Tega, Pria di Jepara 2 Kali Rudapaksa Ponakan yang Masih di Bawah Umur

Seorang paman di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), tega melakukan rudapaksa kepada keponakan kandung sebanyak dua kali.

 Ilustrasi kekerasan seksual. (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kekerasan seksual. (Freepik)

Solopos.com, JEPARA — Perbuatan bejat dilakukan seorang pria di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), yang tega mencabuli keponakan kandung di rumahnya. Tak hanya sekali, perbuatan amoral itu bahkan dilakukan pria tersebut sebanyak dua kali.

Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP M. Fachrur Rozi, mengatakan paman yang berbuat cabul kepada keponakan kandung itu berinisial AP, 23. Sedangkan korban merupakan anak di bawah umur yang masih berusia 12 tahun. Untuk memuaskan nafsu bejatnya, pria di Jepara itu bahkan tega melakukan kekerasan dan mengancam akan membunuh korban.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Rozi mengungkapkan perbuatan bejat paman yang cabuli ponakan di Jepara itu dilakukan sebanyak dua kali. Peristiwa pertama terjadi pada 4 September 2022 saat korban tengah bermain handphone.

“Kala itu, sekitar pukul 12.00 WIB, tiba-tiba tersangka masuk ke dalam kamar korban dan menyeret korban secara paksa untuk masuk ke kamarnya. Korban sempat melawan, tapi perutnya ditendang dan pelaku kemudian mengancam akan membunuhnya jika tidak menuruti kemauan bejat tersangka,” ujar Rozi dalam keterangan tertulis yang diterima Solopos.com, Jumat (7/9/2022).

Sementara itu, peristiwa kedua terjadi pada 18 September 2022 sekitar pukul 24.00 WIB. Korban yang saat itu sedang bermain handphone tiba-tiba didatangi tersangka yang dalam pengaruh minuman keras (miras). Korban langsung diajak berhubungan intim dengan tersangka.

Baca juga: Marak Kasus Kekerasan Seksual di Jepara, Mayoritas Korban Anak di Bawah Umur

“Korban tidak berani menjawab karena takut. Lalu, tersangka mencabuli korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Jepara.

Saat melakukan perbuatan amoral itu, tersangka mendengar suara pintu terbuka dari kamar lain. Ia pun kaget dan langsung kabur dari rumahnya.

Ternyata perbuatan paman yang cabuli ponakan kandung itu diketahui orang lain. Tersangka pun akhirnya dilaporkan ke polisi.

Baca juga: Geger, Mayat Bayi Laki-Laki Ditemukan Dekat Gereja di Jepara

Namun kendati kabur, tersangka mampu diamankan polisi. Tersangka merupakan adik kandung ibu korban, yang berarti merupakan paman kandung korban.

Atas perbuatannya itu, tersangka pun dijerat dengan Pasal 81 dan atau Pasal 82 UU No. 17/2016 tentang Perlindungan Anak. Tersangka terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Lindu Aji Championship Kembali Digelar, 50 Fighter Siap Berebut Uang Rp250 Juta

      Kejuaraan bela diri Lindu Aji Championships akan kembali digelar di Kota Semarang pada 10 Desember 2022 nanti.

      Jelang Tutup Tahun, DPRD Kota Semarang Desak Pemkot Kebut Proyek Infrastruktur

      DPRD Kota Semarang mendesak OPD Pemkot Semarang segera menyelesaikan rencana pembangunan infrastruktur menjelang berakhirnya tahun 2022.

      Komisaris KAI Dukung Penataan Stasiun Cepu yang Sudah Berusia 120 Tahun

      Penataan Stasiun Cepu menyasar perluasan lahan parkir, pembangunan shelter UMKM, dan fasilitas penunjang lainnya.

      Firasat Ayah Korban Kecelakaan Bus di Sarangan, Sempat Mimpi Dirikan Tenda

      Ayah korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus asal Semarang di Jalan Raya Sarangan sempat memiliki firasat buruk yang diperoleh dari mimpi.

      Salatiga Digoyang Gempa, BPBD: Ada 2 Sesar Aktif

      BPBD Kota Salatiga menyebutkan adanya dua sesar aktif yang bisa memicu terjadinya gempa di Kota Salatiga.

      Hadiri Kirab Pusaka HUT Blora, Mangkunagoro X Beri Tombak

      Selain menghadiri kirab, Mangkunagoro X juga menandatangani kerja sama dengan Pemkab Blora untuk pengembangan kebudayaan.

      Kesaksian Warga Manyaran Semarang Selamat dalam Kecelakaan Maut Bus di Sarangan

      Berikut kesaksian warga Manyaran Semarang yang selamat saat menumpang bus yang terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Sarangan.

      Pasutri Semarang Meninggal Kecelakaan Maut Bus di Sarangan, Anak Cucu Selamat

      Korban kecelakaan maut bus wisata di Sarangan di antaranya merupakan pasangan suami istri (pasutri) asal Manyaran, Semarang.

      Kota Salatiga Raih Penghargaan I-SIM for Cities

      Penghargaan ini bukan untuk personal melainkan untuk masyarakat Kota Salatiga dan seluruh perangkat Kota Salatiga, Sekda, OPD, camat, lurah dan unit terdekat di masyarakat

      Air Sumur Warga Salatiga Sempat Panas, Diduga Aliran Lahar Gunung Merbabu

      Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Salatiga, Roy Anjar, menyebut saat ini sumur sudah kembali dingin dan normal.

      Bejat! Guru Ngaji di Batang Cabuli Bocah Berusia 6 Tahun

      Seorang guru ngaji di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), ditangkap karena melakukan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 6 tahun.

      Festival Kampung Singkong Salatiga, Sebuah Mimpi Bahagia

      Ketua panitia Toni Anandya Wicaksono mengaku bahwa kegiatan diselenggarakan pada 3-4 Desember 2022 itu adalah sebuah mimpi.

      Iriban, Tradisi Warga Desa Kenteng Kabupaten Semarang Bersihkan Sendang Desa

      Tradisi yang disebut dengan iriban itu bertujuan menjaga kebersihan Sendang Tlogo dan sebagai ungkapan syukur.

      Pemkot Semarang Jamin Biaya Perawatan Korban Selamat Kecelakaan Bus Sarangan

      Pemkot Semarang menjamin biaya perawatan korban yang luka-luka akibat kecelakaan bus pariwisata di Sarangan.

      Tiba di Semarang, Jenazah Korban Kecelakaan Bus Sarangan Langsung Dimakamkan

      Tujuh jenazah korban kecelakaan maut bus pariwisata di Sarangan, Jawa Timur (Jatim), langsung dimakamkan begitu tiba di Semarang.