Tebing 10 Meter di Balong Jenawi Karanganyar Longsor, Begini Kondisinya

Tebing setinggi 10 meter di Gunungngaten RT 005/RW 004 Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah longsor pada Minggu (26/6/2022) tengah malam.

 Warga bersama sukarelawan membersihkan material longsoran tebinh di Balong, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar pada Senin (27/6/2022) pagi. (Istimewa/Sukarelawan)

SOLOPOS.COM - Warga bersama sukarelawan membersihkan material longsoran tebinh di Balong, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar pada Senin (27/6/2022) pagi. (Istimewa/Sukarelawan)

Solopos.com, KARANGANYAR — Tebing setinggi 10 meter di Gunungngaten RT 005/RW 004 Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah longsor pada Minggu (26/6/2022) tengah malam.

Material longsoran tersebut nyaris menimpa rumah warga yang berada tepat di bawah tebing. Proses pembersihan material longsoran dilakukan warga setempat bersama sukarelawan pada Senin (27/6/2022) pagi.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Koordinator Sukarelawan Jenawi, Kris Bintoro, mengatakan bencana tanah longsor terjadi pada Minggu sekitar pukul 23.00 WIB. Longsor terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras pada sore hari. “Tebing longsor selebar dua meter dengan ketinggian tebing 10 meter,” kata dia kepada Solopos.com.

Dia mengatakan di bawah tebing terdapat sejumlah rumah warga. Saat kejadian sekitar pukul 23.00 WIB, pemilik rumah tengah tertidur. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Tetapi, sebagian bangunan rumah warga rusak dan mengalami retak-retak. “Warga saat kejadian langsung mengungsi ke tempat aman,” tuturnya.

Dia mengatakan warga setempat saat ini siaga terhadap bencana tanah longsor susulan. Ancaman longsor masih berpotensi terjadi di sekitar tebing tersebut. Warga setempat diminta segera mengungsi ke lokasi aman jika hujan kembali terjadi lebih dari dua jam.

Baca Juga : Waduh! Hujan Deras di Karangpandan Karanganyar, Talut 30 Meter Longsor

Di sisi lain, pihaknya bersama warga melakukan pembersihan material longsoran saat ini. “Untuk sementara warga belum mengungsi. Mereka akan mengungsi kalau hujan sangat deras,” katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Bagoes Darmadi, mengatakan telah menyalurkan bantuan logistik untuk warga terdampak bencana tanah longsor di Balong Jenawi.

Potensi Bencana

Dalam kesempatan itu dia meminta warga meningkatkan kewaspadaan dini terhadap ancaman bencana mengingat curah hujan tinggi sepekan mendatang. Prakiraan tersebut sesuai dengan informasi yang diterima BPBD dari BMKG.

Kerawanan seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor tersebar di wilayah Karanganyar. Masyarakat khususnya yang tinggal di wilayah rawan seperti dekat sungai, pohon besar, dan tebing untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga : Tebing 7 Meter di Karanganyar Longsor, Jalan Antarkecamatan Tertutup

“Curah hujan diperkirakan masih tinggi. Kami minta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kerawanan bencana alam seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor,” ujarnya.

Dia mengatakan peta kerawanan bencanaa alam di Karanganyar dibedakan berdasarkan wilayah geografis. Seperti, di dataran rendah khususnya dekat aliran Sungai Bengawan Solo.

Di lokasi tersebut rawan banjir, meliputi Desa Ngringo di Jaten kemudian Desa Waru dan Desa Kebak di Kecamatan Kebakkramat. Lalu, Desa Jeruksawit dan Kragan di Kecamatan Gondangrejo. Dikatakannya wilayah tersebut menjadi langganan banjir.

EWS Berfungsi

Ancaman tanah longsor tersebar di kawasan Lereng Gunung Lawu, seperti Kecamatan Jenawi, Kerjo, Ngargoyoso, Jatiyoso, Tawangmangu, Karanpandan, dan Matesih. Selain itu, bencana angin kencang tersebar di wilayah Karanganyar.

Baca Juga : Hujan 2 Jam, Tebing dan Talut Setinggi 3 Meter Longsor di Karanganyar

Bagoes menyampaikan antisipasi sudah dilakukan terkait kerawanan angin kencang dengan melakukan pemangkasan pohon besar dan rawan roboh. Antisipasi tanah longsor dilakukan melalui pementaan dan pendataan wilayah rawan longsor.

Selain itu, puluhan alat deteksi bencana atau early warning system (EWS) telah dipasang dan berfungsi optimal. Alat tersebut bekerja memberikan peringatan apabila terjadi pergerakan tanah yang berpotensi mengakibatkan bencana longsor.

“Kondisi EWS baik dan berfungsi optimal. Beberapa EWS yang rusak telah diperbaiki dan diganti,” kata dia.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Sejumlah Perwira Polres Karanganyar Dimutasi, Ini Daftarnya

      Ada 11 perwira Polres Karanganyar dimutasi. Ada enam Kapolsek yang diganti.

      Baru Tiba di Solo, Personel Dream Theater Langsung Tanya Kuliner Khas

      Para personel Dream Theater yang sudah tiba di Solo setelah menempuh puluhan jam perjalanan langsung menanyakan kuliner khas Kota Bengawan.

      PKL CFD Solo Terus Bertambah, Citywalk Kini Sumpek dan Penuh Sesak

      Jumlah PKL yang berjualan di CFD Solo terus bertambah sehingga membuat city walk mulai dari Ngapeman hingga Gendengan penuh sesak dan sumpek.

      Jos! Kecamatan Sidoharjo Wonogiri Sabet Penghargaan Penanganan Stunting

      Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri menerima penghargaan percepatan penanganan stunting (tengkes) di Kabupaten Wonogiri.

      Sisir Sejumlah Wilayah, Polres Wonogiri Sita 94,8 Liter Miras Jenis Ciu

      Polres Wonogiri menyita minuman keras (miras) jenis ciu sebanyak 94,8 liter dan dua botol berisi anggur merah dalam sehari, Senin (8/8/2022).

      Kekeringan, Ratusan Keluarga di Sukoharjo Selatan Butuh Bantuan Air

      Ratusan keluarga di wilayah selatan Kabupaten Sukoharjo terdampak kekeringan membutuhkan bantuan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

      Sebaran Kasus Terpetakan, Wonogiri Optimistis Menuju Zero Stunting

      Pemkab Wonogiri mengaku telah memetakan sebaran kasus stunting secara termutakhir.

      Tinggal 10 Kloter dari Debarkasi Solo yang Belum Tiba di Tanah Air

      Dari total 44 kelompok terbang (kloter) jemaah haji yang berangkat dari Embarkasi Solo, tersisa 10 kloter yang masih ada di Arab Saudi.

      Promotor Ungkap Sederet Keistimewaan Konser Dream Theater di Solo

      Rajawali Indonesia selaku promotor konser Dream Theater di Solo, Rabu (10/8/2022) malam, mengungkapkan sederet keistimewaan konser tersebut.

      Pemkab Sragen Gelar Lomba Antar-OPD Berhadiah Rp56 Juta

      Pemkab Karanganyar menggelar lomba-lomba berhadiah puluhan juta rupiah yang hanya diikuti oleh ASN di lingkungan Pemkab.

      Syukuran! Perwakilan Haji Komentari Bekal Sambal Pecel Bupati Klaten

      Jemaah haji Klaten mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan Pemkab selama rangkaian keberangkatan dan kepulangan ibadah haji di Arab Saudi.

      Berat Lur! Utang Panitia Masjid Sriwedari Solo ke PT Wika Capai Rp86 M

      Panitia pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo memiliki utang yang cukup besar ke PT Wika, yakni mencapai Rp86 miliar.

      Pengisian Perdes di Kurung Klaten Berpotensi Berhenti di Tengah Jalan

      Proses pengisian perangkat desa di Desa Kurung, Kecamatan Ceper dimungkinkan bakal terhenti setelah Kepala Desa (Kades) Kurung, Mujiyoto, meninggal dunia Sabtu (6/8/2022) malam.

      Jawab Keraguan, Sukoharjo Pastikan Gelar Upacara 17 Agustus Luring

      Pemkab Sukoharjo memastikan akan menggelar upacara peringatan hari ulang tahun ke-77 kemerdekaan RI secara luring.

      Tentara dan Polisi di Boyolali Gelar Merti Bongso, Apa Itu?

      Kodim 0274/Boyolali menyelenggarakan kegiatan Merti Bongso pada Selasa (9/8/2022) pagi.