Tanggul Sungai Piji Jebol, Sebagian Kudus Kebanjiran
Sukarelawan yang digerakkan BPBD Kudus bergotong-royong membuat tanggul sementara menyusul jebolnya tanggul Sungai Piji di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (12/1/2019) (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Solopos.com, KUDUS — Kabupaten Kudus bertahan cukup lama dari gempuran banjir pada musim penghujan kali ini. Namun pertahanan itu akhirnya berakhir, Minggu (12/1/2020), kala tanggul kiri Sungai Piji di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah jebol sepanjang sekitar 35 m.

Berdasarkan pantauan Kantor Berita Antara di lokasi jebolnya tanggul Sungai Piji di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, genangan air bah melanda permukiman warga dengan ketinggian bervariasi, Minggu dini. Saat ini, air mulai surut dan mayoritas rumah warga juga sudah tidak tergenang banjir.

"Mayoritas rumah warga sudah surut, setelah sebelumnya tercatat ada 72 rumah warga yang tergenang banjir," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Bergas Catur Sasi Penanggungan.

Ia mengungkapkan ketinggian genangan di dalam rumah bisa mencapai 20-an sentimeter, sedangkan di jalan perkampungan antara 20 cm hingga 100 cm. Untuk saat ini, lanjut dia, tanggul rusak yang mencapai sekitar 35 m langsung dibuatkan tanggul sementara dengan karung plastik yang diisi tanak uruk dengan diperkuat batang bambu untuk mengantisipasi debit air sungai kembali meningkat.

Tanggul jebol diperkirakan terjadi Minggu pukul 01.30 WIB setelah sebelumnya diawali dengan bocoran kecil, kemudian membesar hingga membuat tanggul yang terbuat dari pondasi batu rusak. Sukaswati, salah seorang warga Desa Kesambi, mengakui air sempat masuk ke rumahnya hingga ketinggian 10 cm lebih, meskipun lantai rumahnya sudah lebih tinggi dari jalan kampung.

Untuk saat ini, kata dia, rumahnya sudah bersih karena setelah surut pukul 04.00 WIB, langsung dibersihkan karena banyak lumpur yang masuk ke dalam rumah. Meskipun rumahnya sudah bebas dari banjir, kata dia, halaman rumahnya masih tergenang, bahkan tetangganya juga masih ada yang rumahnya tergenang air meskipun tidak tinggi seperti pada dini hari

Menurut Naf'an, tanggul jebol tidak hanya karena faktor tanggulnya yang mulai kritis, namun banyaknya sampah yang tersangkut di jembatan dekat tanggul juga ikut menyumbang terjadinya tanggul jebol. Beruntung, kata dia, rumahnya yang berjarak 10 meter dari jebolnya tanggul tidak ikut kebanjiran karena lantai rumahnya memang lebih tinggi dari jalan yang mencapai 1 meteran.

Kontruksi jembatan yang di tengahnya terdapat penyangga, lanjut dia, perlu dievaluasi karena sering kali mengakibatkan sampah tersangkut sehingga menimbulkan banjir karena air tidak lancar. Banjir yang disebabkan karena sampah menyumbat di mulut jembatan bukan yang pertama, karena sebelumnya juga terjadi di desa yang sama meskipun tidak sampai mengakibatkan tanggul jebol.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom