Tanda Kehidupan Ditemukan di Planet Venus, Siapa Penghuninya?
Penampakan Venus dari Bumi. (Reuters)

Solopos.com, SOLO — Venus merupakan planet yang dekat dengan Bumi. Planet dengan urutan kedua dari Matahari itu sering disebut sebagai planet kembaran Bumi. Tanda-tanda kehidupan dilaporkan ditemukan di Planet Venus.

Lalu apakah Venus dapat dihuni oleh manusia di masa depan? Dikutip dari Qrius.com, Kamis (8/10/2020), sebuah laporan yang diterbitkan di Nature Astronomy, planet yang dekat dengan Merkurius itu memiliki molekul unsur yang menjadikannya berpotensi adanya kehidupan.

Molekul yang dimaksud adalah PH3 (fosfin) merupakan turunan dari fosfor. Fosfin dapat ditemukan pada kotoran hewan seperti ikan, penguin, dan perut luak.

Di atmosfer Bumi, fosfin hanya ditemukan dengan jumlah yang kecil. Ini karena fosfin mudah hancur oleh proses oksidasi. Molekul unsur ini tetap ada di Bumi karena adanya mikroba yang memproduksi fosfin. Jadi, jika ada fosfin di atmosfer suatu planet, selalu dikaitkan sebagai tanda adanya kehidupan.

Data pertama diperoleh pada Juni 2017 menggunakan James Clerk Maxwell Telescope (JCMT) di Hawaii menemukan adanya fosfin planet Venus.

Kemudian, data kedua diperoleh pada Maret 2019 menggunakan teleskop Atacama Large Millimeter Array (ALMA) di Chile, menunjukkan di atmosfer Venus terdapat fosfin dengan penyebaran yang tidak merata. Fosfin ditemukan di garis lintang tengah, menurun ke arah kutub Venus.

Adanya fosfin yang dianggap sebagai tanda kehidupan di atmosfer Venus belum bisa dijelaskan secara non-biologis. Molekul ini seharusnya tidak stabil di atmosfer planet seperti Venus, di mana fosfin dapat teroksidasi lebih cepat di banding di Bumi.

Hal ini membuat ilmuwan berasumsi bahwa di Venus terdapat mikroba aerosol di awan.

Mustahil

Namun faktanya, suhu permukaan di Venus mencapai sekitar 450 derajat celcius. Suhu ini dianggap tidak ramah bagi makhluk hidup, bahkan bagi mikro-organisme yang hidup disuhu terpanas di Bumi sekalipun.

Tolak UU Cipta Kerja, Demonstran Duduki Ruang Sidang Paripurna DPRD Sragen

Selain itu, atmosfer Venus yang tebal, mengandung belerang dan asam. Hal ini yang membuat permukaannya tidak dapat dikunjungi oleh pesawat luar angkasa.

Badan Antariksa Eropa saat ini sedang mempertimbangkan misi ke planet Venus. Misi ini akan menjadi sejarah geologi dan tektonik. Termasuk, pengamatan potensi gas vulkanik di planet tersebut. Dengan misi ini, peneliti dapat memikirkan spesies yang akan dikirim ke Venus pada misi selanjutnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom