Tanaman Liar Memenuhi,  Seperti Ada Pulau di Area Waduk Cengklik Boyolali
Tanaman liar memenuhi kawasan Waduk Cengklik yang surut Jumat (21/12/2018). Di awal musim penghujan debit air di Waduk Cengklik baru mencapai 1,6 juta m3. (Solopos-Nadia Lutfiana Mawarni)

Solopos.com, BOYOLALI - Tanaman liar memenuhi area Waduk Cengklik di Desa Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali. Tanaman liar itu tumbuh lantaran surutnya air di waduk sejak seminggu belakangan. Pantauan reporter solopos.com Nadia Lutfiana Mawarni, Jumat (21/12/2018) lewat tanggul waduk terlihat air hanya memenuhi sebagian kecil waduk seluas 300 hektare (ha) tersebut.

Kondisi waduk kini justru terlihat seperti pulau tak berpenghuni yang ditumbuhi rerumputan liar. Lokasi-lokasi yang biasanya digunakan untuk memancing kini sepi, sementara para pemancing beralih ke tengah waduk dengan debit air lebih dalam. Daratan yang terlihat karena surutnya air tampak seperti pulau-pulau kecil di waduk.

Pulau-pulau itu dapat dilewati dengan berjalan kaki. Pada sisi yang berdekatan dengan tanggul saat ini bahkan bisa dilewati sepeda motor. Biasanya, jika debit sedang normal hanya terlihat satu pulau kecil di dekat pintu air. Namun kini ada sekitar empat pulau. Area waduk yang sebelumnya berwarna putih kebiruan karena pantulan air kini berubah menjadi hijau.

Kondisi ini cukup memengaruhi aktivitas memancing warga sekitar. Salah satu pemancing, Pujiyono, mengungkapkan dirinya biasa memancing sambil duduk-duduk di tepi tanggul. Namun kini lokasi tersebut sudah berubah menjadi tanah. Dia biasanya berjalan ke tengah mendekati area pertanian karamba yang masih menyisakan air setinggi pusar orang dewasa. Jika tidak, para pemancing akan beralih ke desa-desa sekitar waduk seperti di Sobokerto, Ngemplak dan Senting, Kecamatan Sambi.

Sementara itu salah satu petani karamba, Jamal, menuturkan kondisi ini tidak menjadi masalah besar bagi para petani. “Asal ada air, bibit ikan masih tetap bisa hidup,” ujar Jamal. Ketua Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pengguna Air (GP3A) Samidi, menyebutkan debit air di Waduk Cengklik terpantau 1,6 juta meter kubik (m3). Dia menambahkan air yang surut di waduk disebabkan oleh beberapa faktor. Selain hujan, ada saluran yang tertutup sehingga air tidak bisa menuju waduk. “Salah satu yang bermasalah adalah saluran Watu Leter di Kecamatan Sambi yang tidak ada penjaganya, sehingga aliran air kurang lancar,” kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom