TATA RUANG KOTA : Ini Trik Pemkot Semarang Atasi Kemacetan di Sentra Belanja

TATA RUANG KOTA : Ini Trik Pemkot Semarang Atasi Kemacetan di Sentra Belanja

SOLOPOS.COM - ilustrasi (JIBI/dok)

Solopos.com, SEMARANG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan beberapa titik parkir alternatif disiapkan untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di sentra oleh-oleh di Jalan Pandanaran Semarang.

“Kawasan Pandanaran memang pusat sentra perdagangan [oleh-oleh khas Semarang] yang sangat berhasil, aktivitas ekonominya sangat ramai. Tapi problemnya adalah parkir,” ujar Hendi, sapaan akrbanya, seperti dikutip Antara, Jumat (15/8/2014).

Kemacetan lalu lintas kerap terjadi di kawasan Pandanaran Semarang akibat menumpuknya kendaraan yang akan membeli oleh-oleh tanpa ketersediaan kantong parkir memadai yang memunculkan parkir-parkir liar.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi menjelaskan solusi yang sedang dipikirkan Pemerintah Kota Semarang untuk mengatasi problem parkir di sentra oleh-oleh itu adalah dengan mencari titik-titik parkir alternatif.

“Pemikiran kami, parkir di situ [kawasan Pandanaran] nanti tidak boleh. Mereka (parkir pengunjung, red.) akan dipindahkan ke titik-titik lain, lalu disediakan semacam bus kecil untuk pengantar,” katanya.

Fungsi “shuttle bus” itu, kata dia, untuk mengantar para pengunjung dari titik-titik parkir alternatif yang telah disediakan menuju ke kawasan Pandanaran Semarang, dan kembali lagi ke titik parkir.

“Ada beberapa titik parkir alternatif yang kami pikirkan, misalnya museum [Museum Mandala Bhakti-terletak tak jauh dari Jalan Pandanaran], kemudian juga di beberapa titik lainnya,” ungkapnya.

Untuk pemanfaatan kawasan Museum Mandala Bhakti sebagai titik alternatif parkir, kata dia, perlu persetujuan dari pihak Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro karena museum itu salah satu asetnya.

“Nanti, kalau semua sudah diselesaikan, ada nota kesepahaman (MoU), nanti kita sampaikan ke publik. Per tanggal sekian parkir di Pandanaran dilarang. Yang mau beli oleh-oleh disediakan parkir di situ,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Jelang SBBI Award 2021: Apresiasi Pengelola Brand yang Beradaptasi di Segala Situasi

Solopos berkomitmen selalu menghadirkan ajang penghargaan paling bergengsi di Soloraya bagi pemegang merek lewat SBBI setiap tahunnya

Targetkan Kredit Macet Turun Hingga 3,8 Persen pada 2021, Ini Strategi BTN

BTN menargetkan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) akan turun ke level 3,8 persen sampai 3,9 persen pada 2021.

Virus Corona Varian Delta Serang AS, Pegawai Federal Wajib Vaksin

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan mempertimbangkan wajib vaksin bagi semua pegawai federal AS akibat virus corona varian delta.

10 Berita Terpopuler : Viral Pemuda Nikah dengan 2 Wanita Sekaligus – Jalur Bawah Flyover Palur Ditutup

Ulasan tentang pemuda nikah dengan dua wanita hingga jalur bawah Flyover Palur ditutup masuk daftar 10 berita terpopuler Solopos.com pagi ini.

Soal Gagal Tangani Covid-19, Luhut Malah Sindir Petinggi Parpol

Luhut Binsar Pandjaitan balik menyindir petinggi partai politik ketika Indonesia disebut negara gagal akibat gagal menangani Covid-19.

Nekat ke Indonesia, Warga Arab Saudi Terancam Hukuman

Arab Saudi mencegah warganya bepergian ke negara dengan penularan virus corona pemicu Covid-19 tinggi seperti Indonesia.

SBY Minta Tuhan Bimbing Pemerintah Hadapi Covid-19

Covid-19 di masa pemerintahan Presiden Jokowi membuat Presiden Ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY berdoa kepada Tuhan.

Pelanggar Aturan Covid-19 di Arab Saudi Diancam Hukuman 3 Tahun

Arab Saudi mengancam warga dengan hukuman tidak bepergian selama tiga tahun jika berkunjung ke negara pemicu penularan Covid-19 tinggi.

Ini 4 Tersangka Penganiayaan Pesilat di Tulungagung Saat Latihan

Polisi menetapkan empat tersangka dua diantaranya anak-anak dalam kasus tewasnya seorang pesilat di Tulungagung.

Terancam Virus Corona Varian Delta, Sydney Perpanjang Lockdown

Lockdown atau penguncian Sydney diperpanjang setidaknya empat pekan karena Australia gagal menahan penularan virus corona pemicu Covid-19.

Dada Dipukul Berulang Kali, Pesilat di Tulungagung Meninggal

Korban seorang pesilat di Tulungagung, Jawa Timur diduga mengalami penganiayaan berupa pukulan berulang kali di bagian dada saat latihan.

3 Negara Asia Cetak Rekor Harian Covid-19

Tiga negara di Asia, Jepang, Thailand, dan Korea Selatan, mencatat rekor kasus Covid-19 harian dalam dua hari terakhir.