Teman Lama, Kenapa Sudarso Getol Mengkritik Yusuf Mansur?

Sudarso pernah dilaporkan Yusuf Mansur ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik.

 Dai kondang Ustaz Yusuf Mansur (berpeci), dan Sudarso Arief Bakuama (kanan) saat mediasi terkait laporan investor proyek Condotel Moya Vidi, Darmansyah (kiri) di Jakarta, Februari 2017 silam. Saat itu mereka ditemani tim kuasa hukum masing-masing dan penyidik Mabes Polri. (Istimewa/ Thayyibah.com)

SOLOPOS.COM - Dai kondang Ustaz Yusuf Mansur (berpeci), dan Sudarso Arief Bakuama (kanan) saat mediasi terkait laporan investor proyek Condotel Moya Vidi, Darmansyah (kiri) di Jakarta, Februari 2017 silam. Saat itu mereka ditemani tim kuasa hukum masing-masing dan penyidik Mabes Polri. (Istimewa/ Thayyibah.com)

Solopos.com, JAKARTA — Wartawan Thayyibah.com, Sudarso Arief Bakuama getol mengkritik konsep sedekah dan investasi yang digalang dai kondang Ustaz Yusuf Mansur.

Ia menulis buku yang berisi kritikan untuk Yusuf Mansur, yakni Yusuf Mansur Menebar Cerita Fiktif, Menggugat Yusuf Mansur, 1001 Dusta Paytren Yusuf Mansur, dan Banyak Orang Bilang Yusuf Mansur Menipu.

PromosiPrasasti Talang dan Candi Borobudur Ungkap Makanan Pokok Asli Indonesia

Mantan wartawan Majalah Amanah itu bahkan pernah dilaporkan oleh Yusuf Mansur ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik.

Apa motif Sudarso mengulik ajaran sedekah dan bisnis Yusuf Mansur? Sudarso mengaku tidak ada tendensi pribadi atas apa yang dilakukannya sejak beberapa tahun lalu itu.

Baca Juga: Pernah Dilaporkan ke Bareskrim, Sudarso Tak Henti Kritik Yusuf Mansur

“Semuanya saya lakukan untuk meluruskan yang salah. Banyak orang-orang yang menjadi korban Jam’an (Jam’an Nurchotib Mansur, nama kecil Yusuf Mansur),” ujar Sudarso dalam sebuah diskusi di Bandung yang dikutip Solopos.com, Rabu (26/1/2022).

Sudarso mengaku mengenal Yusuf Mansur sejak lama. Pada tahun 1995, sebagai wartawan Pos Kota dirinya bertugas meliput bidang keagamaan sehingga berhubungan dengan banyak tokoh Islam.

“Saya menulis buku-buku tentang Yusuf Mansur itu bukan ujug-ujug, bukan ingin terkenal atau apa. Saya pada 1995 di Pos Kota sudah ditugasi untuk menulis masalah-masalah seputar agama dan kiai/ustaz. Saya mewawancarai tentang isu-isu keagamaan. Saya amati dia, saya tulis di majalah saya tahun 2003,” ujar Sudarso.

Baca Juga: Paytren Pengumpul ZIS Terbaik, Yusuf Mansur: Alhamdulillaah

Pada 2003, Sudarso yang kala itu menjadi wartawan Majalah Amanah bahkan menulis dai muda itu di cover medianya dengan judul The New Rising Star. Belakangan, pria asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur itu mengaku menyesal telah memuat tulisan tersebut.

“Saya tulis dia The New Rising Star. Gak ada internet waktu itu, jadi belum di-upload,” ujar Sudarso kepada Solopos.com.

Tak hanya dekat sebagai wartawan dan narasumber, Sudarso mengatakan kedekatan tersebut karena salah satu guru di pondok pesantren yang diasuh Yusuf Mansur adalah adik kelasnya di pesantren.

“Ustaz Rohimuddin salah satu guru di Daarul Quran yang menjadi kepercayaannya adalah adik tingkat saya di Pesantren Attaqwa Bekasi, jadi saya interaksi sudah lama. Saya kenal dia, dia kenal saya,” lanjut dia.

Lama tidak berinteraksi dengan Yusuf Mansur, Sudarso kembali menulis teman lamanya itu pada 2015 saat Yusuf Mansur mencanangkan sedekah nasional dan mendapat perhatian besar media-media nasional.

Ia pun menulis di situs dakwatuna.com. Tak disangka, tulisan itu ternyata mendapat respons dari banyak kalangan, termasuk pengusaha nasional Puspo Wardoyo.

Baca Juga: Ini Alasan Eks TKW Geram kepada Ustaz Yusuf Mansur

Pemilik Wong Solo Group itu lantas memberi pernyataan yang berisi kritikan atas konsep sedekah Yusuf Mansur yang dinilai menyesatkan umat lantaran dianggap menggantungkan nasib pada keajaiban setelah bersedekah. Pernyataan Puspo tersebut membuat heboh publik.

“Tulisan itu direspons banyak orang. Mereka lalu mengaku tentang masalah-masalah yang mereka hadapi. Karena terlalu banyak orang yang mengadu akhirnya saya tulis dan diunggah ke Youtube hingga hari ini,” katanya.

Sebelumnya, Yusuf Mansur mengancam melaporkan orang-orang yang dianggapnya menebar fitnah terhadap dirinya. Saat ini ia sedang melakukan istikharah selama 40 hari dengan menggelar yasinan di seluruh pondok pesantren yang diasuhnya.

“Nah yang gini-gini ini harus dilaporin. Kami sedang yasinan 40 hari, semua pondok pesantren dan rumah tahfiz. Bahkan yang di Hongkong dan Gaza. Ini yasinan untuk menentukan. Semua yang punya narasi pidana sudah diarsip dan diprofiling, baik akun Tiktok, Youtube dan lain-lain. Apalagi yang sudah bikin buku, bisa langsung dihajar itu sama tim hukum kami,” katanya seperti dikutip dari kanal Youtube Daqu Channel.

Namun, kata dia, jika ternyata setelah yasinan ada petunjuk dari Tuhan untuk tidak melanjutkan ke ranah hukum dirinya pun akan melaksanakannya.

Kini yasinan yang digelar Yusuf Mansur melibatkan santri di berbagai pondok Pesantren Daarul Quran telah melewati hari ke-30. Belum diketahui akan seperti apa langkah yang bakal ditempuh dai kondang itu setelah istikharah 40 hari usai.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Mengundang Bencana di Tanah Bencana

+ PLUS Mengundang Bencana di Tanah Bencana

Ekspansi industri dan pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir Kota Semarang hingga Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, menicayakan krisis lingkungan berupa tanah ambles dan banjir atau rob.

Berita Terkini

Profil Ketua MK Anwar Usman, Adik Ipar Baru Presiden Jokowi

Ketua MK Anwar Usman resmi menjadi adik ipar Presiden Jokowi setelah menikahi Idayati di Solo, Kamis (26/5/2022).

Memprihatinkan, Belum Banyak Mahasiswa Hukum Baca Putusan Peradilan

Cukup memprihatinkan, mahasiswa Fakultas Hukum saat ini tidak tertarik untuk membaca putusan-putusan hukum semisal putusan MK terkait dengan persoalan KPK.

Mengundang Bencana di Tanah Bencana

Ekspansi industri dan pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir Kota Semarang hingga Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, menicayakan krisis lingkungan berupa tanah ambles dan banjir atau rob.

Temui Presiden dalam GPDRR di Bali, Save The Children Suarakan Aspirasi

Presiden Joko Widodo menyambangi Rumah Resiliensi Indonesia (RRI) sebagai bagian dari Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022.

Nikahi Adik Jokowi, Ketua MK Anwar Usman Pernah Main Film, Ini Judulnya

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman yang menikahi adik Jokowi, Idayati, ternyata pernah bermain film. Apa judulnya?

Kembalinya Sentralisasi

Penunjukan dan pengangkatan para penjabat kepala daerah pada 2022 dan 2023 dengan masa jabatan setahun hingga lebih dari dua tahun sama saja dengan mengembalikan sentralisasi pemerintahan.

Nikahi Adik Jokowi, Ketua MK Anwar Usman Pernah Jadi Guru Honorer

Nikahi adik Jokowi, Idayati, ternyata Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, ternyata pernah menjadi guru honorer.

Biodata Anwar Usman, Ketua MK yang Nikahi Adik Jokowi Hari Ini

Ini dia biodata atau profil dari Anwar Usman, Ketua MK yang menikahi adik Jokowi, Idayati hari ini, Kamis, 26 Mei 2022.

Dinilai Berhasil Kendalikan Covid-19, Indonesia Dapat Pujian dari PBB

Perhimpunan Bangsa-Bangsa (PBB) memuji Indonesia yang dinilai berhasil mengendalikan Covid-19 sehingga perhelatan forum Platform Global Pengurangan Risiko Bencana (GPDRR) 2022.

Kisah Nokia yang Hilang dan DPD yang Merasa Dibedakan

Saat Apple membukukan keuntungan US$123,9 miliar atau setara Rp1,779 triliun per Desember 2021, Nokia justru mulai dilupakan.

Sejarah Hari Ini: 26 Mei 1889 Menara Eiffel Dinaiki Pengunjung

Beragam peristiwa bersejarah di berbagai belahan dunia terjadi dari tahun ke tahun pada 26 Mei.

Ada Beasiswa S2 di China dari Luhut dan LPDP, Begini Persyaratannya

Untuk teknis pelaksanaan program beasiswa tersebut, Menteri Luhut bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Penembakan Massal di Texas, 14 Siswa dan Seorang Guru Terbunuh

Penembak yang baru berusia 18 tahun tewas oleh polisi yang merespons kejadian penembakan massal itu.

Subsidi Minyak Goreng Dicabut, Ini Yang Jadi Acuan Ekspor

Program penyediaan minyak goreng curah bersubsidi yang dikoordinasikan oleh Kemenperin akan berhenti pelaksanaannya pada 31 Mei 2022.

Kendaraan Nyelonong Jadi Kekhawatiran Saat Penerapan MLFF di Jalan Tol

Penggunaan teknologi multi lane free flow (MLFF) akan menghapus peran gerbang tol. Perilaku-perilaku menyimpang dari masyarakat mungkin saja terjadi, misalnya kendaraan yang nyelonong meski tidak bertransaksi.