Telan Rp13 Miliar, Proyek Jembatan Lama Wonogiri-Sukoharjo Butuh Waktu 9 Bulan
Pengguna jalan melintas di jembatan lama Nambangan, Selogiri, Wonogiri, Kamis (24/9/2020). (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI -- Proyek pembangunan jembatan lama penghubung Wonogiri-Sukoharjo, Desa Nambangan, Selogiri, Wonogiri, menelan anggaran lebih kurang Rp13 miliar.

Proyek itu akan berlangsung hingga sembilan bulan mulai September 2020 hingga Mei 2021 dengan sistem multiyears atau tahun jamak.

Informasi yang Solopos.com peroleh, Kamis (24/9/2020), proyek itu milik Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah III Jawa Tengah Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Jawa Tengah-DIY Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Pelaku Usaha Sekitar Proyek Flyover Purwosari Solo Ancang-Ancang Pindah

Instansi tersebut juga disebut Satker PJN Wilayah III Jateng BBPJN Jateng-DIY Kementerian PUPR. Pelaksana proyek yakni PT Damai Citra Mandiri dan PT Deltamarga Adyatama, KSO.

Kontraktor mengerjakan proyek jembatan lama penghubung Sukoharjo-Wonogiri itu mulai 14 September dengan durasi 270 hari kalender.

Proyek itu utamanya mengganti konstruksi jembatan lama dengan jembatan baru. Konstruksi jembatan lama berupa rangka baja Australia dengan bentang 105 meter dan lebar 4 meter termasuk trotoar (lebar efektif 3 meter).

Duh! 80 Persen Penyelenggara Hajatan Karanganyar Belum Paham Aturan Jarak Kursi Tamu

Gelagar Beton

Pelaksana proyek akan mengganti konstruksi dengan gelagar beton prategang PCI GIR DER dengan bentang 100 meter dan lebar 8,8 meter termasuk trotoar (lebar efektif 6,5 meter).

Saat Solopos.com memantau ke lokasi jembatan lama Wonogiri-Sukoharjo itu pekan lalu, ada garis panjang yang membentang dari ujung ke ujung jembatan. Pada bagian tengah jembatan terdapat kode tertentu.

Warga setempat menginformasikan ada pekerja yang membuat penanda itu, belum lama ini. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum atau DPU Wonogiri, Didik Sudarmaji, kepada Solopos.com mengatakan berdasar paparan otoritas pelaksana kegiatan terkait, proyek jembatan lama itu butuh sembilan bulan.

12 Warga Klaten Positif Corona, Mayoritas Ekor Dari Kasus Konfirmasi Sebelumnya

Lantaran pekerjaan mulai September, proyek itu menggunakan sistem tahun jamak, yakni hingga Mei 2021. Sebenarnya, pengerjaan proyek itu berlangsung mulai Maret lalu agar bisa selesai November. Namun, wabah Covid-19 membuat lelang paket pekerjaan tertunda.

“Anggarannya lebih kurang Rp13 miliar. Proyek itu bagian dua proyek dari Satker PJN Wilayah III Jawa Tengah. Satu proyek lainnya pembangunan jembatan Randurejo-Mlowo, Grobogan,” katanya.

Ia melanjutkan pembangunan konstruksi jembatan Wonogiri-Sukoharjo itu tergolong belum lama. Konstruksi beton dibangun 2005 lalu. Sebelumnya, jembatan berkonstruksi kayu dan besi.

Disparbudpora Klaten Sisir Jalur Tol Solo-Jogja Cari OYDBC, untuk Apa?

Jalan Sempit

Saat itu pihak terkait membangun jembatan dengan konstruksi baru dengan ukuran yang sama. Saat itu jembatan tidak terpakai untuk lalu lintas mobil. Seiring berjalannya waktu, mobil mulai banyak yang melintass, padahal lebar jalan sempit.

Informasi dari warga, mobil yang melintas dari dua arah sering terjebak pada bagian tengah sehingga kerap menimbulkan cekcok mulut. “Lalu warga menyampaikan aspirasi agar jembatan dibangun lagi,” imbuhnya.

Kepala Desa Nambangan, Suparno, menginformasikan kontraktor dan pejabat berwenang sudah memberi sosialisasi tentang rencana proyek itu, sepekan lalu. Ia bersyukur akhirnya proyek akan mulai dikerjakan.

Tak Sepakat Soal “Nyawiji”, Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Wonogiri Gagal

Sebelumnya, banyak warga yang menanyakan kepastian pengerjaan proyek. Saat pekerjaan mulai, kontraktor juga akan membangun jembatan darurat berstruktur kayu khusus untuk pesepeda dan pejalan kaki.

Pembangunan jembatan darurat itu atas permintaan warga. Banyak warga yang setiap hari berdagang ke Pasar Nguter, Sukoharjo, dengan berjalan kaki dan bersepeda. Jika tak ada jembatan darurat, warga yang akan berdagang ke Pasar Nguter akan kesulitan mencapai lokasi.

Mereka harus berjalan lebih jauh dengan melintasi jalan dan jembatan utama Wonogiri-Sukoharjo. Pengalihan arus lalu lintas berlaku untuk kendaraan bermotor dari dan ke arah Wonogiri-Sukoharjo melalui perempatan Nangger melalui jalan utama.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom