Teh Panas Tumpah di Penisnya, Pria Ini Tuntut Starbucks
Ilustrasi sakit. (Istimewa)

Solopos.com, WASHINGTON DC — Tommy Piluyev, 24, pria di Roseville, California, Amerika Serikat menuntut manajemen Starbucks untuk bertanggung jawab setelah teh panas tumpah mengenai alat kelaminya.

Dikutip dari Daily Mirror, Jumat (20/11/2020), kejadian itu bermula ketika Tommy memesan dua teh madu jeruk mint panas melalui drive-thru Starbucks pada 2018 silam. Saat perkerja Starbucks menyerahkan teh kepada Tommy, tutup dari wadah minuman tersebut terlepas dan tumpah mengenai tubuhnya.

Tommy merasakan kesakitan, memilih berhenti di tempat parkir dan melepas celannya yang terkena minuman panas. Pria itu kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan selama 11 hari. Pria itu mengalami luka bakar pada alat kelaminya dan tangannya.

Satu Kades dan Dua Perangkat Desa di Karanganyar Terkonfirmasi Covid-19

Tommy mengklaim aktivitas seksnya sekarang menjadi terasa canggung dan menyakitkan karena perubahan warna kulit dan bekas luka pada alat kelaminnya.

"Sensitivitas dan perubahan warna kulit permanen, serta kerusakan alat kelamin dan paha bagian dalam Tuan Piluyev membuat keintiman akhirnya menjadi canggung dan menyakitkan," tulis gugatan tersebut.

Tommy menggugat Starbucks dan produsen gelas Pactiv Packaging dengan tuduhan kelalaian dan tanggung jawab produk yang menyebabkan teh panas tumpah pada alat kelaminnya.

Gandeng Induka, SMKN 1 Banyudono Boyolali Siap Bentuk Lulusan Siap Kerja

Pengacara Tommy, Whitney Davis, mengatakan pihak yang dituntut sebenarnya mengetahui ada 80 keluhan per hari tentang tutup yang terlepas dari cangkir plastik produk mereka. Mereka juga mengetahui karyawan dan manajer yang menderita luka bakar karena cangkir dan tutup yang rusak.

Menanggapi gugatan tersebut, juru bicara Starbucks akan mengevaluasi gugatan tersebut dan bertanggung jawab.

"Kami sedangan mengevaluasi klaim tersebut. Mitra kami [akan] memastikan minuman kamu dibuat dengan hati-hati dan dikirim ke pelanggan dengan aman. Kami mengambil tanggung jawab kami untuk menyediakan lingkungan yang aman dengan serius dan akan terus melakukannya," kata juru bicara Starbucks.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom