SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

JOGJA—Kondisi keuangan PSIM yang tengah berada di titik nadir menyiratkan makna betapa minimalisnya persiapan klub berjuluk Laskar Mataram tersebut.

Terbukti, manajemen sama sekali belum memiliki gambaran mengenai rencana pembentukan tim PSIM musim mendatang. Hanya saja dengan kondisi seperti sekarang ini, sulit bagi PSIM untuk memiliki pemain bernilai kontrak tinggi seperti musim lalu, kecuali ada suntikan dana dari sponsor.

Promosi Antara Tragedi Kanjuruhan dan Hillsborough: Indonesia Susah Belajar

Keuangan PSIM yang karut marut seperti ini, membuat Laskar Mataram kesulitan menggunakan tenaga pemain asing. Hal inilah yang disayangkan Pelatih Kepala PSIM Hanafing. Kepada Harian Jogja, pelatih berlisensi A AFC ini mengaku tanpa pemain asing, PSIM akan sulit berkompetisi di level tertinggi.

“Sampai saat ini, wacana yang beredar, besar kemungkinan kompetisi depan akan digelar dengan sistem grup. Itu artinya, PSIM bisa lolos ke kasta tertinggai,” ujarnya.

Ia berharap manajemen cermat memetakan dan merencanakan akan berlaga di mana nantinya PSIM.

Menurutnya, jika PSIM tak didukung keuangan serta perencanaan yang matang, terlebih keputusan pemakaian pemain asing, mantan pelatih PSM Makassar ini mengaku pesimistis timnya bisa berkiprah maksimal di musim mendatang. “Daripada hanya jadi bulan-bulanan, mending tidak usah berbicara kompetisi dulu,” tegasnya.

Hal itu dibenarkan Direktur Teknik PSIM Dwi Irianto.  “Itulah alasannya, kenapa saya tidak berencana membentuk tim dulu, sebelum sistem kompetisinya jelas,” ujarnya.

Ia membenarkan, prestasi PSIM secara teknis sudah tercapai saat Nova Zaenal dkk ketika itu berhasil menembus babak empat besar, bahkan hingga babak play off.  “Tapi karena kami memang tidak punya uang, makanya kami jadi bulan-bulanan di sana,” ujarnya membenarkan.

Terkait pemain asing, ia mengaku, hingga kini, pihaknya tidak memiliki rencana perpanjangan kontrak ketiga pemain asing PSIM asal Belanda.

Alasannya sederhana, hingga kini, gaji ketiga pemain itu pun masing menunggak. Lebih parah lagi, manajemen sudah tak memiliki uang untuk membayarnya. “Itulah, untuk urusan pemain asing, saya serahkan kepada PT. NPI dan Ketua Umum saja lah,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya