TAS PLASTIK BERBAYAR : Warga Solo Masih Sulit Berkelit dari Kantong Plastik
KURANGI PENGGUNAAN TAS PLASTIK (Antara/Agung Rajasa)

Tas plastik berbayar akan segera diterapkan di Solo dan kota lainnya.

Solopos.com, SOLO - Sebagian masyarakat Solo masih sulit mengurangi penggunaan plastik dalam aktivitas sehari-hari.

Salah satunya diakui Muslimah, 46, seorang pengusaha katering rumahan di Kota Bengawan. Ibu dua anak ini mengaku dalam sehari bisa membawa pulang 20 tas plastik belanjaan dari pasar.

Selain itu, wanita yang berdomisili di tengah Kampung Batik Kauman juga mengeluarkan sedikitnya 15 tas plastik berukuran sedang dan puluhan plastik transparan pembungkus makanan untuk mengantarkan pesanan katering setiap harinya.

“Kalau ke supermarket, paling tidak diberi tujuh kantong plastik. Biasanya ada plastik yang diberi dobel karena isinya minyak atau gula yang berat,” kata dia saat berbincang dengan solopos.com, Jumat (29/1/2016).

Pemberitaan mengenai kantong plastik berbayar mulai dari toko retail yang akan diterapkan mulai Februari 2016, sedikit mengusik ketenangannya.

“Ya kalau ditanya pasti keberatan.  Plastik disuruh bayar, otomatis ongkos belanja juga naik,” keluh dia.

Tak hanya Muslimah, perilaku konsumen Solo lain juga menunjukkan gelagat sulitnya meninggalkan kantong plastik.

Dian, 24, terlihat tergesa masuk ke toko Indomaret cabang Yosodipuro, Jumat siang. Salah satu karyawan swasta ini langsung menuju ke etalase minuman.

Setelah menyerahkan uang pembayaran ke kasir, ia keluar toko retail modern dengan menenteng satu kantong plastik kecil belanjaan.

Bagi Dian, wacana pemerintah menerapkan kantong plastik cukup positif. Namun ia berharap kebijakan tersebut tidak lantas menjadi sarana mengeruk keuntungan bagi pelaku usaha.

“Tas plastik berbayar sah-sah saja. Tapi jangan terlalu mahal juga. Paling tidak harganya masih di level ratusan rupiah lah. Seperti penjual tas plastik di tempat umum. Paling banter harganya satu biji Rp1.000,” sarannya.

Pegawai Toko Indomaret Yosodipuro Solo, Januari Ayu Wulansari, mengatakan dalam sehari tokonya mengeluarkan paling sedikit 200 kantong plastik.

Customer Service Coordinator (CSC) and Secretary Carrefour Solo Paragon, Laily Hidayat, mengutarakan jumlah tas plastik yang didistribusikan untuk konsumennya dalam sehari  mencapai 50.000 buah.

“Itu kalau hari biasa. Kalau akhir pekan atau hari libur bisa naik dua kali lipat,” bebernya.

Solo bersama daerah lainnya akan menerapkan plastik berbayar. Kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini diharapkan bisa mengurangi jumlah sampah plastik. Saat ini, sampah plastik di Kota Bengawan menyumbang porsi 13,39% dari total sampah sebanyak 265 ton/hari.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho