Kategori: Jateng

TATA KOTA SEMARANG : Pejabat: "Mosok" Belakang Balai Kota Semarang Kumuh?


Solopos.com/JIBI/Solopos/Antara

Tata kota Semarang terus diupayakan oleh Dinas Tata Kota dan Permukiman dengan mengupayakan kebersihan.

Solopos.com, SEMARANG-Pemerintah Kota Semarang melakukan penataan kawasan belakang balai kota setempat untuk menghilangkan kekumuhan, termasuk membangun gerbang yang megah.

"Tampilan Balai Kota Semarang dari depan kan sudah bagus, 'mosok' belakangnya kumuh," kata Kepala Dinas Tata Kota dan Permukiman (DTKP) Kota Semarang Agus Riyanto di Semarang, Selasa (24/11/2015).

Berdasarkan masukan dari berbagai pihak, DTKP akhirnya menata kawasan belakang balai kota, seperti pembangunan gerbang dengan lebar delapan meter, sekaligus menata kawasan di sekitarnya.

Ia mengatakan penataan kawasan belakang Balai Kota Semarang, meliputi pula penataan landskap Kali Semarang, penataan Taman Pekunden, dan penerangan jalan yang masih dalam satu kawasan.

"Penataan kawasan belakang Balai Kota Semarang ini menelan biaya sekitar Rp1,6 miliar. Untuk pengerjaan gerbang belakang balai kota diperkirakan rampung akhir bulan ini," katanya.

Namun, kata dia, perampungan gerbang masih harus menunggu penyelesaian pengerjaan jembatan yang menghubungkan akses ke balai kota yang tengah dikerjakan oleh Dinas Bina Marga Kota Semarang.

"Kami juga lakukan penataan jalan dengan mengganti lapisan aspal dengan paving agar lebih cantik. Jadi, kawasan belakang Balai Kota Semarang nantinya juga terlihat lebih asri," katanya.

Menurut dia, penataan kawasan belakang Balai Kota Semarang dilakukan karena selama ini terlihat kumuh sehingga tidak seimbang dengan kondisi depan balai kota yang sudah tertata rapi.

Selama ini, Agus mengatakan Pemkot Semarang dinilai hanya memperhatikan "wajah" depan balai kota dan mengabaikan bagian belakang, padahal kerap dilalui oleh masyarakat yang akan ke balai kota.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Erry Sadewo mengapresiasi penataan kawasan belakang balai kota agar lebih cantik dan indah, seimbang dengan bagian depan yang sudah tertata dengan apik.

"Ya, selama ini kesan bagian belakang balai kota itu kumuh. Sangat bertolak belakang dengan kawasan depannya. Makanya, saya menyambut baik kalau bagian belakang ikut ditata," katanya.

Selain itu, politikus Partai Golkar itu mengusulkan agar gudang untuk menempatkan aset-aset yang tidak terpakai di bagian belakang juga ikut ditata agar terlihat lebih rapi dan bersih.

Share
Dipublikasikan oleh
Anik Sulistyawati