Tangis Bupati Wonogiri Iringi Pembagian Seragam Sekolah Gratis
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, secara simbolis menyerahkan seragam kepada perwakilan siswa penerima saat acara Penyerahan Seragam Sekolah Gratis di pendapa rumah dinasnya kompleks Sekretariat Daerah, Jumat (18/9/2020). (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI - Tangis Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, pecah saat membagikan seragam sekolah gratis kepada sejumlah siswa pendapa rumah dinasnya kompleks Sekretariat Daerah, Jumat (18/9/2020).

“Itu lah mimpi sederhana dari seorang Bupati yang lahir dari keluarga miskin yang tidak berkesempatan mendapatkan pendidikan maksimal,” ucap Bupati yang akrab disapa Jekek tersebut.

Setelah kalimat itu selesai diucapkan suaranya terhenti beberapa detik. Matanya sembab. Suasana hening sejenak. Raut wajah lelaki yang akrab disapa Jekek itu berubah sedih. Lalu dia melanjutkan pidato dengan suara bergetar dan sesunggukan karena menangis.

“Maka saat Jekek diberi kesempatan masuk ke dalam sistem, saya pastikan, saya pastikan, dan saya pastikan pendidikan di Kabupaten Wonogiri akan mendapatkan prioritas kebijakan Pemerintah Kabupaten Wonogiri,” seru Bupati.

Waduh, 97 Desa di Grobogan Dilanda Kekeringan dan Krisis Air Bersih

Peserta acara menyambut ucapannya dengan tepuk tangan. Sementara, Bupati menyempatkan merogoh kantung celana kanannya untuk mengambil sapu tangan. Dia mengusap lelehan air matanya beberapa kali. Kesedihannya tak terbendung kala itu. Bahkan, suasana kian sendu lantaran pidato lanjutannya tetap diwarnai tangis.

“Saya tak ingin kemiskinan memupuskan mimpi anak-anak kita. Saya tak ingin kemiskinan menjadi alasan anak-anak putus sekolah, anak-anak yang pinter tapi tak bisa kuliah. Cukup lah seorang Jekek yang merasakan kemiskinan. Cukup lah Jekek yang merasakan kemiskinan. Saya sudah merasakan betul pahitnya kemiskinan,” kata Bupati yang semakinkan menekankan kepiluan.

Dia meluapkan perasaannya itu saat memberi sambutan acara Penyerahan Seragam Sekolah Gratis di pendapa rumah dinasnya kompleks Sekretariat Daerah Wonogiri di hadapan 300-an peserta yang hadir di lokasi dan lebih kurang 30.000 peserta yang menyaksikan melalui Youtube. Mereka terdiri atas para siswa, orang tua/wali siswa, guru, dan sebagainya.

Bupati menceritakan dia lahir dari ibu yang berjualan jamu gendong di Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur. Keluarganya miskin sehingga dia hanya bisa bersekolah sampai jenjang SMA. Kisah sedihnya menyeruak mulai terasa saat menceritakan tentang bingkisan ukiran seorang perempuan penjual jamu gendong yang diberikan seorang guru kepadanya di acara itu. Lalu bingkisan itu menyeretnya ke masa lalunya yang penuh liku.

Dia berjanji selama menjadi Bupati akan mengalokasikan anggaran sepenuhnya untuk mengentaskan penduduk miskin. Pendidikan menurut dia salah satu sektor utama yang harus diintervensi untuk mewujudkan programnya itu.

Program Pendidikan

Sejak memimpin di Wonogiri dia telah merealisasikan program pendidikan gratis dan memberi beasiswa kepada mahasiswa berprestasi senilai Rp12 juta/orang. Program pemberian seragam gratis merupakan program lanjutan di sektor pendidikan. Program itu dicanangkan karena Bupati tak ingin ada orang tua yang tak menyekolahkan anak karena tak mampu membeli seragam sekolah.

Pemberian seragam sekolah gratis di Wonogiri terbagi menjadi dua tahap. Tahap I, seragam diberikan kepada 9.085 siswa kelas I SD negeri. Setiap siswa memperoleh tiga setel seragam jadi, meliputi putih-merah, batik-putih, dan pramuka. Total seragam yang diberikan sebanyak 27.255 setel seragam.

Pada tahap itu seragam juga diberikan kepada 10.522 siswa kelas VII SMP negeri. Masing-masing siswa mendapatkan tiga setel kain bahan, meliputi putih-biru, batik-putih, dan pramuka. Total seragam yang diberikan sebanyak 31.566 setel. Keseluruhan siswa yang terkaver sebanyak 19.607 siswa, sedangkan jumlah seragam yang diberikan 58.821 setelah seragam.

KPU Wonogiri Imbau Tim Pemenangan Paslon Bentuk Satgas Covid-19

Program tahap II, seragam untuk siswa kelas I SD swasta-MI negeri/swasta dan kelas VII SMP swasta-MTs negeri/swasta. Pengadaan seragam masih proses lelang. Realisasi ditarget sudah selesai sebelum 23 Desember.

Siswa kelas VII SMPN 1 Wonogiri, Hazza Aruna F.P., berterima kasih kepada Pemkab yang telah memberi seragam gratis kepadanya dan teman-temannya. Dia berharap pendidikan di Wonogiri semakin maju.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom