Kategori: Nasional

Tari Sufi dan Rebana Dalam Misa Natal Gereja Katolik Malang


Solopos.com/Newswire

Solopos.com, MALANG -- Ada peristiwa langka mewarnai Misa Natal di Gereja Katolik Santo Vincentius Kota Malang Jawa Timur, Rabu (25/12/2019) sore. Misa itu dihadiri oleh masyarakat lintas agama, bahkan diisi tarian sufi hingga rebana dan syair yang penuh makna.

Pendeta Romo Yohanes Gani juga sempat diiringi tabuhan rebana dari Komunitas Gusdurian Malang sebelum saat akan memasuki gereja.

Tarian sufi ditampilkan enam anggota Gubuk Sufi Jabung. Sekitar 10 menit mereka menari diiringi alunan rebana dengan syair Tanpo Waton. Syair ini berisikan ajaran-ajaran KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Netflix Diblokir Telkomsel, Menkominfo Mengaku Tak Bisa Apa-Apa

"Ini merupakan cara kami menyampaikan pesan damai di momentum Natal. Kami mengundang teman-teman Gusdurian serta Gubuk Sufi Jabung. Begitu sebaliknya, jika lebaran ya kami yang datang," kata Romo Gani kepada awak media.

Romo Gani menambahkan perayaan Natal tahun ini mengangkat tema Hendaklah Menjadi Sahabat Bagi Semua Orang. Itu, menurutnya, termaktub dalam dokumen Abu Dhabi.

"Kami berusaha merealisasikan dokumen tersebut. Jadi seluruh gereja katolik mengaktualisasikan pesan tersebut," ujarnya.

Uji Coba KA Bandara Solo, Stasiun Kadipiro-Adi Soemarmo 12 Menit

Sementara itu, penggagas Gubuk Sufi Jabung Gus Muham mengatakan Tari Sufi adalah jalan agama cinta yang sangat universal. Cinta tidak memandang warna dan tidak ada sekat.

"Seluruhnya tentang kemanusiaan, kerukunan dan kedamaian. Mengerucut pada keindahan, ada kasih di hati manusia," ujarnya.

"Yang tidak dibenarkan adalah membeda-bedakan, karena perbedaan itu indah, ya cinta itu sendiri."

Share
Dipublikasikan oleh
Adib Muttaqin Asfar