Tegas! Gibran Perintahkan Prostitusi Online di Solo Diberantas
Calon Wali Kota Solo dari Partai PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka menggelar jumpa pers terkait hasil hitung cepat internal partai di kantor DPC PDI Perjuangan, Purwosari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/12/2020). (Antara)

Solopos.com, SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bersama Polresta Solo segera merazia prostitusi online yang masif di media sosial. Hal itu menindaklanjuti informasi masyarakat usai razia gabungan penyakit masyatakat (pekat) di Kestalan dan Gilingan.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, saat dijumpai wartawan di sela-sela kegiatannya Senin (1/3/2021) mengatakan beberapa komentar di media sosial menginformasikan terkait prostitusi online. Ia memastikan akan menindaklanjuti aduan itu bersama kepolisian.

“Kemarin operasi pekat bersama Polresta Solo kan baru pertama kali. Lalu banyak masukan di twitter sama michat lebih banyak, akan kami telusuri dan trace satu per satu,” papar Gibran.

Baca juga: Mobil Dinas Gibran Wali Kota Solo Cuma Innova Putih, Bekas Dipakai Istri Rudy

Sementara itu, Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan Polresta Solo sudah menurunkan tim siber untuk menyelidiki pratik prostitusi online.

“Penyelidikan sudah kami lakukan untuk menindaklanjuti aduan yang dimaksud. Segera kami rilis perkembangannya. Kami dan Wali Kota Solo dalam satu frekuensi dan cara berpikir sama mewujudkan Solo Bebas Pekat,”papar Kapolresta.

Baca juga: Capek Disalahkan Terus Soal Underpass Makamhaji, Pemkab Sukoharjo Minta Ini Ke Kemenhub

Ia menambahkan Solo Bebas Pekat berdampak pada keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai pijakan kuat dalam pembangunan Kota Solo.

Sebelumnya, Jajaran Polresta Solo dan Pemkot Solo menggelar dua razia berskala besar yakni razia knalpot brong dan razia penyakit masyarakat (pekat) pada Sabtu (27/2/2021) malam. Hasilnya 30 pengguna knalpot brong ditilang dan 36 pekerja seks komersial (PSK) diamankan patroli gabungan.



Berita Terkini Lainnya








Kolom