Tutup Iklan

Tangkarkan Benih Padi, Pria Asal Kajen Klaten Raup Omzet Rp1 M/Tahun

Dalam setahun, omzet yang diperoleh Suwono, 70, bisa mencapai Rp1 miliar dengan pendapatan bersih sekitar Rp500 juta.

 Suwono, 70, penangkar benih asal Dukuh Topeng, Desa Kajen, Kecamatan Ceper saat ditemui di aula kantor Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Klaten, Rabu (20/10/2021). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Suwono, 70, penangkar benih asal Dukuh Topeng, Desa Kajen, Kecamatan Ceper saat ditemui di aula kantor Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Klaten, Rabu (20/10/2021). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN—Suwono, 70, warga Dukuh Topeng, Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Klaten, menjadi salah satu penangkar benih padi di Kabupaten Klaten. Dari usaha yang sudah dia geluti sejak 15 tahun lalu, omzet yang diperoleh Suwono mencapai Rp1 miliar per tahun.

Suwono menjadi penangkar benih sejak 2006 lalu. Awalnya, Suwono dibimbing dari PT Sang Hyang Seri. “Kemudian saya melanjutkan itu dan pada 2006 saya resmi mendapatkan izin dari balai benih,” kata Suwono saat ditemui di aula kantor Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Rabu (20/10/2021).

Suwono kini mengembangkan penangkaran benih di lahan seluas 2 hektare (ha), lahan yang dia sewa serta lahan pribadi. Dari luasan lahan penangkaran itu, Suwono bisa memproduksi benih padi berbagai varietas mencapai 50 ton per tahun. Dalam setahun, omzet yang dia peroleh bisa mencapai Rp1 miliar dengan pendapatan bersih sekitar Rp500 juta.

Baca Juga: Maling Kotak Infak di Masjid Ngawonggo Klaten Lolos dari Kejaran Warga

Benih padi hasil penangkaran Suwono dibantu delapan pekerja selama ini dipasarkan ke wilayah Jawa Barat seperti di Subang dan Jawa Timur seperti di Ponorogo. Hingga kini, Suwono mengaku masih kewalahan untuk memenuhi permintaan.

“Sampai saat ini masih kurang-kurang terus terutama yang ke Jawa Barat karena permintaan tinggi,” kata pria tiga anak tersebut.

Suwono justru tak memasarkan benih padi hasil penangkarannya yang diberi merek Tani Mulyo ke wilayah Klaten. Alasannya, benih padi yang dia tangkarkan biasanya sudah habis terjual ketika petani di Klaten baru mulai memasuki musim tanam.

Baca Juga: Belasan UKM di Klaten Korban Order Fiktif Rp2 Juta Lapor ke Polisi

Suwono sudah menggeluti pertanian sejak 1973. Sebelum aktif menjadi petani, pria lulusan Geografi IKIP YP (sekarang bernama Unwidha Klaten) itu bekerja sebagai teknisi pusat pembangkit tenaga listrik Pabrik Gula (PG) Ceper selama 25 tahun.

Bagi Suwono yang sudah menjadi ahli benih, menangkarkan benih tak susah. Dia sudah mengetahui alur proses hingga bisa mendapatkan label dari balai benih.

 

Penerus

Di Klaten, Suwono mengatakan banyak penangkar benih yang jumlahnya mencapai puluhan. Hanya, ada yang tak lagi aktif lantaran tak ada penerus. “Kalau saya sudah ada penerus [menjadi penangkar benih] anak menantu saya,” jelas Suwono yang juga anggota Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Klaten tersebut.

Baca Juga: Belasan UKM di Klaten Kena Order Fiktif, Antar Pesanan hingga Rp2 Juta

Suwono mengakui dari hasil menjadi penangkar benih dia bisa membiayai ketiga anaknya hingga menempuh jenjang pendidikan tinggi dan kini sudah bekerja serta berkeluarga. Dia pun mengakui pendapatan yang diperoleh dari penangkaran benih bisa dimanfaatkan untuk membeli tanah di beberapa daerah seperti Tangerang dan Kalimantan.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KTNA Klaten, Maryanto, mengatakan KTNA bakal melakukan pembinaan kepada petani untuk pengembangan usaha penangkaran benih padi. Suwono bakal digandeng untuk mengajari proses menjadi penangkar hingga bisa mendapatkan izin serta label dari balai benih.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Tempat Parkir Baru WGM Wonogiri Mampu Tampung 200 Mobil dan 500 Motor

Area parkir baru WGM Wonogiri seluas 1,5 hektare dan mampu menampunb 200 mobil dan 500 sepeda motor.

Unik, Solia Hotel Yosodipuro Solo Hadirkan Pohon Natal dari Botol Bekas

Pembuatan pohon Natal itu menerapkan metode 3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle, yang merupakan salah satu cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah plastik.

Wonogiri Hari Ini: 7 Desember 2014, Bus Rombongan Pengantin Terguling

Tujuh tahun lalu, tepatnya pada 7 Desember 2014, terjadi sebuah peristiwa yang menggegerkan publik Wonogiri.

Sumur Warga Gilirejo Baru Sragen Mulai Ada Air, Cuma Bisa Untuk Makan

Gilirejo Baru di Kecamatan Miri, Sragen, menjadi wilayah langganan kekeringan. Kini sumur warga sudah mulai terisi air, namun baru bisa untuk mencukupi kebutuhan makan dan minum, MCK belum.

PPKM Level 3 Nataru Batal, Gibran: Yang Penting Tak Sulitkan Warga

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memilih menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat terkait batalnya PPKM level 3 Nataru.

Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, Kiat Supriyadi Jadi Eksportir andal

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus menjalin kolaborasi untuk mendukung pelaku UKM mampu naik kelas hingga berkesempatan menembus pasar ekspor melalui program BNI Xpora

Lazismu Sragen Kirim 240 Kaleng Rendangmu Untuk Pengungsi Erupsi Semeru

Lazimu Sragen mengirimkan 240 kaleng Rendangmu untuk mencukupi kebutuhan gizi para korban erupsi Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

Ujian Tahap 2 PPPK Karanganyar Digelar, 8 Orang Absen 2 Tak Bisa Masuk

Peserta yang tidak membawa surat keterangan negatif Covid-19 hasil swab test antigen tak diperkenankan mengikuti ujian PPPK.

Pemerintah Janjikan KUR Rp350 Triliun Pada 2022, Pastikan Tanpa Agunan

Menkop UKM, Teten Masduki, mengakui masih banyak pelaku UMKM yang terkendala untuk mengakses kredit usaha rakyat (KUR) tanpa jaminan. Perlu ada pendampingan dari Dinkop UKM.

PNS Karanganyar Terciduk Ngamar di Hotel Banjarnegara, Diduga Camat

Sepasang laki-laki dan perempuan PNS Karanganyar terjaring razia Satpol PP Banjarnegara berada dalam satu kamar hotel. Salah satu dari PNS tersebut disebut-sebut menjabat camat.

Paguyuban PKL Solo Baru Gerak Cepat Edukasi Bakul Tengkleng Viral

Paguyuban PKL Solo Baru, Sukoharjo, bergerak cepat memberikan edukasi kepada bakul tengkleng yang viral lantaran dianggap ngepruk harga.

PPKM Level 3 Nataru Batal, Moeldoko: Pemerintah Pertimbangkan Ekonomi

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan pemerintah mempertimbangkan ekonomi terkait keputusan membatatlkan PPKM level 3 Nataru.

Malam Ini 120 Penari Sragen Bakal Tampil di Kampung Wisata Sukorejo

Sukorejo Menari yang digelar Pokdarwis Siti Aji Sukorejo di Kelurahan Kroyo, Kecamatan Karangmalang, Sragen ini menjadi upaya untuk menjual Kampung Wisata Menari di Sukorejo.

Ingin Sertifikat Halal Secara Gratis? Ikuti Program Sehati Kemenag Solo

Para pelaku UMKM di Kota Solo diharapkan bisa mengakses program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) untuk bisa mendapatkan sertifikat halal.

Asale Tengkleng Khas Solo, Bukti Kreativitas Wong Cilik Zaman Old

Tengkleng merupakan kuliner khas Solo yang lahir sebagai bukti kreativitas wong cilik pada zaman penjajahan.