Ilustrasi tawuran (JIBI/Solopos/Dok.)

Solopos.com, BOYOLALI-- Tawarun warga pecah di Boyolali, Senin (12/5/2014). Seorang warga Desa Kalimati, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Kamis (15/5), meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit akibat mengalami luka berat saat terlibat dalam perkelahian antarwarga di wilayah Desa Ngaren, Kecamatan Juwangi.

Camat Juwangi, Sucipto, saat dihubungi Solopos.com, Kamis, membenarkan kejadian tersebut. Sucipto menjelaskan berdasarkan informasi yang diterima pihak kecamatan, perkelahian antarwarga dari Desa Ngaren dan Desa Kalimati itu bermula saat salah seorang warga Desa Ngaren yang merasa kehilangan helm.

Warga itu pun menduga ada salah seorang warga Desa Kalimati yang mengambil helmnya.

“Perkelahian antarwarga itu terjadi di pertigaan Telawah, Desa Ngaren. Akibat kejadian itu, ada salah seorang warga Desa Kalimati yang mengalami luka berat dan saat itu langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun akhirnya hari ini korban tersebut meninggal dunia,” ungkap Sucipto melalui sambungan telepon.

Pascaperkelahian, Sucipto mengatakan aparat kepolisian sudah mengerahkan personel untuk mengamankan wilayah dua desa tersebut.

“Kemarin selain dari Polres Boyolali, juga ada personel dari Koramil setempat dan Kodim, termasuk Dalmas dan Brimob untuk mengamankan dan mengantisipasi bentrok warga susulan dalam jumlah yang lebih besar,” terangnya.

Sucipto mengatakan untuk mengantisipasi bentrokan kembali terjadi Kamis ini, dimungkinkan aparat dari berbagai unsur itu kembali diterjunkan untuk mengamankan Desa Ngaren.

Menyikapi kejadian tersebut, Sucipto mengatakan jajaran Muspika Juwangi, Jumat (16/5), mengagendakan pertemuan dengan warga dan masing-masing pemerintah desa di Desa Ngaren, untuk membahas lebih lanjut serta menjaga agar suasana menjadi kondusif kembali. “Kami agendakan pertemuan besok pagi,” terangnya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten