Tanggapi Rencana Bajo Bangun Kereta Bawah Tanah di Solo, Rudy: Gak Realistis
Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo (Solopos/Dok)

Solopos.com, SOLO – Pasangan calon (Paslon) No.2, Bagyo Wahyono - FX Suparjo (Bajo) berencana membangun kereta bawah tanah jika memenangkan kontestasi Pilkada Solo tahun ini. Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menganggap rencana tersebut tidak realistis.

Kebutuhan anggaran yang tinggi dan sempitnya kawasan Kota Bengawan dianggap tak cocok dengan rencana itu. Layanan kereta bawah tanah dengan luas wilayah Solo yang hanya sekitar 46 kilometer persegi dinilai terlalu berlebihan.

Batu Diduga Prasasti Langka Peninggalan Abad ke-9 Ditemukan di Tawangmangu

Rudy, sapaan akrab Wali Kota Solo, juga mempertanyakan jalur yang akan dilewati jika kereta bawah tanah itu terealisasi.

“Biayanya berapa? Terus jalurnya lewat mana. Solo ini kan cuma 46 km persegi. (Rencana) itu enggak realistis. Enggak mungkin,” kata dia, kepada wartawan, Rabu (25/11/2020).

Sebulan Naik 1.000 Kasus Covid-19, Wali Kota Solo Ancam Tutup Pusat Kuliner

Tidak Realistis

Selain tidak realistis, ia juga pesimistis kereta bawah tanah memiliki peminat. Pasalnya, bus Batik Solo Trans (BST) yang sudah beroperasi sejak bertahun lalu pun masih kekurangan pelanggan.

“Kami ‘kan sudah punya layanan transportasi publik yang cukup mapan tiga koridor BST di jalan besar. Ditambah enam koridor pengumpan (feeder) BST yang memasuki area permukiman dan jalan-jalan biasa. Nah, itu saja sepi, enggak laku, padahal selama beberapa bulan ini sudah gratis,” ucap Rudy.

Bed Isolasi Pasien Covid-19 di Soloraya Masih Aman

Gratisnya transportasi publik tersebut karena Pemkot mendapatkan anggaran dari Kementerian Perhubungan guna penerapan buy the service. Tujuannya untuk mendorong masyarakat beralih ke angkutan umum.

“BST gratis, feeder gratis. Itu saja tidak laku kok. Ini malah mau buat kereta bawah tanah. Yang naik siapa,” kata dia.

Kemacetan

Selain kereta bawah tanah, Rudy juga menyoal rencana membangun jalan layang di sepanjang jalan di Solo. Bajo mengklaim jalan layang itu bisa menjadi solusi 100 tahun ke depan.

Menurutnya, kemacetan di Kota Bengawan hanya berlangsung di jam-jam tertentu. Keberadaan jalan layang bisa muspro di tahun-tahun depan, apalagi teknologi bisa berputar.

“Jalan layang mau untuk apa? Seratus tahun ke depan orang belum tentu mau pakai mobil. Mungkin saja beralih naik sepeda atau jalan kaki,” ucap Rudy.

Unik! Lahan Milik Warga Sidoharjo Klaten Ini Kena Proyek Tol Solo-Jogja, Tapi Cuma 1 Meter Persegi

Sebelumnya, pasangan Bajo berencana mengembangkan tiga mega proyek jika berhasil mengalahkan rivalnya, Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa.

Bagyo menjanjikan tiga mega proyek tersebut akan menjawab berbagai masalah yang dihadapi Kota Solo hingga 100 tahun ke depan. Yakni, pembangunan jalan layang, kereta bawah tanah, dan perumahan untuk orang terlantar dan anak yatim. Ia yakin tiga rencana itu rampung tiga tahun.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom