Tutup Iklan
Tampungan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Masih Aman
Petani karamba saat melakukan tebar benih di Waduk Gajah Mungkur, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, beberapa waktu lalu. (Ichsan Kholif Rahman)

Solopos.com, WONOGIRI—Kendati diguyur hujan dalam dua pekan terakhir, Waduk Gajah Mungkur (WGM) relatif aman. Hingga Jumat (25/1/2019), elevasi atau ketinggian muka air WGM ada di posisi 129,96 meter soerabaia haven vloed peil (shvp).

Kepala Sub Divisi Jasa ASA III PJT I, Didit Priambodo, mewakili Kepala Divisi Jasa ASA III PJT I, Viari Djaja Singa, mengatakan hujan mengguyur Wonogiri mendorong kenaikan elevasi. Namun, dibandingkan dengan pola yang ada, kondisi ini masih relatif aman. “Ada kenaikan inflow air waduk cukup signifikan. Ini masih jauh di bawah pola,” kata dia, saat dihubungi Espos, Jumat (25/1).

Didit menjelaskan elevasi di bawah pola juga terjadi pada November 2018. Kemudian, pada akhir 2018, inflow air waduk sangat kecil lantaran Wonogiri jarang terjadi hujan. Kondisi, ia menilai, relatif aman karena ketersediaan air juga masih di bawah pola.

Saat ini, lanjut Didit, air waduk dikeluarkan melalui pintu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan debit 11 meter kubik per detik. Jumlah itu berada jauh di bawah debit pada pola standard yakni 27 meter kubik per detik. “PLTA bisa beroperasi dengan beban minimal 2 Megawatt. PLTA mulai beroperasi per 2 Januari 2019 lalu. Bebannya masih minmal sekali karena enggak bisa ditambahkan,” terang dia.

Ia menilai hujan yang terjadi belakangan ini cukup signifikan menambah inflow ari waduk kendati enggak bisa mengejar pola. Tahun ini terbilang kondisi waduk paling kering yang pernah ditemui Peruma Jasa Tirta. Sebab, hingga akhir Desember 2018, hujan masih jarang terjadi di Wonogiri. “Inflow ini cednerung faktor iklim. Kalau merujuk BMKG, untuk daerah Wonogiri termasuk ke dalam kategori kering moderat. Jadi lebih ke curah hujannya yang rendah,” beber Didit.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho