Salah satu lokasi usaha pembuatan tenun lurik di Desa Grogol, Weru, Sukoharjo. (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Semarangpos.com, SEMARANG -- Industri tekstil saat ini masih menjadi andalan Jawa Tengah (Jateng) untuk menembus pasar mancanegara. Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng, Arif Sambodo, tekstil menjadi salah satu andalan ekspor di wilayahnya.

“Ekspor kita pada Mei ini surplus dan salah satunya adalah tekstil. Untuk tekstil Jawa Tengah ekspornya nomor satu, tetapi kebanyakan adalah pakaian jadi,” terang Arif saat mendampingi Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin,  menerima kunjungan kerja Tim Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Setjen Wantannas), di ruang kerja wagub, Kamis (4/7/2019).

Arif menambahkan meski menjadi primadona ekspor, produksi tekstil di Jateng masih menemui beberapa kendala. Seperti minimnya bahan baku kapas, keterbatasan untuk memproduksi jenis kain tertentu, hingga persoalan lingkungan. Meski demikian, keberlangsungan industri tekstil mesti didorong karena merupakan industri padat karya yang hingga kini mampu bertahan di tengah tantangan era revolusi industri 4.0.

“Ini perlu dijaga keberlanjutannya karena meskipun berhadapan dengan era revolusi industri 4.0 namun tetap bertahan,” tegasnya.

Sementara itu, Taj Yasin mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng juga terus mengembangkan kawasan industri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Upaya tersebut sejalan dengan optimisme pemerintah pusat yang menyatakan jika Pemprov Jateng mampu mendongkrak pertumbuhan ekonominya hingga di angka 7%.

Tak hanya mendongkrak pertumbuhan ekonomi dengan mengembangkan sektor industri, Yasin mengatakan jika pihaknya juga mendorong perusahaan menyediakan rumah susun bagi tenaga kerja mereka.

“Kita dorong pembangunan rusunawa untuk buruh. Alhamdulillah salah satu pabrik tekstil Pan Brothers mau membangun seribu tapak, meskipun belum bisa membangun rusun karena investasinya mahal. Ini solusi agar masyarakat yang bekerja di perusahaan bisa lebih dekat dan terkontrol. Perusahaan juga kita dorong untuk menyediakan jasa transportasinya,” jelasnya.

Yasin menjelaskan Pemprov Jateng juga tengah berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, salah satunya mempersiapkan pelajar SMK untuk siap masuk dunia kerja, bahkan diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri. Sebagai generasi muda, mereka juga ditanamkan nilai-nilai integritas agar menjadi pribadi yang berkarakter.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten