di Kecamatan Tretep. Ia menyebutkan waktu itu dalam pelaksanaan OP di Pasar Tretep dari persediaan 5,5 ton beras habis dalam kurun waktu sekitar 2 jam.

"Karena animo masyarakat membeli beras tinggi, waktu itu Bulog menambah kuota OP beras di Tretep menjadi 22 ton," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten