Tanah Longsor Intai Warga di 6 Kecamatan di Karanganyar

BPBD Karanganyar memastikan puluhan alat deteksi bencana atau early warning system (EWS) yang dipasang berfungsi optimal untuk mengantisipasi ancaman tanah longsor.

 Warga bersama anggota BPBD Kabupaten Karanganyar dan sukarelawan bekerja bakti membersihkan material longsor di Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso pada Kamis (15/4/2021). (Istimewa/Dokumentasi BPBD Kabupaten Karanganyar)

SOLOPOS.COM - Warga bersama anggota BPBD Kabupaten Karanganyar dan sukarelawan bekerja bakti membersihkan material longsor di Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso pada Kamis (15/4/2021). (Istimewa/Dokumentasi BPBD Kabupaten Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR — Memasuki musim penghujan, ancaman bencana tanah longsor mengintai warga Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, yang berada kawasan perbukitan kaki Gunung Lawu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat memastikan puluhan alat deteksi bencana atau early warning system (EWS) yang dipasang berfungsi optimal.

Alat tersebut bekerja memberikan peringatan apabila terjadi pergerakan tanah yang berpotensi mengakibatkan bencana longsor.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Karanganyar, Hartoko mengatakan 25 EWS terpasang di enam kecamatan yang masuk zona rawan bencana tanah longsor.

Baca Juga: BPBD Karanganyar: Waspadai Bencana Awal Musim Hujan

Keenam kecamatan itu meliputi Karangpandan, Matesih, Jenawi, Tawangmangu, Ngargoyoso dan Kerjo.
“Kondisi EWS baik dan berfungsi optimal. Beberapa EWS yang rusak tekah diperbaiki dan diganti,” kata dia ketika dijumpai Solopos.com di ruang kerjanya, Selasa (28/9/2021).

Hartoko merinci sejumlah EWS rusak dan kini telah diperbaiki atau diganti seperti tiga alat di Desa Gerdu, Karangpandan.
Kemudian satu alat di Dusun Dukuh, Desa Koripan, Kecamatan Matesih yang sudah diganti melalui bantuan dari Pusat Studi Bencana (PSB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Lalu satu alat di Dusun Ledoksari, Desa Tawangmangu dan satu alat di Dusun Guyon, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu yang rusak dan telah diganti.

Baca Juga: 113 Keluarga Korban Bencana Karanganyar Dapat Bantuan Total Rp306 Juta

Meski telah terpasang alat deteksi bencana, Hartono tetap meminta kepada warga untuk mewaspadai setiap ancaman bencana tanah longsor.
“Di tahun ini kita menambah lima lokasi pemasangan EWS. Tiga titik di Kecamatan Jatiyoso dan dua titik di Kecamatan Tawangmangu,” kata dia.

Dia menuturkan, pemasangan EWS ini lebih mempertimbangkan dampak yang mungkin timbul akibat adanya pergerakan tanah.
Di antaranya bencana tanah longsor mengancam lebih dari 1 rumah warga, serta kemiringan tanah.

Saat ini pihaknya baru menerjunkan tim untuk melakukan survei lokasi penempatan EWS agar tepat sasaran pada titik rawan longsor.
BPBD Karanganyar juga berkoordinasi dengan pemerintah desa di wilayah rawan longsor agar mereka menyiapkan lokasi pengungsian.

Baca Juga: Warga di Wilayah Rawan Longsor Karanganyar Diminta Tanam Rumput Vetiver

Hal ini merupakan langkah logis, jika sewaktu-waktu terjadi bencana. “Pemerintah desa perlu menyiapkan pengungsian penduduk, jika rumahnya tak lagi aman ditempati,” katanya.

Lokasi pengungsian, lanjut Hartoko, biasanya di rumah penduduk yang paling aman maupun di balai desa.
Ihwal opsi relokasi bagi warga di daerah rawan longsor, Hartoko mengaku belum akan dilakukan dalam waktu dekat.

Hal itu menurutnya lebih rumit lagi karena harus ada persetujuan desa dan rekomendasi dari tim ahli, serta membutuhkan pertimbangan dari Pemkab Karanganyar untuk membantu penyediaan lahan relokasi.

Baca Juga: 297 Pedagang di Bekas Pasar Darurat Delanggu Klaten Akhirnya Bersedia Direlokasi

Meskipun program relokasi tersebut beberapa telah direalisasikan di antaranya merelokasi warga rawan longsor di Dusun Sidomulyo, Desa Gempolan dan Dusun Banaran, Desa Plosorejo, Kecamatan Kerjo. Selain itu juga relokasi warga di Dusun Jambon, Desa Menjing, Kecamatan Jenawi.

“Relokasi ini opsi terakhir kalau kondisinya memang memungkinkan harus direlokasi,” katanya.
Camat Tawangmangu, Agus Dwitanto, mengatakan ancaman longsor mulai diwaspadai terutama pada awal-awal memasuki musim penghujan.

Sebab tanah yang lama dalam kondisi kering biasanya rapuh dan berekah sehingga ketika diguyur air hujan sangat mudah longsor.
Di Tawangmangu, terdapat enam daerah rawan longsor masing-masing Tengklik, Blumbang, Nglebak, Gondosuli, Sepanjang, dan Bandardawung.

Baca Juga: Duh, 9 EWS di Lokasi Rawan Bencana Karanganyar Rusak

“Secara geografis, lokasi Tawangmangu ini kan berada di dataran tinggi [tanahnya dikenal mudah bergerak]. Kami terus memantau kondisi di masing-masing daerah,” katanya.

Dia mengatakan pemantauan ancaman longsor dipusatkan di Posko Induk Tawangmangu di kompleks Kantor Kecamatan Tawangmangu.
Posko tersebut menjadi pusat informasi bagi sukarelawan yang tersebar di seluruh daerah di Tawangmangu. Di mana di setiap desa tersebar sukarelawan.

Mereka memberi informasi terkait perkembangan terkini terkait kondisi di daerah masing-masing.


Berita Terkait

Berita Terkini

Round Up: 10 Kasus Pembunuhan Tersadis di Klaten, 2 Ibu Jadi Ketua RT

Dari belasan kasus pembunuhan yang terjadi di Klaten sejak 2010, terdapat 10 kasus pembunuhan paling sadis.

Mantap! 1.000 Warga Desa Madu Boyolali Sudah Divaksin Covid-19

Sebanyak 375 warga Desa Madu, Kecamatan Mojosongo, Boyolali mengikuti vaksinasi Covid-19 dosis kedua jenis Sinovac, Senin (25/10/2021).

Kisah Kampung Matoa Boyolali Bermula dari Mantu

Melihat banyaknya pohon matoa di perkarangan rumah warga Karangduwet, besan dari Klaten menyebut kampung asal pengantin putri sebagai Kampung Matoa.

Tes Urine Mendadak, Prajurit TNI Wonogiri Negatif Narkoba

Tes narkoba melalui urine dilaksanakan secara berkala dan pelaksanaannya secara mendadak.

Siap-siap! Pemadaman Listrik di Klaten Hari Ini (26/10/2021)

Berikut jadwal pemadaman listrik di Klaten hari ini, Selasa (26/10/2021) yang berlangsung selama lima jam. Daerah mana saja yang terdampak?

Jadwal Pemadaman Listrik di Solo Hari Ini (26/10/2021), Mana Saja?

Berikut jadwal pemadaman listrik di Solo hari ini, Selasa (26/10/2021) yang berlangsung selama tiga jam. Daerah mana saja yang terdampak?

Cegah Gelombang Ketiga Covid-19, Lima Sektor Jadi Perhatian Khusus

 Setidaknya lima sektor yang harus mendapatkan perhatian khusus untuk mencegah gelombang ketiga Covid-19.

Air Hujan Bunderjarakan Klaten Pun Dapat Sembuhkan Berbagai Penyakit

Air hujan yang disetrum dapat membersihkan tubuh setelah diminum secara rutin.

Pekan Pertama PTM di Wonogiri Tidak Ada Kasus Covid-19

PTM terbatas hanya boleh dilaksanakan sekolah yang sudah pernah menggelar uji coba PTM.

65 Pengrajin Batik di Kawasan Gunung Sewu Ikuti Diklat Pewarna Alami

Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menggeliatkan kembali kegiatan ekonomi warga.

Bos Debt Collector Solo Ungkap Cara Kerja Sindikat Penggelapan Aset

Bos perusahaan penyedia jasa debt collector di Solo Giyatno mengungkapkan cara kerja sindikat penggelapan aset milik perusahaan pembiayaan dan debitur.

Pemkab Sukoharjo Bagikan 1.700 Paket Bantuan, Driver Ojol Ikut Kebagian

Pemkab Sukoharjo membagikan bantuan sebanyak 1.700 paket kepada warga yang terdampak Covid-19 termasuk para driver ojek online.

Mahasiswa UNS Solo Meninggal seusai Diklat Menwa, BEM SV: Usut Tuntas!

BEM SV UNS Solo menuntut kampus, kepolisian dan Menwa segera mengusut tuntas kasus mahasiswa bernama Gilang Endi yang meninggal seusai diklat.

Punya 100 Personel, Bos Debt Collector Solo Ini Ogah Layani Pinjol

Bos perusahaan jasa penagihan utang yang memiliki 100-an personel debt collector di Solo ini mengaku ogah menjalin kerja sama dengan perusahan pinjol, ini alasannya.

Pilkades Antarwaktu Gedangan Sukoharjo Masuki Masa Pendaftaran Calon

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades antarwaktu Gedangan, Grogol, Sukoharjo, memasuki tahapan pendaftaran calon yang berlangsung 10 hari.

Sensus Pertanian di Karanganyar, Upaya Genjot Ekonomi di Tengah Pandemi

Pemkab Karanganyar mendukung program Sensus Pertanian tahun 2023 demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.