Kategori: Jateng

Tanpa Sanksi, Gerakan Jateng di Rumah Saja Tak Efektif, Nah Lho!


Solopos.com/Imam Yuda Saputra

Solopos.com, SEMARANG -- Ketua DPRD Jawa Tengah (Jateng), Bambang "Krebo" Kusriyanto menyoroti kebijakan yang diusulkan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, yakni Gerakan Jateng di Rumah Saja.

Menurut politikus PDIP ini, Gerakan Jateng di Rumah Saja yang dilaksanakan Sabtu-Minggu (6-7/2/2021) tidak akan efektif, apabila tidak ada sanksi bagi yang melanggar.

"Bagi saya imbauan 48 jam dalam gerakan Jateng di rumah saja tanpa ada sanksi tidaklah efektif. Kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah meluasnya persebaran Covid-19 masih rendah," ujar Bambang di Semarang, Rabu (3/2/2021).

Baca jugaSoal Gerakan Jateng di Rumah Saja, Ini Loh Maksudnya

Hal tersebut dibuktikan sejak awal pandemi pada Maret 2020, Pemprov Jateng sudah berupaya maksimal mencegah penularan Covid-19.

Namun dalam kurun waktu beberapa bulan ini, di Jateng muncul klaster-klaster Covid-19 baru yang menyebabkan daya tampung rumah sakit semakin menipis.

"Kalau 48 jam gerakan Jateng di rumah saja itu sama dengan lockdown. Tapi ini sifatnya imbauan, bukan peraturan. Sebab yang punya wilayah kabupaten/kota," ujar pria yang akrab disapa Bambang Krebo itu.

Baca juga4 Anggota Keluarga di Rembang Ditemukan Meninggal di Padepokan Seni

Bambang menambahkan jika lockdown atau gerakan Jateng di Rumah Saja tersebut benar-benar diterapkan, maka yang akan lebih berperan dalam pelaksanaannya adalah bupati/wali kota. Sebab mereka yang punya wilayah.

"Pemprov seharusnya sifatnya melakukan supervisi atas kebijakan tersebut atau gerakan Jateng di Rumah Saja itu. Seperti melakukan monitoring dan supporting ke kabupaten/kota se Jateng, termasuk mengantisipasi dampaknya," imbuh mantan Ketua DPRD Kabupaten Semarang itu.

Kebijakan Jateng di Rumah Saja, lanjutnya, juga mensyaratkan peran aktif Ketua RW dan Ketua RT sebagai pengampu satuan wilayah terkecil. "Ini kan terkait penutupan wilayah. Misalnya jalan diportal, warga tidak boleh keluar dan tamu tak boleh masuk," tandasnya.

Baca jugaBegini Cara Beli Tiket KRL Jogja-Solo yang Mulai Beroperasi Rabu Pekan Depan

Dampak Kebijakan

Dia meminta Pemprov Jateng mengantisipasi dampak gerakan Jateng di Rumah Saja pada masyarakat kecil. Terutama bagi mereka yang tergantung pada nafkah harian. Terlebih dalam Surat Edaran Gubernur Jateng ada instruksi penutupan pasar.

"Kalau para pedagang ini enggak bisa berjualan, lalu solusi untuk mereka bagaimana," katanya.

Belum lagi dampak terhadap warga yang akan menggelar hajatan dan sudah terlanjur menyebar undangan.

 

 

Share
Dipublikasikan oleh
Arif Fajar Setiadi