Gregoria Mariska Tunjung (Badmintonindonesia.org)

Solopos.com, JAKARTA - PBSI menargetkan masing-masing sektor bisa mengirim dua wakil di Olimpiade 2020 mendatang. Tantangan berat pun dihadapi sektor tunggal putri. Pasalnya, banyak tunggal putri Indonesia yang masih berada di bawah peringkat batas menuju Olimpade.

Seperti diketahui, setiap negara memperoleh jatah satu slot jika ada wakilnya yang masuk ke 16 Besar BWF nomor tunggal putra dan putri. Maksimal, satu negara bisa mendapatkan dua slot jika ada dua wakil di 16 Besar. Sementara untuk ganda harus ada di peringkat delapan besar.

Nah, di sektor ganda putri Indonesia cuma ada Gregoria Mariska Tunjung yang berada di peringkat ke-15 BWF. Gregoria pun harus mempertahankan ranking tersebut saat periode perhitungan poin Olimpiade 2020 yakni mulai 29 April 2019 hingga 26 April 2020.

Melihat hal itu, Indonesia cuma berpotensi mengirim satu wakil ke Olimpiade 2020. Namun Pelatih Pelatnas Tunggal Putri PBSI , Minarti Timur, mengatakan akan terus berusaha menggenjot ranking BWF anak asuhnya. Hal itu agar mereka bisa tampil di Olimpiade 2020 di Tokyo.

"Kalau dilihat dari usia, memang mereka masih muda. Pengalaman dan jam terbang masih kurang. Untuk sementara ini, [peringkat dunia] yang masuk cuma Jorji [sapaan akraab Gregoria]. Untuk Fitriani dan Ruselli cukup dekat," tutur Minarti seperti dikutip dari Suara.com, Jumat (28/12/2018).

"Mereka [Fitriani, Ruselli, dan Dinar] belum maksimal, belum mampu masuk peringkat 20 besar [BWF]. Dua tahun [menuju Olimpiade] inilah kita coba genjot peringkat," imbuhnya.

Saat ini, Fitriani, Ruselli dan Dinar memang masih berada di luar 20 besar peringkat BWF. Fitriani berada diperingkat ke-33, Dinar peringkat ke-49, dan Ruselli peringkat ke-51.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten