Tawuran, Puluhan Pelajar SMK di Salatiga Terciduk di Kebun
Puluhan pelajar dari berbagai SMK diamankan aparat polisi di Mapolsek Sidomukti, Salatiga, Rabu (27/11/2019) sore. (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Solopos.com, SALATIGA – Sebanyak 42 pelajar dari berbagai sekolah menengah kejuruan (SMK) diamankan aparat Polsek Sidomukti, Polres Salatiga, Jawa Tengah (Jateng). Mereka digiring ke kantor polisi karena hendak menggelar tawuran di Jalan Lingkar Salatiga (JLS), Rabu (27/11/2019) sore.

Seorang siswa SMK Dr Tjipto, Ambarawa, yang diamankan, Juliantono, menerangkan kronologi kejadian tersebut. Semula ia dan teman-temannya hendak pergi ke kawasan Tingkir, Salatiga, untuk merayakan pesta ulang tahun.

Mereka pun pergi dengan menumpang truk. Namun sesampainya di JLS, truk yang mereka tumpangi macet dan membuat rombongan pelajar SMK Dr. Tjipto Ambarawa itu turun ke jalan.

“Saat turun itu, ada beberapa siswa dari sekolah lain yang mendatangi. Kemudian terjadi aksi saling kejar. Kami lari ke kebun warga untuk mengumpulkan batu guna mengantisipasi serangan,” ujarnya.

Namun saat berada di kebun warga itu, rombongan pelajar SMK Dr. Tjipto Ambarawa itu dikepung warga dan aparat kepolisian yang melakukan patroli.

Kapolsek Sidomukti, Kompol Edy Suharyanta, mengatakan pelajar tersebut ditangkap di daerah Dukuh Grogol, Kelurahan Dukuh, Sidomukti, Kota Salatiga. Pelajar yang ditangkap berasal dari SMKN 1 Pringapus dan SMK Dr. Tjipto Ambarawa.

Bukan hanya pelajar, lanjut Edy, aparat juga menangkap tiga orang yang merupakan alumni SMKN 1 Pringapus.

"Saat penangkapan, ada beberapa yang melarikan diri. Seorang di antaranya bahkan ada yang terluka di bagian kaki karena terkena batu saat jatuh di tanah yang curam,” ujar Edy.

Edy menyebutkan dalam aksi penangkapan itu, pihaknya juga menyita batu-batu yang dikumpulkan para siswa.

Edy menambahkan aksi tawuran ini diduga merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya yang juga melibatkan pelajar SMK di Salatiga, beberapa waktu lalu. Kehadiran para pelajar dari luar kota itu diduga untuk membantu siswa salah satu sekolah.

“Kan dari interogasi diketahui, bahwa antarsekolah ini ada sejarah gesekan, sehingga kami akan lakukan pembinaan di Mapolsek Sidomukti,” tuturnya.

Selain mendapat pembinaan, para pelajar yang ditangkap itu harus membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan. “Setelah dijemput orang tua atau guru, mereka diizinkan pulang,” imbuh Edy.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho