Tutup Iklan
Tarif Rapid Test Mandiri Covid-19 di RSUD Sragen Kini Rp148.000/Orang
Petugas DKK Sragen melakukan swab test terhadap warga reaktif rapid test di Technopark Ganesha Sukowati Sragen, Senin (13/7/2020). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com SRAGEN — Tarif baru rapid test mandiri untuk pemeriksaan Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sragen senilai Rp148.000/orang secara resmi diberlakukan mulai Senin (13/7/2020).

Pemberlakukan tarif baru rapid test Covid-19 itu diinformasikan oleh Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, dr. Joko Haryono, Senin.

Joko Haryono menyampaikan tarif baru itu senilai Rp148.000/orang atau lebih rendah dibandingkan tarif rapid test mandiri sebelumnya di RSUD Sragen senilai Rp369.000/orang.

“Tarif rapid test tidak jadi Rp150.000/orang tetapi diturunkan lagi menjadi Rp148.000/orang. Perubahan tarif tersebut dilakukan untuk menyesuaikan Surat Edaran Kementerian Kesehatan tentang batasan maksimal tarif rapid test mandiri senilai Rp150.000/orang," ungkap dia.

Jadi Ketua DPRD Termiskin Se-Jateng, Ini Jumlah Utang Suparno

Joko Haryono memastikan dengan tarif tersebut pihaknya tidak merugi karena alat reagent yang dipakai dalam rapid test mandiri harganya di bawah Rp150.000/orang.

"Untuk pelayanan rapid test mandiri dilakukan mulai pukul 07.30 WIB sampai 10.00 WIB,” ujarnya.

Sementara itu pada Senin, sebanyak 20 warga Sragen menjalani swab test Covid-19 di Technopark Ganesha Sukowati, Sragen.

Delapan orang di antaranya berasal dari wilayah Gemolong, Sragen, berdasarkan hasil tracing atas kasus terkonfirmasi positif Covid-19, S, 42,warga Ngembatpadas, Sabtu (11/7/2020).

Ikan di Waduk Kedung Ombo Mati Keracunan, Nelayan Sragen Banting Harga Nila Rp5.000/Kg

Selain itu, ada tujuh orang ikut swab test karena reaktif berdasarkan rapid test mandiri. Kemudian lima orang lainnya masih merupakan swab test evaluasi terhadap orang tanpa gejala Covid-19 yang diisolasi mandiri di Technopark Sragen.

Para warga dari Gemolong dan sejumlah daerah yang ikut swab test Covid-19 diantar ambulans puskesmas. Petugas puskesmas yang mengantar peserta swab test mengenakan pakaian hazmat lengkap level tiga.

Demikian pula petugas yang mengambil spesimen tenggorokan untuk pemeriksaan Covid-19 juga mengenakan hazmat.

Pelaku Perjalanan

Pengambilan spesimen tenggorokan dilakukan petugas dari balik bilik, sehingga petugas tidak kontak langsung dengan warga yang menjalani swab test. Mereka antre dan dipanggil satu per satu untuk swab test.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, dr. Sri Subekti, mengatakan tim DKK sudah melakukan tracing terhadap kasus warga lumpuh terkonfirmasi positif Covid-19 di Ngembatpadas, Gemolong, dengan mengambil sampel darah untuk rapid test sebanyak 21 orang.

Dia mengatakan sebanyak tujuh orang di antaranya reaktif dan kemudian menjalani swab test di Technopark Sragen. Selain mereka, istri S yang sebenarnya rapid test non reaktif Covid-19 tetap diikutkan swab test.

“Kemudian ada tujuh orang reaktif hasil rapid test mandiri juga ikut swab test. Mereka berasal dari Mondokan satu orang, Tanon tiga orang, Sragen dua orang, dan Tangen satu orang,” ujarnya.

Terungkap! Pengemudi Truk Terguling Tewaskan 3 Orang di Sragen Nyopir Sambil Momong Balita

Mereka, ungkap dia, merupakan pelaku perjalanan yang hendak merantau ke luar Sragen. Sebelum merantau mereka harus ikut rapid test dan hasilnya reaktif.

Kemudian lima orang lainnya merupakan swab test evaluasi terhadap para OTG Covid-19.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menduga kasus Covid-19 baru di Gemolong itu kemungkinan kasus transmisi lokal.

Sebelumnya, Kepala DKK Sragen Hargiyanto menduga dari 50 kasus positif Covid-19 sebelumnya ada tiga di antaranya merupakan kasus transmisi lokal.

Demi Kasih Jajan Cucu, Nenek 80 Tahun di Sragen Rela Jualan Sapu Keliling Jalan Kaki

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho