Tarif Retribusi Naik 6 Kali Lipat, Pedagang di Sriwedari Solo Menjerit

Para pedagang di kios kawasan Sriwedari Solo memprotes kebijakan Pemkot Solo yang menaikkan tarif retribusi kios mereka hingga enam kali lipat.

 Aktivitas pedagang di Kios Stadion Sriwedari, Laweyan, Solo, Jumat (21/1/2022) siang. (Solopos/Ika Yuniati)

SOLOPOS.COM - Aktivitas pedagang di Kios Stadion Sriwedari, Laweyan, Solo, Jumat (21/1/2022) siang. (Solopos/Ika Yuniati)

Solopos.com, SOLO — Pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Kios Stadion Sriwedari (PKSS) Solo memprotes kenaikan tarif retribusi kios mereka yang mencapai enam kali lipat lebih. Retribusi bulanan yang awalnya Rp90.000 bertambah menjadi Rp600.000.

Kenaikan tarif itu tertuang dalam Perwali Nomor 2 Tahun 2022 tentang Kenaikan Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga di Dinas Kepemudaan dan Olahraga Solo. Aturan baru diberlakukan mulai akhir Januari ini.

PromosiMengenang Kerusuhan Mei 1998 di Solo, Ratusan Toko Dibakar Massa

Wakil Ketua PKSS Solo, Usman Misman, kepada Solopos.com, Jumat (21/1/2022), mengatakan para pedagang menolak keras kebijakan tersebut. Mereka mengaku sebelumnya tak diberi sosialisasi lalu tiba-tiba diberi surat edaran Perwali. Apalagi nilai retribusi baru terbilang tinggi.

Baca Juga: Retribusi Fasilitas Manahan & Sriwedari Solo Naik, Termasuk Kamar Mandi

Usman mengatakan para pedagang sebenarnya tidak menolak kenaikan retribusi kios di kawasan Sriwedari, Solo. Namun, harusnya dimulai dari jumlah terendah, tidak langsung naik signifikan.

Apalagi saat ini pedagang belum bisa berjualan secara normal karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Pendapatan mereka mengalami penurunan sekitar 30% hingga 50%. “Awal tahun mulai jalan, tapi bukan berarti langsung pulih,” katanya.

Sepi Pelanggan

Mayoritas pedagang di kawasan tersebut menjual jasa ketikan dan fotokopi. Selama dua tahun pandemi mereka sepi pelanggan karena mayoritas mengandalkan pertemuan online. Ditambah adanya aturan pemerintah yang hanya boleh buka sampai sore.

Baca Juga: Solo Full Senyum, Perayaan Persis Solo Juara di Stadion Sriwedari

“Belum lagi pernah ada perbaikan saluran air di depan kios, itu mengurangi pelanggan. Ini baru selesai beberapa bulan, malah ada kabar kenaikan retribusi. Kami jelas keberatan untuk itu,” kata Usman.

Para pedagang di kios Sriwedari sudah melaporkan keberatan mereka terhadap kebijakan kenaikan tarif itu ke Dinas Pemuda dan Olahraga, namun diminta langsung ke Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sebagai penentu kebijakan. Mereka kemudian melaporkan hal itu lewat Whatsapp.

Namun, laporan mereka hanya ditanggapi normatif. Pedagang berharap bertemu langsung dengan Wali Kota Solo. Pedagang lain, Hendra Dwi, Jumat, mengatakan dirinya dan pedagang lain berjualan di kios tersebut sejak tahun 2000-an.

Kios Busri

Selama itu ia mengklaim selalu tertib membayar retribusi. Oleh karena itu, ia berharap adanya kebijakan pemerintah untuk menganulir aturan tersebut. “Apalagi selama pandemi tidak pernah ada keringanan bayar. Lha kok ini malah diminta naik enam kali lipat,” katanya.

Baca Juga: Gratis! Ini Syarat Nonton Piala Persis Solo di Stadion Sriwedari

Lebih lanjut, Hendra mengatakan kalaupun alasannya adalah perbaikan kios, hal itu perlu dipertanyakan. Selama 10 tahun menyewa kios di sana, ia dan pedagang lain merasa belum pernah ada perbaikan. Pembenahan dilakukan sendiri oleh para pedagang dengan dana pribadi.

Sementara itu, pedagang di kios Buku Sriwedari (Busri) yang juga masih berada dalam satu deretan mengaku belum mendapat informasi soal kenaikan tarif retribusi dari Pemkot Solo. Salah satu pedagang, Darmanto, mengatakan retribusi kios Busri Rp36.000 per bulan.

Kios Busri selama ini dikelola Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Sementara, kios Stadion Sriwedari dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga. “Belum ada informasi akan ada kenaikan apa tidak, ya masih Rp36.000. Dulu malah pernah retribusinya hanya Rp9.000 per bulan,” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

12 Klub Ponpes Boyolali Unjuk Gigi dalam Liga Santri Piala Kasad 2022

Liga Santri sekaligus menjadi wadah silaturahmi kebangsaan untuk santri di Boyolali.

Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini (20/5/2022): Siang-Malam bakal Hujan

Berikut ini tersaji prakiraan cuaca Sukoharjo hari ini Jumat 20 Mei 2022 secara lengkap.

Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini (20/5/2022): Potensi Hujan Sore-Malam

Prakiraan cuaca Boyolali hari ini Jumat 20 Mei 2022 bisa  disimak secara lengkap dalam artikel ini.

Prakiraan Cuaca Klaten Hari Jumat Ini: Siang Panas, Sore Hujan Deras

Prakiraan cuaca Klaten hari ini Jumat 20 Mei 2022 disajikan secara lengkap dalam artikel ini.

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Jumat (20/5/2022): Sore Waspada Hujan Lebat

Berikut ini bisa disimak prakiraan cuaca Solo hari ini Jumat 20 Mei 2022.

Jadi Tumpuan Pemulihan Ekonomi, UMKM Masih Saja Sulit Akses Kredit Bank

Para pembicara dalam KUR Fintech Festival 2022 di Solo Technopark kompak mengatakan UMKM saat ini masih sulit mendapat akses kredit bank untuk penguatan modal.

Prakiraan Cuaca Wonogiri Hari Ini (20/5/2022): Pagi Berawan, Siang Mulai Hujan

Informasi prakiraan cuaca Wonogiri hari ini Jumat 20 Mei 2022 bisa disimak secara lengkap dalam artikel ini.

Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini: Siang Hujan Ringan, Sore Lebat

Informasi lengkap mengenai prakiraan cuaca Karanganyar hari ini Jumat 20 Mei 2022 bisa disimak dalam artikel ini.

Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 20 Mei 2022: Awas Hujan Lebat Sore Hari

Informasi lengkap mengenai prakiraan cuaca Sragen hari ini Jumat 20 Mei 2022 bisa disimak dalam artikel ini.

Belum Ada Kasus, Lurah Di Solo Minta Warga Tetap Waspada Hepatitis Akut

Sejumlah lurah di Kecamatan Laweyan, Solo, mengimbau para ketua RT dan RW agar tetap mewaspadai penularan hepatitis akut meski belum ada kasus sejauh ini.

Punya Seribuan Hewan Kurban, Begini Langkah Lazismu Solo Antisipasi PMK

Lazismu Solo yang memiliki seribuan hewan kurban sapi dan kambing telah mengambil langkah antisipasi agar hewan kurban tersebut tidak terkena wabah PMK.

Banyak Pertanyaan Soal Pendaftaran PKL CFD, Ini Jawaban Disdag Solo

Dinas Perdagangan (Disdag) Solo mendapatkan banyak pertanyaan dari para PKL yang ingin berjualan di area car free day atau CFD pada Minggu pagi.

Meriah! Pelaksanaan Karya Potensi Akademik di Disdikbud Wonogiri

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri menggelar Gelar Karya Potensi Akademik di area parkir indoor gedung B Disdikbud Wonogiri, Kamis (19/5/2022).

Kisah Calo Tiket Bioskop Era 1980-An di Solo: Film India Paling Ramai

Seorang warga Purbowardayan, Tegalharjo, Jebres, Solo, menceritakan saat dirinya menjadi calon tiket Bioskop Rama Theatre pada era 1980-an.

Mahasiswa Akper Patria Husada Surakarta KKN di Jotangan Klaten

Sebanyak 16 mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Patria Husada Surakarta mengikuti program kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Jotangan, Kecamatan Bayat, Klaten, sejak Rabu (11/5/2022).