Target Partai Gerindra Klaten di Pilkada 2020: Sumbang 70.000 Suara buat One-Fajri
Logo KPU. (Instagram-@kpujateng)

Solopos.com, KLATEN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Klaten, Jawa Tengah optimistis dapat memenangkan pasangan calon (paslon) calon bupati-calon wakil bupati Klaten, One Krisnata-Muhammad Fajri (ORI), di Pilkada 2020. DPC Partai Gerindra mematok target dapat menyumbang 70.000 suara ke ORI.

Hal itu diungkapkan Sekretaris DPC Partai Gerindra Klaten, Hariyanto, saat ditemui wartawan di gedung DPRD Klaten, Senin (6/7/2020). DPC Partai Gerindra yang memiliki lima kursi di DPRD Klaten menjadi salah satu parpol pengusung ORI.

Kalung Anti-Corona Siap Diproduksi di Indonesia, Mampukah Tangkal Covid-19?

Di samping Partai Gerindra, ORI diusung PKS (lima kursi di DPRD Klaten) dan Partai Demokrat (tiga kursi di DPRD Klaten). "Di Pileg 2019, kami memperoleh 62.000 suara [angka kumulatif]. Pileg dan Pilkada itu beda. Di Pilkada ini, kami mematok target dapat menyumbang 70.000 suara ke ORI. Kami optimistis menang," kata Hariyanto.

Hariyanto mengatakan surat rekomendasi ke paslon One-Fajri di Pilkada Klaten 2020 masih dalam proses ke DPP Partai Gerindra. Diharapkan surat rekomendasi dapat turun di Juli 2020 ini.

"Kami berharap bisa head to head. Soalnya masih ada peluanh dari parpol lain bergabung [memenangkan ORI]," katanya.

Valtteri Bottas Juarai Balapan Perdana F1 2020 di Austria, 9 Pembalap Gagal Finis

Hariyanto mengatakan Partai Gerindra Klaten selalu diajak berembuk dengan One Krisnata dalam menentukan pasangannya. Hal itu termasuk saat menunjuk Muhammad Fajri sebagai pendamping di Pilkada 2020.

"Sebelum Pak One menggandeng Pak Fajri, kami terlebih dahulu diberi tawaran. Berhubung belum ada yang siap, Partai Gerindra mempersilakan Pak One memilih pasangannya," katanya.

Hari Ini Dalam Sejarah: 6 Juli 1924, Hujan Meteor Landa AS

Sebagaimana diketahui, paslon One-Fajri berpeluang besar akan bersaing dengan dua paslon lain di Pilkada Klaten 2020. Kedua paslon lain itu, yakni Sri Mulyani-Aris Prabowo dan Arif Budiyono-Harjanta.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom