Teka-Teki Pria Meninggal Saat Live TikTok di Jatinegara

Polisi enggan menyimpulkan apakah minuman keras dan obat-obatan tersebut ada kaitannya dengan peristiwa kematian korban.

 Pria yang diduga IS, 29,  terekam kamera beberapa jam sebelum ditemukan meninggal saat Live TikTok di Jatinegara, Jakarta Timur

SOLOPOS.COM - Pria yang diduga IS, 29, terekam kamera beberapa jam sebelum ditemukan meninggal saat Live TikTok di Jatinegara, Jakarta Timur

Solopos.com, JAKARTA – Aparat Polsek Jatinegara, Jakarta Timur masih disibukkan dengan misteri pria berinisial IS,29, yang meninggal dunia saat live TikTok, beberapa hari lalu.

Dugaan awal IS meninggal murni gantung diri. Namun berdasarkan temuan sejumlah barang bukti, ada juga dugaan korban dibunuh.

Polisi mengungkap kegalauan korban sebelum tewas saat live TikTok.

Teman Korban

“Yang pertama lihat di TikTok itu temannya sendiri. (Korban) lagi live di TikTok dengan bahasanya, katanya ada kegalauan bahwa bulan Oktober ini korban itu akan bunuh diri. Setelah itu (siaran live) TikTok itu mati,” kata Kapolsek Jatinegara Kompol Yusuf Suhadma saat ditemui di kantornya, Jakarta Timur, Minggu (19/9/2021).

Teman korban yang mengetahui hal itu kemudian menghubungi adik korban. Sang adik bersama temannya lalu mengecek korban ke lokasi di rumah susun (rusun) di Jatinegara.

“Terus dia (saksi) ngehubungin saudaranya (adik korban) sama temennya. Lalu bertiga mendatangi rumah susun. Di situ sudah ada Tim Rajawali Polres Jakarta Timur. Jadi kami cek TKP ke rumah susun itu korban itu sudah ada di bangku,” jelas Yusuf.

Baca Juga: Irjen Napoleon Disebut Lumuri Tubuh Muhammad Kece dengan Kotoran 

Pihak kepolisian sudah memanggil enam saksi. Keenam saksi tersebut terdiri atas teman korban, adik korban, dan tetangga korban di Rusun Bidara Cina.

“Jadi sudah enam saksi yang sudah diperiksa, tapi belum ada yang mengarah ke pembunuhan. Dari teman-teman, termasuk adik kandung, termasuk juga tetangga kos-kosan itu,” ungkap Yusuf.

Dugaan Pembunuhan

Sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Jatinegara AKP Tri Sambodo mengemukakan adanya dugaan pembunuhan di balik kematian korban.

“Kasus tersebut benar bahwa ada dugaan pembunuhan dalam peristiwa gantung diri, namun penyidik masih melakukan penyelidikan,” kata Kanit Reskrim Polsek Jatinegara AKP Tri Sambodo.

Pengacara Dosma Roha Sijabat mengungkap sejumlah kejanggalan terkait IS. Salah satunya terkait riwayat panggilan dan daftar kontak di handphone korban yang telah terhapus.

“Di handphone-nya (korban) itu nomor kontak, panggilan yang di tanggal 2 September 2021 ke bawah itu nggak ada, semua dihapusin,” kata Dosma saat dihubungi, Sabtu (18/9/2021).

Dia menduga ada orang lain yang sengaja menghapus semua bukti yang berada di handphone korban sebelum polisi datang ke lokasi.

Sengaja Dihapus

Polisi membeberkan sejumlah barang buktiyang ditemukan di TKP. Barang bukti tersebut di antaranya minuman keras hingga obat-obatan.

“Barang bukti yang sementara kami amankan itu ada botol minuman anggur merah di dalam gelas, botol obat-obatan,” kata Kapolsek Jatinegara Kompol Yusuf Suhadma.

Barang bukti lainnya berupa barang-barang yang digunakan korban saat diduga gantung diri. Barang bukti tersebut masih diteliti Labfor.

“Seprai warna cokelat yang digunakan untuk gantung diri, kursi plastik yang digunakan untuk pijakan gantung diri, tripod untuk merekam TikTok, lalu handphone warna hitam. Jadi semua ini barang bukti lagi di lab, belum turun hasil,” katanya.

Seperti Ditarik

Yusuf enggan menyimpulkan apakah minuman keras dan obat-obatan tersebut ada kaitannya dengan peristiwa kematian korban.

Yusuf menjelaskan soal kecurigaan keluarga korban perihal posisi kaki kiri korban yang seperti ditarik.

“Jadi begini, itu kan kalau di TikTok kan di belakang itu ada kaca. Kaca itu sudah jelas. Tidak ada yang untuk orang narik,” katanya.

Baca Juga: Banjir Lowongan di PT KAI, Ini Persyaratannya… 

“Memang di situ ada sofa. Sofa mungkin untuk nahan dari kaki, jadi ya agak ditarik. Itu sudah jelas. Dari TikTok, itu kaca cermin lemari tidak ada orang di situ,” tambahnya.

Terekam CCTV

Sebelum ditemukan tewas saat live TikTok, IS sempat terekam CCTV di tempat tinggalnya di rumah susun Jatinegara, Jakarta Timur.

Saat itu dia terlihat tengah membawa satu kantong kresek berwarna hitam.

Berdasarkan foto yang diterima detikcom, IS terlihat mengenakan kaos lengan panjang serta celana jeans panjang.

Foto tersebut dibenarkan oleh Ketua RW setempat Tengku Jatmiko. Dia menyebut, jika dilihat dari postur badan dan wajahnya pria dalam CCTV itu adalah IS. “Kalau lihat potongannya iya dia (IS), cuma pake masker (IS),” ujar Tengku Jatmiko, Minggu (19/9/2021).

“Ya paling Kamis malam ya pas malam Jumat, kalau warga lihat dari kamera ya jam-jam terakhir itu 20.15 WIB itu keliatan kan naik ke atas. Setelah itu yaudah di dalam rumah itu kan nggak tahu,” jelas Tengku.

Selang beberapa jam kemudian, Tengku mendapat informasi dari warganya jika ada temuan seorang mayat.

Ketika dicek ke dalam, ternyata mayat tersebut ialah IS dengan posisi sudah tergeletak di sofanya dalam keadaan meninggal.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Kehebohan Beragama Belum Menjadi Jalan Kebudayaan

Kehebohan beragama belum menjadi jalan pembebasan menuju kerja bersama seluruh elemen bangsa mewujudkan peradaban dan kehidupan yang lebih baik di semua aspek kehidupan.

10 Berita Terpopuler : Kera Serbu Rumah - Resepsi Boleh Ada Penyanyi

Serangan kera liar di permukiman warga Kebakkramat hingga aturan resepsi pernikahan di Solo masuk daftar 10 berita terpopuler Solopos.com pagi ini.

Cakupan Vaksinasi Tinggi, Inggris Masih Diamuk Corona

Amukan corona di negara ini memicu kekhawatiran terlebih Inggris menjadi salah satu negara yang cakupan vaksinasinya sudah termasuk tinggi.

Solo Gencarkan Digitalisasi Sistem Pendidikan Menuju Era Industri 4.0

Bidang pendidikan dituntut mengembangkan sistem pendidikan dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya Jawa berbasis TI menuju smart education.

Al Firdaus, Sekolah International Baccalaureate Pertama di Jawa Tengah

Al Firdaus World Class Islamic School saat memutuskan bekerja sama dengan International Baccalaureate (IB), yayasan pendidikan internasional asal Jenewa, Swiss. Tahun ini Primary Years Programme (PYP) untuk usia 3-12 tahun serta Middle Years Programme (MYP) untuk usia 11-14 tahun di Al Firdaus resmi terotorisasi IB.

Sukmawati Soekarnoputri Pindah Agama Hindu, Akan Jalani Sudhi Wadani

Putri Presiden Pertama RI, Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri, pindah ke agama Hindu dan akan menjalani proses Sudhi Wadani di Bali.

Lereng Gunung Batur Di Gianyar Bali Terbakar

Kebakaran hutan kembali terjadi di lereng Gunung Batur, Kintamani, kabupaten Gianyar, Bali, Jumat (21/10/2021) sore.

Siap-Siap, Gerbong Mutasi Lanjutan Pejabat Sukoharjo

Saat ini, jabatan strategis yang masih kosong yakni Asisten II Setda Sukoharjo, Asisten III Setda Sukoharjo dan staf ahli bupati.

Sejarah Hari Ini : 23 Oktober 2011, Simoncelli Kecelakaan di Sepang

Berbagai peristiwa terjadi di dunia pada 23 Oktober terangkum dalam Sejarah Hari Ini.

Miris! Operator Call Center Basarnas Tewas Dibegal

Seorang pegawai Basarnas menjadi korban begal di Kemayoran, Jakarta Pusat. Korban meninggal dunia akibat dibacok kawanan begal.

Viktor Laiskodat Lulus Doktor UKSW, Angkat Disertasi Wisata NTT

Viktor Laiskodat membuat disertasi berangkat dari dari sebuah permasalahan mengapa masyarakat NTT masih miskin padahal wilayah itu kaya sumber daya alam.

Stok Vaksin Covid-19, Indonesia Kembali Terima Pfizer dan AstraZeneca

Selain menjaga ketersediaan, tambahan vaksin Covid-19 ini juga untuk mengejar target kekebalan kelompok hingga akhir 2021.

Dituding Aktor Utama, Amien Rais Ungkap Detik-Detik Gus Dur Lengser

Amien Rais menolak disebut sebagai aktor utama namun mengakui sebagai bagian dari lengsernya Gus Dur.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat Raih Gelar Doktor dari UKSW Salatiga

Viktor meraih gelar Doktor Program Studi Pembangunan dari UKSW dengan nilai IPK 3,92.

Mega Korupsi Jiwa Sraya, 1.200 Aset Belum Laku!

PT Jiwasraya bahkan tercatat memiliki aset gedung di pengujung utara Indonesia, yakni di Pulau Sangihe yang berbatasan dengan Filipina.

Hari Dharma Karyadhika, Kemenkumham Beri Bingkisan Pasien Wisma Atlet

Kementerian Hukum dan HAM atau Kemenkumham menggelar bakti sosial guna memperingati Hari Dharma Karyadhika.