Tanya Jawab Seputar Covid-19 (Bagian III): Apakah Antibiotik Bisa Obati Virus Corona?
Ilustrasi virus corona (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Virus corona atau Covid-19 sudah dinyatakan sebagai pandemi global karena penyebarannya sudah mencapai ratusan negara. Upaya penanganan dilakukan di hampir semua negara termasuk upaya mengembangkan vaksin. Kerap muncul pertanyaan, apakah antibiotik bisa obati pasien virus corona?

Pertanyaan antibiotik bisa obati virus corona menjadi salah satu pertanyaan yang cukup banyak menyita perhatian warga Indonesia. Hal tersebut terlihat di laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), covid19.kemkes.go.id, khususnya mengenai QnA Covid-19.

Banjir TKI Pulang Kampung, ODP Corona di Sragen Melonjak Jadi 65 Orang

Berikut sejumlah tanya jawab mengenai virus corona sebagaimana dikutip di laman covid19.kemkes.go.id, Selasa (17/3/2020)

Apakah sudah ada vaksin untuk Covid-19?

Vaksin untuk mencegah infeksi Covid-19 sedang dalam tahap pengembangan atau uji coba.

Apakah antibiotik efektif dalam mencegah dan jadi obati virus corona atau Covid-19?

Tidak, antibiotik hanya bekerja untuk melawan bakteri, bukan virus. Oleh karena Covid-19 disebabkan oleh virus, antibiotik tidak bisa digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan.

Motor Warga Wonogiri Hilang Dicuri Berikut STNK-Nya

Namun, jika Anda dirawat di rumah sakit dan didiagnosis Covid-19, Anda mungkin akan diberikan antibiotik, namun bukan untuk obati virus corona, tetapi karena seringkali terjadi infeksi sekunder yang disebabkan bakteri.

Siapa saja yang berisiko terinfeksi Covid-19?

Orang yang tinggal atau bepergian di daerah di mana virus Covid-19 bersirkulasi sangat mungkin berisiko terinfeksi. Mereka yang terinfeksi adalah orang-orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala melakukan perjalanan dari negara terjangkit, atau yang kontak erat, seperti anggota keluarga, rekan kerja, atau tenaga medis yang merawat pasien sebelum mereka tahu pasien tersebut terinfeksi Covid-19.

Petugas Medis Paling Rentan

Petugas kesehatan yang merawat pasien yang terinfeksi Covid-19 berisiko lebih tinggi dan harus konsisten melindungi diri mereka sendiri dengan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat.

Manakah yang lebih rentan terinfeksi coronavirus, apakah orang yang lebih tua, atau orang yang lebih muda?

Tidak ada batasan usia orang-orang dapat terinfeksi oleh coronavirus ini (Covid-19). Namun orang yang lebih tua dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti asma, diabetes, penyakit jantung, atau tekanan darah tinggi) tampaknya lebih rentan untuk menderita sakit parah.

Bagaimana membedakan antara sakit akibat infeksi Covid-19, dengan influenza biasa?

Orang yang terinfeksi Covid-19 dan influenza akan mengalami gejala infeksi saluran pernafasan yang sama, seperti demam, batuk dan pilek. Walaupun gejalanya sama, tapi penyebab virusnya berbeda-beda, sehingga kita sulit mengidentifikasi masing-masing penyakit tersebut.

Sudah 16 Kota di Indonesia Terjangkit Corona

Pemeriksaan medis yang akurat disertai rujukan pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk mengonfirmasi apakah seseorang terinfeksi Covid-19.

Bagi setiap orang yang menderita demam, batuk, dan sulit bernapas sangat direkomendasikan untuk segera mencari pengobatan, dan memberitahukan petugas kesehatan jika mereka telah melakukan perjalanan dari wilayah terjangkit dalam 14 hari sebelum muncul gejala, atau jika mereka telah melakukan kontak erat dengan seseorang yang sedang menderita gejala infeksi saluran pernapasan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho