Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Abdullah Gymnastiar alias AA Gym. (JIBI/Solopos/Antara/Aprillio Akbar)

Solopos.com, JAKARTA - Film Joker yang bercerita tentang orang baik yang berubah jadi orang jahat saat ini sedang booming, tayang di seluruh bioskop Indonesia dan beberapa negara lainnya. Film tersebut menuai kontroversi karena dinilai mempertontonkan hal yang tidak baik.

Bahkan Pengasuh Pesantren Daarut Tauhid KH Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym ikut menyorotinya. Lalu apa pendapatnya tentang konten film Joker tersebut?

"Film joker itu adalah film seseorang, yang katanya merasa didzolimi, merasa gagal, tapi ketika dia membunuh orang, dia merasa kelapangan hati. Sehingga dia membunuh terus sampai ibunya sendiri dibunuh," kata Aa Gym dalam ceramahnya yang diposting @khumairah_ official_.

Menurut Aa Gym, karena film tersebut dibuat oleh orang yang tidak beriman kepada Allah, maka standarnya berbeda dengan standar Islam.

"Karena ini [film Joker] dibuatnya bukan oleh orang yang beriman kepada Allah dan meniru Rasulullah, maka standarnya berbeda. Kalau ada orang yang mengatakan; "orang jahat itu orang baik didzolimi", [itu keliru]," ucapnya.

Menurut Aa Gym orang jahat adalah orang jahat, bukan orang baik yang karena disakit lalu jadi jahat. "Jahat mah jahat wae [jahat ya jahat saja],” tuturnya.

Kata Aa Gym, Rasulullah juga pernah disakiti, tapi ia tak berubah jadi jahat. Rasulullah juga pernah dihina, namun berarti pribadinya jadi jahat.

“Kita sudah berusaha baik kemudian disakiti orang. Lah Rasulullah SAW juga disakiti, para Sahabat disakiti. Nabi saja yang mulia dihina, masa kita manusia yang tidak ada yang hina. Kita kan hina asli, " ujarnya.

Untuk itu Aa Gym tetap berpendapat bahwa orang jahat bukan orang baik yang disakiti. Sebab Nabi Muhammad sudah mencontohkan bahwa diirinya tetap menjadi pribadi yang baik meski disakit orang.

Sumber: Okezone


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten