Temanggung KLB DBD, 116 Warga Terjangkiti, 1 Balita Tewas
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Jateng melakukan fogging atau pengasapan di Sekip Baru, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Temanggung yang merupakan salah satu lingkungan yang belasan warganya terjangkit DBD. (Antara-Heru Suyitno)

Solopos.com, TEMANGGUNG — Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menyatakan enam desa dan kelurahan di daerah setempat mengalami kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD).

Pemkab setempat emoh tanggung jawab sendirian.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Sukamsih, di Temanggung, Senin (27/1/2020), menyebutkan keenam desa dan kelurahan yang terjangkiti KLB tersebut adalah Kelurahan Parakan Kauman Kecamatan Parakan, Desa Kedu Kecamatan Kedu, Desa Kandangan, Wadas dan Desa Kedungumpul di Kecamatan Kandangan, serta Kelurahan Sidorejo Kecamatan Temanggung.

Sukamsih menjelaskan di keenam titik kasus KLB tersebut pihaknya sudah melakukan fogging atau pengasapan.

Mahasiswi Cantik UNS Solo Sukses Jualan Sari Lemon Beromzet Ratusan Juta

Akibat serangan DBD itu, katanya, satu korban nyawa anak balita warga Kelurahan Parakan Kauman dan 116 orang dirawat di rumah sakit.

Biar Bisa Capai Orgasme, Ini Cara Stimulasi Payudara Wanita

Demi menanggulangi KLB demam berdarah dengue itu, lanjutnya, Dinas Kesehatan Temanggung sudah melakukan pengasapan.

Merinding! Cerita Driver Ojol Antar Makanan ke TPU Purwoloyo Solo

"Sudah langsung dilakukan fogging dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pemberantasan sarang nyamuk [PSN]," katanya.

Kematian Kobe Bryant Sudah Diprediksi Sejak 2012

Diakuinya, butuh peran serta lebih serius semua unsur dalam mencegah DBD.

Gejala hingga Cara Pencegahan Virus Corona

Kisah Pilu Rehan, Bocah SD Wonogiri yang Terpaksa Sering Bolos karena Urus Nenek

"Di sini tidak hanya pemerintah saja yang bertanggung jawab, namun masyarakat juga mempunyai tanggung jawab yang sama dalam mencegah perkembangan penyakit ini dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, jangan sampai ada air tergenang untuk bekembang biak nyamuk Aedes aegypti," tukas Sukamsih.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho