Teks Proklamasi: Isi, Sejarah Singkat & Perbedaan Naskah Klad-Otentik

Teks Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh Soekarno didampingi Mohammad Hatta di serambi depan rumah Soekarno, Jl. Pengangsaan Timur No.56 Jakarta pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB.

 Perbandingan Teks proklamasi hasil tulisan tangan dengan tik. (Istimewa/Repro)

SOLOPOS.COM - Perbandingan Teks proklamasi hasil tulisan tangan dengan tik. (Istimewa/Repro)

Solopos.com, SOLO — Teks Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh Soekarno didampingi Mohammad Hatta di serambi depan rumah Soekarno, Jl. Pengangsaan Timur No.56 Jakarta pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB.

Indonesia secara resmi memproklamasikan Kemerdekaannya. Teks Proklamasi yang dibacakan kala itu disusun oleh Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, bersama Mohammad Hatta dan para tokoh lain.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Dibalik penyusunan teks Proklamasi itu terdapat kisah sejarah yang perlu Anda tahu. Bermula dari perdebatan antara sekelompok pemuda dengan Ir. Soekarno yang akrab disapa Bung Karno di kediamannya pada tanggal 15 Agustus 1945.

Melansir dari laman resmi Kementerian Sekretariat Negara, setneg.go.id, Kamis (4/8/2022), para pemuda mendesak Bung Karno segera mendeklarasikan kemerdekaan hari itu juga.

Bung Karno sempat merasa emosi. Keberadaan Mohammad Hatta yang akrab disapa Bung Hatta mampu menjadi penengah. Ia berusaha menenangkan para pemuda dan mengingatkan untuk tidak gegabah.

Baca Juga : Begini Cara Ikut Upacara 17 Agustus 2022 di Istana Negara

Pada 16 Agustus 1945 dini hari, Soekarno beserta anak, istri, dan juga Bung Hatta, justru dibawa oleh para pemuda ke Rengasdengklok. Wilayah tersebut dipilih karena dianggap sesuai dengan perhitungan militer dari para pemuda. Di sanalah para pemuda bermaksud untuk kembali mencoba mendesak Soekarno dan Hatta. Usaha mereka tak berhasil.

Soekarno mencoba menghindari perdebatan dengan menjelaskan kepada para pemuda bahwa sebelumnya, di Saigon, dirinya telah membuat rencana Proklamasi Kemerdekaan. Soekarno akan mengumumkan Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Sejarah Singkat

Saat Sukarni bertanya mengapa harus di tanggal 17 Agustus, Soekarno hanya menjawab bahwa perasaannya berkata begitu. Menurutnya, angka 17 memiliki makna tersendiri.

Pada masa itu, bulan Agustus merupakan bulan Ramadhan. Tanggal 17 Agustus saat itu jatuh di hari Jumat. Alquran diturunkan di 17 Ramadhan dan umat Islam bersembahyang 17 rakaat sehari.

Baca Juga : Gedung Kavallerie-Artillerie, Markas Pasukan Elite Legiun Mangkunegaran

Soebardjo tiba di Rengasdengklok pukul 17.00 WIB untuk menjemput Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Mereka mulai merumuskan teks Proklamasi begitu kembali ke Jakarta.

Kediaman Laksamana Tadashi Maeda di Jl. Imam Bonjol No.1 Jakarta Pusat dipilih sebagai lokasi perumusan teks Proklamasi. Rumah tersebut menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi saat ini.

Pertimbangan kala itu, Laksamana Maeda menjamin keamanan dan keselamatan Soekarno, Hatta, dan tokoh lain. Mereka mulai merancang teks Proklamasi pada malam hari.

Waktu telah memasuki dini hari, tetapi mata mereka masih segar dan pikiran mereka masih bekerja. Bung Karno menuliskan konsep teks Proklamasi dengan tangannya sendiri dalam secarik kertas. Bung Karno dibantu Hatta dan juga Soebardjo. Para tokoh dan pemuda yang lain menuggu di teras rumah.

Teks Proklamasi

Teks Proklamasi kemudian diketik oleh Sayuti Melik sesuai usul Sukarni. Teks Proklamasi juga ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta, atas nama Bangsa Indonesia. Deklarasi Kemerdekaan diputuskan dilakukan di kediaman Soekarno, Jl Pengangsaan Timur No.56 agar tidak timbul kehebohan dari pihak-pihak lain.

Baca Juga : Idul Adha 1962, Presiden Sukarno Ditembak dari Jarak Dekat

Soekarno dan Hatta secara resmi mengumumkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB. Selesai pembacaan teks Proklamasi dilakukan pengibaran bendera Merah Putih. Bendera yang dijahit oleh Fatmawati itu dikibarkan dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Hingga kini, terdapat dua jenis teks Proklamasi yang dipublikasikan kepada masyarakat Indonesia. Dilansir dari situs cagar budaya kemdikbud.go.id, Kamis (4/8/2022), berikut ini teks Proklamasi yang diketik Sayuti Melik dan dibacakan Soerkarno didampingi Bung Hatta pada 17 Agustus 1945. Selanjutnya teks Proklamasi ini disebut dengan naskah otentik.

Teks Proklamasi yang diketik oleh Sayuti Melik dan dibacakan oleh Soekarno
Teks Proklamasi yang diketik oleh Sayuti Melik dan dibacakan oleh Soekarno (kemdikbud.go.id)

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05

Atas nama bangsa Indonesia

Soekarno/Hatta.

Berikut ini teks Proklamasi hasil tulis tangan Soekarno yang ditemukan di tempat sampah rumah Laksamana Maeda. B. M. Diah menyelamatkan teks Proklamasi tersebut dan menyimpannya. Teks Proklamasi ini selanjutnya disebut naskah klad.

Baca Juga : Biografi Fatmawati: Murid Bung Karno yang Jadi Ibu Negara Pertama

Naskah Proklamasi tulisan Soekarno yang disimpan oleh BM Diah
Naskah Proklamasi tulisan Soekarno yang disimpan oleh BM Diah (kemdikbud.go.id)

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, 17 – 8 – ‘05

Wakil2 bangsa Indonesia.

Terdapat perbedaan pada dua teks Proklamasi tersebut. Masih dilansir dari laman cagarbudaya.kemdibud.go.id, Minggu (7/8/20222), perbedaan naskah klad dan otentik tersebut berkenaan dengan:

  1. Kata hal2 pada paragraf kedua baris pertama diubah menjadi hal-hal
  2. Kata tempoh pada pragraf kedua diganti menjadi tempo
  3. Penulisan tanggal dan bulan, yaitu Djakarta, 17-8-’05 diubah menjadi Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
  4. Kaliman Wakil2 Bangsa Indonesia diubah menjadi Atas nama Bangsa Indonesia.

Baca Juga : Ini Daftar Istri Soekarno, Ada yang dari Jawa sampai Jepang

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Ketua DPR: Rusia Ingin Garap Proyek Kereta Api di IKN Nusantara

      Indonesia saat ini masih menunggu soal kelanjutan dari tawaran Presiden Putin untuk mengembangkan transportasi kereta api di IKN Nusantara.

      Katarak Penyebab Tertinggi Kebutaan di Indonesia

      Hasil survei RAAB tahun 2014-2015, di Indonesia ada 15 provinsi menunjukkan angka kebutaan lebih dari tiga persen dengan penyebab kebutaan tertinggi adalah katarak.

      Identitas Diketahui, Pembantai Pekerja Jalan Trans Papua Barat dari KKB Maybrat

      11 Anggota KKB terduga pelaku penyerangan itu teridentifikasi berdasarkan gambar dan video yang disebar setelah aksi penyerangan.

      Banjir Jebol Tembok Berujung 3 Siswa Meninggal, KBM Sekolah Dialihkan

      Wali Kota Jakarta Selatan, Munjirin, mengatakan untuk saat ini masih fokus dalam upaya penanganan korban yang tertimpa tembok jebol tersebut.

      Tersangka, Kompol Wahyu Belum Tiga Bulan Jabat Kabag Ops Polres Malang

      Tak hanya dicopot, Kompol Wahyu juga dijerat pidana atas kelalaiannya dalam menjalankan tugas saat derby Jatim Liga 1 Arema FC versus Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022) lalu itu.

      Anak Buah Tersangka, Eks Kapolres Malang dan Danyon Brimob Lolos Jeratan Pidana

      Ferli Hidayat dan Agus Waluyo hanya menjalani pemeriksaan terkait kode etik terkait tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 suporter Arema FC.

      Keren! ITS Surabaya Peringkat Pertama Lembaga Pendamping Produk Halal

      Sejak Mei 2022, ITS Surabaya mulai memberikan perhatian kepada bidang jaminan produk halal dengan pembentukan Pusat Kajian Halal (PKH) di bawah Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM).

      Dinilai Positif, Pendukung Anies Baswedan Kini Sukai Partai Nasdem

      Para pendukung Anies Baswedan ramai-ramai memberi apresiasi positif terhadap Partai Nasdem.

      Ironi Polisi Malang, Tahu Regulasi FIFA Tapi Tetap Tembakkan Gas Air Mata

      Tiga komandan polisi yang bertugas di Stadion Kanjuruhan, Malang mengaku tahu ada pelarangan itu namun mereka mengabaikan.

      Ini Peran Enam Tersangka Pemicu 131 Aremania Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan

      Keenam tersangka tragedi Kanjuruhan berasal dari sipil sebanyak tiga orang dan sisanya dari Polri.

      Direktur PT LIB dan 3 Komandan Polisi Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan

      Direktur PT LIB Akhmad Hadian Lukita ditetapkan tersangka karena tidak melakukan verifikasi Stadion Kanjuruhan sebelum Liga 1 bergulir.

      Lagi Gowes, Bos Indomaret Meninggal Diseruduk Truk

      Karier Howard di Indomaret dimulai sejak 2004 dan disebut berkontribusi besar dalam pengembangan IT Indomaret.

      Rahasia Nabi SAW, Kelahirannya Memuliakan Hari Ia Dilahirkan

      Menariknya, Rasulullah justru tidak dilahirkan di bulan mulia seperti asyhurul ?urum (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharam) atau Ramadan.

      Sopir Mabuk Kendarai Mobil, 4 Nyawa Terenggut

      Polisi menduga kecelakaan maut dengan empat korban jiwa itu diakibatkan sopir mobil dalam kondisi mabuk minuman keras.

      Terungkap! Sekeluarga Tewas Dicor di Lampung karena Sengketa Warisan

      Pelakunya ternyata masih keluarga dari para korban, dipicu rebutan warisan.

      Bertemu Grand Syaikh Al-Azhar, JK Singgung Peran Besar Al-Azhar bagi Indonesia

      Dari sekitar 45.000 mahasiswa asing yang belajar di Al-Azhar Mesir, 11.000 di antaranya berasal dari Indonesia.