Target Swasembada Beras, Kementan Canangkan Setahun 4 Kali Tanam Padi

Kementan menggulirkan program tanam padi empat kali setahun melalui pola IP400 untuk mewujudkan target swasembada beras. Sragen menjadi salah satu sasaran program ini.

 Seorang petani, Gino, 66, memasang pagar plastik supaya tikus tidak bisa merusak tanaman padinya di Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Sragen, Jumat (3/12/2021). (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

SOLOPOS.COM - Seorang petani, Gino, 66, memasang pagar plastik supaya tikus tidak bisa merusak tanaman padinya di Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Sragen, Jumat (3/12/2021). (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah mencanangkan target swasembada beras dimulai pada 2022 ini. Salah satu caranya adalah dengan penerapan indeks pertanaman padi 400 (IP 400) dengan empat kali panen dalam setahun.

PromosiRehabilitasi Pencandu Narkoba Lebih Efektif Secara Sukarela

Penerapan IP400 itu dilakukan mengingat luas lahan semakin sempit sementara jumlah penduduk terus bertambah. Sragen menjadi lumbung beras nasional menjadi daerah sasaran dalam pencanangan IP400 tersebut.

Pencanangan itu akan dilakukan langsung Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Desa Bendungan, Kedawung, Sragen, Senin (10/1/2022). Syahrul mencanangkan IP400 pada 25.000 hektare lahan tanaman padi di Jawa Tengah supaya bisa panen empat kali dalam setahun. IP400 itu dinilai cukup menjanjikan untuk meningkatkan produktivitas padi nasional tanpa memerlukan tambahan fasilitas irigasi dan pembukaan lahan baru.

 

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen, Suratno, menilai pola IP400 sulit diterapkan di tengah situasi pertanian indonesia yang masih seperti sekarang. Salah satunya masalah ketersediaan pupuk. Belum lagi ketersediaan air.

“Saya mendengar beberapa petani sudah mulai tanam dengan model IP400 itu. Dengan pola itu mungkin bibit yang digunakan hanya bibit yang berumur pendek, yakni berumur tiga bulan. Kalau bibit biasanya panen pada umur 3,5 bulan ke atas. Jadi dengan IP400 itu umur padi harus pendek,” katanya.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan & KP) Sragen, Sakri, pada Minggu (9/1/2022), menyampaikan ide tanam padi empat kali setahun itu sudah muncul di Sragen.  Tetapi belum direspons semua petani Sragen. Dia mengatakan IP400 itu mulai dicanangkan Kementerian Pertanian pada 2022 ini. Untuk bantuan benihnya, kata dia, belum ada kepastian dari Provinsi Jawa Tengah.

 

“Kami sudah mengajukan bantuan benih untuk mendukung pencanangan IP400 itu ke Provinsi Jateng tetapi belum ada kepastian nilai bantuannya. Keunggulan penerapan IP400 itu sebenarnya sama dengan varietas padi lainnya hanya waktunya dalam setahun bisa panen empat kali. Kalau setahun empat kali panen itu petani tidak istirahat,” jelas Sakri.

Dia mengatakan produktivitas padi pada IP400 itu tergantung pada situasi dan kondisi, termasuk bagaimana pengendalian organisme penganggu tanaman (OPT). Dia mengatakan petani Sragen belum semua merespons itu karena masih mempertimbangkan musim atau mangsa. Ada bulan-bulan tertentu, kata dia, petani tidak mau tanam.

“Kemungkinan nanti di Sragen ada demplot dulu tetapi lokasi demplotnya juga belum pasti,” ujarnya.

 

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mukafi Fadli, menyoroti karut-marutnya masalah pupuk bersubsidi. Selain itu rendahnya kesejahteraan petani juga jadi persoalan yang tak kunjung terpecahkan.

“Kami mengusulkan kepada pemerintah agar subsidi pupuk dicabut, kemudian harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen dinaikan harganya,” pintanya.

Dia meminta negara harus mengambil alih urusan gabah seperti halnya bahan bakar minyak untuk mencapai swasembada beras. Dia menyampaikan subsidi pupuk itu tidak meningkatkan kesejahteraan petani dan petani lebih menginginkan harga gabah saat panen bisa sampai Rp5.500/kg. Dia mengungkapkan HPP gabah kering panen sekarang Rp4.200/kg tetapi fakta di lapangan saat panen raya bisa anjlok di harga Rp3.200-Rp3.400/kg.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

+ PLUS Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

Pulau Jawa memiliki paparan risiko bencana tinggi dibanding pulau lain, namun indeks risiko bencana lebuh tinggi dimiliki Kalimantan Timur dibanding DKI Jakarta.

Berita Terkini

Eksklusif! Gibran Buka-Bukaan, Siap Jadi Sales demi Kota Solo

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka buka-bukaan mengenai rencana-rencananya dalam wawancara eksklusif dengan Presiden Direktur SMG, Arif Budisusilo.

RSI Surakarta Resmi Luncurkan Layanan BPJS Kesehatan

Adanya layanan BPJS Kesehatan ini bisa meningkatkan pelayanan kepada seluruh pasien RSI Surakarta sesuai prosedur pelayanan yang berlaku.

2 Perempuan Diduga Pelaku Prostusi Online Ditangkap di Indekos Solo

Tim gabungan menangkap dua orang perempuan yang diduga pelaku prostitusi online saat tengah berdua-duaan dengan laki-laki di kamar indekos wilayah Serengan, Solo.

Tengah Malam di Bangunan Tua Rumah Jagal Solo, Serem Lur!

Rumah jagal atau pemotongan hewan di kompleks Kantor DKPP Solo merupakan salah satu bangunan tua dari awal 1900-an yang masih terjaga keasliannya.

Pandemi Belum Berakhir, Tim Gabungan Solo Gencarkan Lagi Razia Masker

Petugas gabungan TNI, Polri, dan Pemkot Solo kembali menggencarkan razia masker untuk mengingatkan masyarakat yang mulai abai menerapkan protokol kesehatan padahal pandemi belum berakhir.

Kasus Covid-19 Wonogiri Naik, Jekek Minta PTM 100 Persen Dievaluasi

Jekek menilai perlu ada strategi baru untuk mencegah penularan Covid-19 varian Omicron di lingkungan satuan pendidikan.

Waduh, Banyak Naskah Kuno Berharga di Mangkunegaran Solo Hampir Rusak

Kondisi naskah-naskah atau manuskrip kuno di perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran Solo hampir rusak sementara upaya penyelamatan terkendala sarpras.

BBWSBS Hitung Lagi Kebutuhan Anggaran Revitalisasi Rawa Jombor

BBWSBS sebelumnya sudah mengusulkan ke Kemen PUPR agar mengalokasikan anggaran Rp68 miliar untuk kegiatan revitalisasi Rawa Jombor pada 2023.

Giliran Soropaten, Mranggen, & Manjungan Klaten Dapat SK Desa Wisata

Tiga desa yang memperoleh SK bupati Klaten tentang desa wisata, yakni Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom; Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, dan Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen.

Tambah Terus, 200-An Pemulung Mengais Rezeki di TPA Putri Cempo Solo

Jumlah pemulung yang mengais rezeki di antara tumpukan sampah TPA Putri Cempo Mojosongo, Solo, terus bertambah dari tahun ke tahun,

Sibangga Jadi Wadah Polres Sukoharjo Gali Permasalahan Masyarakat

Kapolres menambahkan permasalahan keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian melainkan juga ada peran masyarakat di dalamnya.

Molor, Proyek 2021 Jalan Watuondo-Pogog Wonogiri Tak Kunjung Rampung

Hingga Januari ini proyek jalan Watuondo, Kecamatan Bulukerto-Pogog, Kecamatan Puhpelem senilai Rp3,985 miliar belum rampung.

Buat yang Mau Wisata Lampion Imlek, Dapat Pesan dari Kapolresta Solo

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak memberikan sejumlah pesan kepada warga yang ingin berwisata menikmati keindahan lampion Imlek di Pasar Gede dan Balai Kota Solo.

Kasus Naik Lagi, Jekek: Covid-19 Enggak Bisa Ditangkal dengan Akik

Joko Sutopo menegaskan Covid-19 tidak dapat ditangkal hanya dengan akar bahar, akik, atau benda lain yang dianggap memiliki kekuatan tertentu.

Duh, Kasus Aktif Covid-19 di Wonogiri Naik Lagi

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wonogiri menilai kasus aktif Covid-19 di Wonogiri naik lagi lantaran penerapan protokol kesehatan kendur.

Penyelesaian Sengketa Lahan Sriwedari Solo Bisa Jadi Legacy Gibran

Penyelesaian sengketa lahan Sriwedari Solo antara Pemkot dengan ahli waris RMT Wirjodiningrat bisa menjadi legacy atua warisan Gibran sebagai Wali Kota kelak.