Animasi IPA (JIBI/Solopos/Antara/Khoirunnisa' Wardhani)

Teknologi terbaru diciptakan mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dengan berbagai fungsi.

Solopos.com, SURABAYA — Salah seorang mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Doni Rachman Hakim, menciptakan teknologi terbaru berupa modul mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berbasis augmented reality (MIAR).

Tidak seperti modul biasa, Doni membuat teknologi terbaru berupa aplikasi Android yang dikembangkan untuk mempermudah para siswa sekolah menengah pertama (SMP) untuk mempelajari mata pelajaran IPA melalui simulasi animasi. “Augmented reality adalah teknologi aplikasi yang bisa menggabungkan dunia virtual dengan dunia nyata,” kata Doni seperti diberitakan Kantor Berita Antara, Rabu (19/8/2015).

Doni menyebut teknologi terbaru ciptaannya itu akan membantu para siswa SMP dalam mempelajari pelajaran IPA dengan menyimulasikan informasi yang ada dalam buku lewat gambar yang ditangkap oleh perangkat android melalui sensor kamera. Gambar yang ditangkap, lanjut Doni, akan berubah menjadi animasi bergerak dan memiliki audio yang menjelaskan informasi dari buku, misalnya seperti langkah-langkah percobaan, informasi tambahan serta penjelasan materi dari buku.

Doni menerangkan buku yang dipakai harus sama, yaitu buku BSE IPA untuk kelas VII SMP. Buku tersebut, lanjut dia, sudah dipakai secara nasional sehingga ketika aplikasi ciptannya diluncurkan, siswa SMP di seluruh Indonesia dapat memanfaatkannya. “Aplikasi ini sekarang baru bisa diakses untuk Bab 1. Aplikasi ini akan terus dikembangkan untuk pembuatan satu buku BSE,” ucapnya Doni.

Teknologi terbaru juga dibuat mahasisa PENS lain bernama Lutfi Setiawan. Diberitakan Kantor Berita Antara, Selasa (18/8/2015), Lutfi menciptakan alat guna meningkatkan tingkat keamanan penggunaan server (tempat memproses data center) melalui aplikasi berbasis web sehingga server lebih awet dan dapat memantau suhu secara praktis.

“Server harus terus dipantau suhunya, karena kelewatan sedikit saja bisa menimbulkan kebakaran, akan tetapi sangat tidak praktis kalau harus mengecek secara manual mendatangi server tersebut, makanya alat ini dibuat,” kata Lutfi menerangkan fungsi teknologi terbarunya. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Madiunpos.com)

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten