Kategori: Klaten

Tekan Kematian Ibu Hamil, Dinkes Klaten Datangkan Dokter Spesialis ke Puskesmas


Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso

Solopos.com, KLATEN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten rutin mendatangkan dokter spesialis kandungan dan anak ke puskesmas untuk menekan angka kematian ibu hamil, melahirkan, nifas serta kematian bayi di tengah pandemi Covid-19.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Klaten, Bekti Sayekti, menjelaskan kegiatan pendekatan pelayanan dokter spesialis itu menjadi salah satu program untuk pengawalan dan pendampingan ibu hamil berisiko tinggi.

Kegiatan itu sejatinya sudah bergulir beberapa tahun terakhir. Pada kondisi pandemi Covid-19 kali ini, kegiatan kunjungan dokter spesialis ke puskesmas itu kian masif digelar.

Tolak Omnibus Law & UMK 0%, Buruh Semarang Buka Tenda Perjuangan

“Kalau tahun sebelumnya itu hanya di 10 puskesmas. Kalau sekarang hampir di 34 puskesmas [seluruh puskesmas] di Klaten ada kegiatan tersebut,” kata Bekti saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Senin (19/10/2020).

Dokter spesialis kandungan dan anak yang didatangkan di antaranya para dokter spesialis dari pelayanan kesehatan seperti rumah sakit di wilayah terdekat dengan puskesmas.

“Tentunya untuk pemantauan ibu hamil itu harus berkelanjutan. Makanya ketika ada ibu hamil yang ingin periksa lebih lanjut, bisa dikawal dari dokter spesialis terdekat,” kata Bekti.

Hari Ini Dalam Sejarah: 20 Oktober 1962, Perang Tiongkok-India Meletus

Bekti menuturkan kegiatan itu digulirkan Dinkes Klaten untuk mendekatkan pelayanan para dokter spesialis kepada ibu hamil.

Apalagi di masa pandemi ini masih ada ibu hamil yang takut mendatangi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit lantaran khawatir tertular Covid-19.

Jadwal Kunjungan di Setiap Puskesmas

Cara itu juga dilakukan untuk meringankan biaya para ibu hamil ketika memeriksakan kondisi kehamilan mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat para dokter spesialis itu pada tahun ini sudah bergulir sejak Juli lalu.

“Kami buatkan jadwal kunjungannya di setiap puskesmas,” jelas Bekti.

Bekti juga menjelaskan untuk memantau kondisi kehamilan para ibu hamil secara online, masing-masing bidan desa sudah diminta membuat grup WA khusus bagi para ibu hamil di wilayah mereka.

46 Elemen Masyarakat Sragen Deklarasi Antianarkis, Ini Poin-Poinnya

Selain memantau kondisi ibu hamil di tengah pandemi, grup itu juga berfungsi untuk menyampaikan beragam informasi atau program yang dijalankan bagi ibu hamil termasuk jadwal kegiatan kunjungan dokter spesialis ke puskesmas.

Lebih lanjut, Bekti menjelaskan pihaknya juga menggencarkan sosialisasi kebiasaan baru terutama kepada para ibu hamil.

“Saat ini teman-teman bidan sudah bergerak untuk menyosialisasikan tentang adaptasi kebiasaan baru itu kepada ibu hamil. Apa yang harus dilakukan apa yang harus dihindari,” kata dia.

Share
Dipublikasikan oleh
Rohmah Ermawati