Tangani Pasien Corona 18 Hari Tanpa Henti, Dokter di China Meninggal
Staf medis memindahkan pasien ke Rumah Sakit Jinyintan --lokasi di mana pasien terjangkit virus corona dirawat-- di Wuhan, Provinsi Hubei, China. (Reuters-Stringer)

Solopos.com, SOLO - Seorang dokter di China meninggal dunia setelah 18 hari tanpa henti menangani pasien virus corona jenis COVID-19. Jenis baru dari virus corona ini memang membuat pasien-pasien anyar bermunculan.

Menurut laporan Xinhua yang dilansir detik.com, Sabtu (15/2/2020), dokter itu bernama Xu Hui yang berusia 51 tahun. Dia merupakan wakil kepala Rumah Sakit Obat-Obatan China di Nanjing.

Ada Klaim Ekspor Benih Lobster Sejahterakan Nelayan, Susi Pudjiastuti Meradang

Selama masa bertugas, ia bertanggung jawab untuk memimpin tim yang mengobati pasien virus corona jenis baru (COVID-19). Dia kemudian meninggal secara tak terduga pada, Jumat (7/2/2020) pagi waktu setempat. Diduga penyebabnya memang karena kelelahan bekerja selama berhari-hari tanpa henti.

Menurut sebuah pernyataan rilis yang disebar pada (12/2/2020), hal ini menjadi 'panutan' bagi semua orang yang bertugas. "Xu memimpin dengan memberi contoh, mendedikasikan dirinya sepenuhnya untuk pekerjaannya, teladan yang sangat baik," tulis rilis tersebut, dikutip dari Mothership.

"Kita semua harus belajar darinya, bekerja keras bersama, dan menang dalam pertempuran melawan virus ini," tambah rilis itu.

Virus corona sendiri memang sedang menjadi isu besar belakangan ini. Hingga kini sudah ada 1.500-an orang meninggal dunia akibat virus ini. Selain itu, ada 67.000 orang terinfeksi. Kali pertama virus ini dideteksi adalah di Kota Wuhan, China.

Viral Kakek 86 Tahun Masih Dorong Gerobak Jualan Bakso Keliling Solo

Sumber: detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho