Tebang Pilih Berantas Korupsi, KPK Didemo di Kudus

Komisi Pemberantasan Korupsi dinilai menerapkan tebang pilih dalam memberantas kasus dugaan korupsi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kasus dugaan korupsi bupati nonaktif Muhammad Tamzil yang dipersoalkan KPK sejatinya bukan satu-satunya kasus dugaan korupsi di Kudus, bahkan ada kasus dugaan korupsi lain yang lebih besar dibandingkan Tamzil.

Tebang Pilih Berantas Korupsi, KPK Didemo di Kudus

SOLOPOS.COM - Pengunjuk rasa di Alun-Alun Kudus, Jawa Tengah, Jumat (30-8-2019), mengusung poster untuk menuntut KPK tidak tebang pilih dalam memberantas korupsi. (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Solopos.com, KUDUS — Komisi Pemberantasan Korupsi dinilai menerapkan tebang pilih dalam memberantas kasus dugaan korupsi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kasus dugaan korupsi bupati nonaktif Muhammad Tamzil yang dipersoalkan KPK sejatinya bukan satu-satunya kasus dugaan korupsi di Kudus, bahkan ada kasus dugaan korupsi lain yang lebih besar dibandingkan Tamzil.

Tebang pilih KPK itu memicu puluhan warga Kabupaten Kudus menggelar aksi menuntut KPK bersikap lebih adil dalam memberantas tindak pidana korupsi. Warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kudus Bela Tamzil itu seusai salat Jumat menggelar aksi unjuk rasa di Alun-Alun Kudus, Jawa Tengah, Jumat (30/8/2019).

Demonstran mengusung poster dan spanduk bertuliskan “KPK jangan tebang pilih”, “Hukum koruptor sebenarnya”, “Selamatkan Tamzil”, dan “Save Kudus”. “KPK jangan tebang pilih. Jika Tamzil baru menjabat sembilan bulan sudah ditangkap, kenapa yang sudah 10 tahun justru KPK tidak berani bertindak,” kata orator aksi Muh. Arwani.

Menurut dia, pihak-pihak yang menjabat sebelumnya patut dicurigai untuk diselidiki kemungkinan adanya dugaan melakukan tindak pidana korupsi. Jika KPK tidak berani menyelidiki pejabat yang sudah menjabat sebelumnya, pihaknya akan menunjukkan bahwa korupsi sebenarnya terjadi sepanjang 10 tahun lalu.

“Kami juga akan melakukan aksi penyisiran untuk menunjukkan pejabat yang diduga melakukan tindak pidana korupsi kepada KPK,” tambahnya. Ia juga menyesalkan penangkapan terhadap bupati nonatif Kudus seperti halnya pelaku teror.

Demonstran lainnya, Noor Khozin, menambahkan KPK mestinya tidak mengusik warga Kudus yang selama ini kondusif dan tidak pernah mengekspose kegelisahan di muka umum. “Jika sampai terusik, tentunya masyarakat Kudus akan mengekspresikan kegelisahannya di muka umum,” ujarnya pula.

Ia menduga turunnya KPK di Kudus ada dalang di baliknya dan terdapat beberapa nama yang dicurigai. “Bertobatlah, karena tindak pidana korupsi sebelumnya justru jauh lebih parah,” ujarnya pula.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Pemakaman dengan Protokol Covid-19 di Solo Melonjak 4 Kali Lipat, Penggali Kubur Kewalahan

Pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19 di Kota Solo naik empat kali lipat pada Juli 2021 hingga membuat penggali kubur kewalahan.

Begini Lur Cara Damkar Lepaskan Cincin Macet di Jari Remaja Wonogiri

Petugas Damkar Wonogiri sebenarnya tidak diberi pelatihan khusus untuk menangani orang yang tidak bisa melepas cincin dari jarinya.

Catat Lur! Jl Slamet Riyadi Solo Ditutup Mulai Pukul 20.30 WIB hingga 05.00 WIB

Salah satu jalan di Kota Solo yang ditutup adalah Jl Slamet Riyadi pada perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

4 Hari Diguyur Hujan, Warga Paranggupito Wonogiri Bebas dari Kekeringan

Warga Paranggupito, Wonogiri, akhirnya terbebas dari kekringan setelah empat hari wilayahnya diguyur hujan.

Apes! Remaja Wonogiri Baru Beli Cincin, Tapi Tak Bisa Dilepas dari Jari

Seorang remaja perempuan di Wonogiri terpaksa harus mendatangi Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Wonogiri karena cincin di jarinya tak bisa dilepas.

Stok Menipis, Pemkot Jogja Fokus Pada Vaksinasi Dosis Kedua

Stok vaksin yang tersedia di Kota Jogja tak mencukupi untuk vaksinasi dosis kedua.

Memakan Korban Jiwa, Tim Gabungan Copoti Jebakan Tikus di Ngrampal Sragen

Tim gabungan dari Forkompimcam Ngrampal, Sragen, mencopoti jebakan tikus yang teraliri listrik di area persawahan di Desa Karangudi, Selasa (3/8/2021).

Mohon Doanya, Suami-Istri Mantan Menkes Ini Positif Covid-19

Dua mantan Menteri Kesehatan, Farid Anfasa Moeloek dan Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, tengah berjuang melawan Covid-19 yang mereka derita.

1 Peleton Polisi Dikerahkan Semprot Disinfektan di Jalanan Klaten

Rute penyemprotan disinfektan Jl. Diponegoro-Jl. Veteran-Jl. Pemuda-Jl. Merbabu-Jl. Mayor Kusmanto-Jl. Ki Ageng Gribig dan kembali ke Polres Klaten.

Tragis, Terpeleset Saat Kabur Dari RS Lapangan, Pasien Covid-19 di Bantul Meninggal di Kolam ikan

Pasien Covid-19 ditemukan meninggal dunia di dasar kolam ikan setelah mencoba kabur dari RS lapangan Khusus Covid-19 Bantul.

Ikatan Cinta 3 Agustus 2021: Diubah Penampilannya, ke Mana Ricky Bawa Elsa Kabur?

Di bawah ini terdapat sinopsis atau bocoran sinetron Ikatan Cinta episode malam ini, Selasa, 3 Agustus 2021 yang tayang di RCTI 19.45 WIB.

Positif Corona Tapi Tak Percaya, Pria di Sleman Nulari Warga Sekampung

Seorang pria di Sleman yang positif Covid-19 namun tidak percaya dengan virus corona membuat puluhan warga di kampungnya tertular.